alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Rumah Warga Sejangkung Terbakar, Satu Ton Padi Usai Panen Hangus

SEJANGKUNG – Sekitar satu ton padi hasil panen milik Ali Akbar (69), warga Dusun Sejangkung, Desa Parit Raja, Kecamatan Sejangkung, ikut terbakar bersama harta benda lainnya. Musibah itu bermulai saat rumah milik Ali dilalap si jago merah, Jumat (19/2) sekitar pukul 02.00 WIB.

Sontak saja, kejadian kebakaran mengejutkan warga di dusun tersebut, karena terjadi ketika warga terlelap tidur. Api terus membesar lantaran bangunan rumah bermaterial kayu, sehingga rumah korban tinggal puing-puing.

Kapolsek Sejangkung, IPDA Agus Ganjar membenarkan adanya kebakaran sebuah rumah di RT 03 RW 02 Dusun Sejangkung, Jumat (19/2) dinihari. Dugaan sementara dia, api berasal dari korsleting arus listrik. “Kami dari Polsek Sejangkung sudah langsung mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), kemudian memintai keterangan sejumlah saksi, memasang garis polisi atas kebakaran yang melanda rumah milik Ali Akbar,” kata Kapolsek, Jumat (19/2).

Baca Juga :  Bangga atas RPJMD Sambas

Hasil pemeriksaan sementara dan berdasarkan keterangan saksi yang dikumpulkannya, api pertama kali muncul dari arah dapur yang disebabkan adanya korsleting listrik. “Api pertama kali diketahui sekitar pukul 02.00 WIB oleh anak bungsu korban yang bernama Lisnawati (31),” katanya. Anak korban, menurut dia, lantas memberitahukan kepada keluarga yang tinggal di rumah agar segera keluar karena api begitu besar. Atas kejadian tersebut, warga sekitar, menurutnya, terbangun, kemudian berupaya dengan alat seadanya memadamkan kobaran api.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB oleh warga. Dan saat kejadian, kondisi air sungai sedang surut, sehingga warga harus berusaha mencari sumber air untuk memadamkan api,” katanya.

Korban diperkirakan dia mengalami kerugian kurang lebih Rp350 juta. Diakui Kapolsek, begitu banyak harta benda korban yang tak bisa diselamatkan, karena api begitu cepat melahap bangunan yang bermaterialkan kayu.

Baca Juga :  Selama Masa Pandemi, BRI Salurkan Rp 161 T Kredit Mikro Pertanian

Disampaikan Kapolsek, sejumlah barang berharga seperti surat-surat penting juga ikut terbakar, karena tak bisa diselamatkan. Kemudian, dia menambahkan, terdapat satu unit sepeda motor, empat unit sepeda, emas kurang lebih 70 gram, satu unit laptop, serta padi hasil panen yang disimpan dalam rumah kurang lebih satu ton juga terbakar.

“Korban tak sempat menyelamatkan harta bendanya, namun seluruh keluarga berhasil keluar rumah saat peristiwa terjadi,” katanya. Atas musibah yang dialami warga tersebut, Kapolsek berpesan kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sejangkung, untuk lebih berhati-hati dan waspada agar terhindar dari kejadian tersebut. Dia memisalkan, dengan memeriksa kabel listrik yang terpasang di rumah, memastikan kompor sudah padam ketika akan keluar rumah. (fah)

SEJANGKUNG – Sekitar satu ton padi hasil panen milik Ali Akbar (69), warga Dusun Sejangkung, Desa Parit Raja, Kecamatan Sejangkung, ikut terbakar bersama harta benda lainnya. Musibah itu bermulai saat rumah milik Ali dilalap si jago merah, Jumat (19/2) sekitar pukul 02.00 WIB.

Sontak saja, kejadian kebakaran mengejutkan warga di dusun tersebut, karena terjadi ketika warga terlelap tidur. Api terus membesar lantaran bangunan rumah bermaterial kayu, sehingga rumah korban tinggal puing-puing.

Kapolsek Sejangkung, IPDA Agus Ganjar membenarkan adanya kebakaran sebuah rumah di RT 03 RW 02 Dusun Sejangkung, Jumat (19/2) dinihari. Dugaan sementara dia, api berasal dari korsleting arus listrik. “Kami dari Polsek Sejangkung sudah langsung mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), kemudian memintai keterangan sejumlah saksi, memasang garis polisi atas kebakaran yang melanda rumah milik Ali Akbar,” kata Kapolsek, Jumat (19/2).

Baca Juga :  Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat

Hasil pemeriksaan sementara dan berdasarkan keterangan saksi yang dikumpulkannya, api pertama kali muncul dari arah dapur yang disebabkan adanya korsleting listrik. “Api pertama kali diketahui sekitar pukul 02.00 WIB oleh anak bungsu korban yang bernama Lisnawati (31),” katanya. Anak korban, menurut dia, lantas memberitahukan kepada keluarga yang tinggal di rumah agar segera keluar karena api begitu besar. Atas kejadian tersebut, warga sekitar, menurutnya, terbangun, kemudian berupaya dengan alat seadanya memadamkan kobaran api.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB oleh warga. Dan saat kejadian, kondisi air sungai sedang surut, sehingga warga harus berusaha mencari sumber air untuk memadamkan api,” katanya.

Korban diperkirakan dia mengalami kerugian kurang lebih Rp350 juta. Diakui Kapolsek, begitu banyak harta benda korban yang tak bisa diselamatkan, karena api begitu cepat melahap bangunan yang bermaterialkan kayu.

Baca Juga :  Bunda PAUD Kalbar Pinta Pokja Berinovasi

Disampaikan Kapolsek, sejumlah barang berharga seperti surat-surat penting juga ikut terbakar, karena tak bisa diselamatkan. Kemudian, dia menambahkan, terdapat satu unit sepeda motor, empat unit sepeda, emas kurang lebih 70 gram, satu unit laptop, serta padi hasil panen yang disimpan dalam rumah kurang lebih satu ton juga terbakar.

“Korban tak sempat menyelamatkan harta bendanya, namun seluruh keluarga berhasil keluar rumah saat peristiwa terjadi,” katanya. Atas musibah yang dialami warga tersebut, Kapolsek berpesan kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sejangkung, untuk lebih berhati-hati dan waspada agar terhindar dari kejadian tersebut. Dia memisalkan, dengan memeriksa kabel listrik yang terpasang di rumah, memastikan kompor sudah padam ketika akan keluar rumah. (fah)

Most Read

10 Mahasiswa Alami Luka, Dua Parah

Cegah Covid-19

Daerah Butuh OJK

Artikel Terbaru

/