alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Buka Peluang Perdagangan Antarpulau

SAMBAS—Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menyebutkan selain sudah dibukanya perdagangan antarnegara di PLBN Aruk, kini, perdagangan antarpulau pun terbuka lebar, lantaran kapal menghubungkan Kabupaten Sambas dengan sejumlah wilayah di Kepualauan Riau resmi beroperasi.

Disampaikan Atbah, beroperasinya KMP Bahtera Nusantara 01 lebih membuka peluang masyarakat Kabupaten Sambas untuk perdagangan antarpulau yang selama ini sudah terjalin. “Masyarakat Kabupaten Sambas harus bisa memanfaatkan peluang demi peluang yang ada, termasuk para pelaku usaha dengan beroperasinya sarana transportasi air yang menghubungkan Kabupaten Sambas dengan sejumlah wilayah di Kepulauan Riau,” kata Bupati Sambas.

Pemkab Sambas berharap adanya sarana transportasi ini, meningkatkan aksesibilitas hubungan antarpulau. Kemudian akan lebih membangkitkan gairah masyarakat dan pengusaha dalam perdagangan, mendistribusikan pruduk-produk asli Kabupaten Sambas ke luar daerah khususnya ke wilayah Kepri.

“Keberadaan sarana ini dimanfaatkan dengan harapan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pada khususnya dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas, terutama dimasa adaptasi kebiasaan baru (AKB) pandemi Covid-19 saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Bima Sakti Puji ‘Biak’ Sambas

Tak hanya itu, ke depannya kondisi ini menjadi pemicu usaha lainnya seperti industri kelapa, perikanan, industri gula dan sebagainya sehingga Kawasan Industri Semparuk (KIS) dapat dioptimalkan sebagai  kawasan industri. “Pemkab melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada sesuai kewenangannya, akan memberikan peranannya mendukung kemajuan sektor ekonomi,” katanya.

Misalnya, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas melakukan misi dagang bersama pengusaha ke Kepulauan Riau untuk mencari peluang pasar komoditi Sambas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Fery Madagaskar menyebutkan kapal yang sudah beroperasi, dapat mengangkut 19 kendaraan dengan bobot 20 ton dan 10 unit kendaraan roda empat serta penumpang 400 orang. Dimana memiliki dua rute, Tanjung Uban – Matak- Penagi Natuna- Serasan – Sintete (PP) dan Tanjung Uban – Tambelan – Sintete (PP).

“Bahkan pada 2022, Kementerian Perhubungan akan menambah satu unit kapal yang sama dan diharapkan Pelabuhan Sintete Kabupaten Sambas dapat menjadi home base,” kata Sekda.

Baca Juga :  Retribusi Sampah Warkop

Diceritakannya, terwujudnya Pelabuhan Sintete merupakan upaya yang banyak melibatkan institusi pemerintah mulai dari proses penetapan lokasi sampai pada pembangunan yang selesai pada 2017 dan dioperasikan pada 2020. Dan ini tak lepas juga peran Kementerian dan Dinas Perhubungan serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang berupaya mewujudkan program ini.

“Keberhasilan pengoperasian pelabuhan dan kapal sangat ditentukan permintaan pasar baik itu penumpang orang maupun barang, saya sangat pengharapkan pelayanan yang diberikan operator pelabuhan maupun operator kapal secara optimal kepada pengguna jasa,” katanya.

Ke depannya, diharapkan Pelabuhan Penyeberangan Sintete ini tidak hanya dapat disandari KMP Bahtera Nusantara 01, melainkan kapal-kapal laut lainnya yang tentunya harus diatur dengan peraturan tentang mekanisme sandar. Dalam hal ini BPTD bersama dengan KSOP, Pelni, Polair, KKP Sintete serta instansi terkait lainnya. (fah)

SAMBAS—Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menyebutkan selain sudah dibukanya perdagangan antarnegara di PLBN Aruk, kini, perdagangan antarpulau pun terbuka lebar, lantaran kapal menghubungkan Kabupaten Sambas dengan sejumlah wilayah di Kepualauan Riau resmi beroperasi.

Disampaikan Atbah, beroperasinya KMP Bahtera Nusantara 01 lebih membuka peluang masyarakat Kabupaten Sambas untuk perdagangan antarpulau yang selama ini sudah terjalin. “Masyarakat Kabupaten Sambas harus bisa memanfaatkan peluang demi peluang yang ada, termasuk para pelaku usaha dengan beroperasinya sarana transportasi air yang menghubungkan Kabupaten Sambas dengan sejumlah wilayah di Kepulauan Riau,” kata Bupati Sambas.

Pemkab Sambas berharap adanya sarana transportasi ini, meningkatkan aksesibilitas hubungan antarpulau. Kemudian akan lebih membangkitkan gairah masyarakat dan pengusaha dalam perdagangan, mendistribusikan pruduk-produk asli Kabupaten Sambas ke luar daerah khususnya ke wilayah Kepri.

“Keberadaan sarana ini dimanfaatkan dengan harapan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pada khususnya dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas, terutama dimasa adaptasi kebiasaan baru (AKB) pandemi Covid-19 saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Sekolah Haru Komit Terapkan Prokes

Tak hanya itu, ke depannya kondisi ini menjadi pemicu usaha lainnya seperti industri kelapa, perikanan, industri gula dan sebagainya sehingga Kawasan Industri Semparuk (KIS) dapat dioptimalkan sebagai  kawasan industri. “Pemkab melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada sesuai kewenangannya, akan memberikan peranannya mendukung kemajuan sektor ekonomi,” katanya.

Misalnya, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas melakukan misi dagang bersama pengusaha ke Kepulauan Riau untuk mencari peluang pasar komoditi Sambas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Fery Madagaskar menyebutkan kapal yang sudah beroperasi, dapat mengangkut 19 kendaraan dengan bobot 20 ton dan 10 unit kendaraan roda empat serta penumpang 400 orang. Dimana memiliki dua rute, Tanjung Uban – Matak- Penagi Natuna- Serasan – Sintete (PP) dan Tanjung Uban – Tambelan – Sintete (PP).

“Bahkan pada 2022, Kementerian Perhubungan akan menambah satu unit kapal yang sama dan diharapkan Pelabuhan Sintete Kabupaten Sambas dapat menjadi home base,” kata Sekda.

Baca Juga :  ASN Ikrarkan Netralitas Pilkada

Diceritakannya, terwujudnya Pelabuhan Sintete merupakan upaya yang banyak melibatkan institusi pemerintah mulai dari proses penetapan lokasi sampai pada pembangunan yang selesai pada 2017 dan dioperasikan pada 2020. Dan ini tak lepas juga peran Kementerian dan Dinas Perhubungan serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang berupaya mewujudkan program ini.

“Keberhasilan pengoperasian pelabuhan dan kapal sangat ditentukan permintaan pasar baik itu penumpang orang maupun barang, saya sangat pengharapkan pelayanan yang diberikan operator pelabuhan maupun operator kapal secara optimal kepada pengguna jasa,” katanya.

Ke depannya, diharapkan Pelabuhan Penyeberangan Sintete ini tidak hanya dapat disandari KMP Bahtera Nusantara 01, melainkan kapal-kapal laut lainnya yang tentunya harus diatur dengan peraturan tentang mekanisme sandar. Dalam hal ini BPTD bersama dengan KSOP, Pelni, Polair, KKP Sintete serta instansi terkait lainnya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/