alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Kreasikan Bahan Sederhana, Tim KKN UNS Lakukan Pembuatan Batik Ecoprint dan Wayang

SAMBAS – Bertukar seni dan kerajinan, Tim KKN UNS Desa Sanatab lakukan pembuatan batik ecoprint dan wayang dengan bahan sederhana. Akulturasi Seni Budaya Nusantara merupakan kegiatan Tim KKN UNS Desa Sanatab yang bertujuan untuk bertukar produk seni dan kerajinan antara Jawa dan Dayak.

Sedari awal kedatangan, Tim KKN UNS langsung menggali produk kesenian dan kerajinan. Hal ini dilakukan dalam rangka mengenal secara langsung potensi seni budaya Desa Sanatab, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Kemudian Tim KKN UNS pun berinisiatif untuk melakukan pembuatan batik ecoprint dan wayang menggunakan bahan-bahan sederhana.

Kegiatan Akulturasi Seni Budaya Nusantara dilakukan dalam dua hari yang berbeda. Pembuatan batik ecoprint dilakukan bersama anak-anak SD bimbingan belajar (Senin, 10/2). Sedangkan pembuatan wayang menggunakan kertas karton dilakukan di SMPN 2 Sajingan Besar (Kamis, 13/2).

Baca Juga :  Pihak Sekolah Dukung Vaksinasi

Pembuatan batik ecoprint dilakukan dengan menggunakan bahan alam berupa daun, bunga, dan tangkai. Tanaman dicetak menggunakan kain putih dan ditumbuk dengan batu. Setelah dicetak, kain di jemur dan kemudian di rendam menggunakan air tawas.

Tahap terakhir, kain kemudian dikeringkan kembali supaya warna yang keluar dari daun rapih dan tidak pudar. Kain hasil kreatifitas mereka dibawa pulang sebagai pengalaman untuk membuat kerajinan memanfaatkan bahan sederhana lainnya.

Sedangkan pembuatan wayang dilakukan dengan mencetak contoh gambar wayang di kertas hvs pada karton yellowboard yang disediakan. Setelah ditempel dan dicetak, kemudian para siswa SMP menggunting bagian-bagian yang akan dilekatkan tali rapia. Hal ini supaya bagian-bagian tersebut dapat digerakkan layaknya wayang ketika sedang dimainkan.

Baca Juga :  Seribuan Paket Imlek Dibagikan ke Tujuh Vihara di Pemangkat

Tahap terakhir adalah mewarnai wayang sesuai dengan kreatifitas masing-masing siswa. Dan setelah selesai, hasil pembuatan wayang disimpan di ruang kesekian sekolah. Galang, siswa SMPN 2 merasakan membuat wayang cukup mudah. “Selama ini baru tahu wayang lewat TV dan buku. Ternyata mudah buatnya, tidak sulit”, pungkasnya lebih lanjut.

Harapannya, akan lebih banyak lagi pemanfaatan bahan sederhana yang menghasilkan kerajinan seni nusantara. (/r)

SAMBAS – Bertukar seni dan kerajinan, Tim KKN UNS Desa Sanatab lakukan pembuatan batik ecoprint dan wayang dengan bahan sederhana. Akulturasi Seni Budaya Nusantara merupakan kegiatan Tim KKN UNS Desa Sanatab yang bertujuan untuk bertukar produk seni dan kerajinan antara Jawa dan Dayak.

Sedari awal kedatangan, Tim KKN UNS langsung menggali produk kesenian dan kerajinan. Hal ini dilakukan dalam rangka mengenal secara langsung potensi seni budaya Desa Sanatab, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Kemudian Tim KKN UNS pun berinisiatif untuk melakukan pembuatan batik ecoprint dan wayang menggunakan bahan-bahan sederhana.

Kegiatan Akulturasi Seni Budaya Nusantara dilakukan dalam dua hari yang berbeda. Pembuatan batik ecoprint dilakukan bersama anak-anak SD bimbingan belajar (Senin, 10/2). Sedangkan pembuatan wayang menggunakan kertas karton dilakukan di SMPN 2 Sajingan Besar (Kamis, 13/2).

Baca Juga :  Pihak Sekolah Dukung Vaksinasi

Pembuatan batik ecoprint dilakukan dengan menggunakan bahan alam berupa daun, bunga, dan tangkai. Tanaman dicetak menggunakan kain putih dan ditumbuk dengan batu. Setelah dicetak, kain di jemur dan kemudian di rendam menggunakan air tawas.

Tahap terakhir, kain kemudian dikeringkan kembali supaya warna yang keluar dari daun rapih dan tidak pudar. Kain hasil kreatifitas mereka dibawa pulang sebagai pengalaman untuk membuat kerajinan memanfaatkan bahan sederhana lainnya.

Sedangkan pembuatan wayang dilakukan dengan mencetak contoh gambar wayang di kertas hvs pada karton yellowboard yang disediakan. Setelah ditempel dan dicetak, kemudian para siswa SMP menggunting bagian-bagian yang akan dilekatkan tali rapia. Hal ini supaya bagian-bagian tersebut dapat digerakkan layaknya wayang ketika sedang dimainkan.

Baca Juga :  Terkonfirmasi 45 Orang

Tahap terakhir adalah mewarnai wayang sesuai dengan kreatifitas masing-masing siswa. Dan setelah selesai, hasil pembuatan wayang disimpan di ruang kesekian sekolah. Galang, siswa SMPN 2 merasakan membuat wayang cukup mudah. “Selama ini baru tahu wayang lewat TV dan buku. Ternyata mudah buatnya, tidak sulit”, pungkasnya lebih lanjut.

Harapannya, akan lebih banyak lagi pemanfaatan bahan sederhana yang menghasilkan kerajinan seni nusantara. (/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/