alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Waduk Gunung Gajah Tak Jebol

Air Sempat Masuk Ke RSUD Pemangkat

SAMBAS—Penjabat Sementara Bupati Sambas Dr Syarif Kamaruzaman MSi langsung bertolak ke Pemangkat begitu mendengar adanya banjir yang disebabkan air pasang dan intensitas hujan tinggi di wilayah tersebut, Rabu (18/11) malam.

Didampingi Kepala pelaksana BPBD Sambas, Yudi, Danramil 1205/08 Pemangkat Kapten Inf Karyadi, Kapolsek Pemangkat AKP Raden Real, Danki 645GTY Pemangkat Lettu Inf Ikhwan mendatangi sejumlah lokasi. Mulai dari paggong atau waduk yang sempat viral karena tanggulnya jebol, yang setelah dicek kondisinya baik, bertemu dengan warga yang rumahnya terendam banjir, serta mengunjungi RSUD Pemangkat yang juga terdampak banjir.

Pjs Bupati Sambas di kesempatan itu mendatangi warga di Dusun Pagong Desa Gugah Sejahtera Kecamatan Pemangkat. “Ada warga yang rumahnya terkena terjangan air dari Gunung Gajah,” kata Kamaruzaman.

Rumah tersebut milik Ardisno yang beralamat di Jalan Sejahtera, Dusun Pagong RT1 RW005, Desa Gugah Sejahtera. Dimana bagian dinding belakang jebol, Ardisno mengalami luka dibagian tangan sebelah kanan akibat terkena serpihan kaca serta luka lecet di bagian dada akibat tertimpa dinding rumah.

Setelah itu,Pjs Bupati Sambas bersama rombongan meninjau RSUD Pemangkat, yang saat itu sejumlah ruang perawatan terendam banjir.

Dikesempatan tersebut, Pjs Bupati Sambas berharap kepada pihak terkait dalam hal ini BPBD Sambas, para camat, kepala desa untuk memantau kondisi di wilayahnya masing-masing. Kalau situasi tak memungkinkan, warga yang terkena banjir bisa diungsikan untuk keselamatan.

“Bukan saja Pemangkat, Saya sudah minta ke OPD terkait, untuk terus menyampaikan data dan informasi daerah-daerah mana saja di Kabupaten Sambas yang rawan banjir. Dan pihak terkait juga harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika situasi memburuk, ini demi keselamatan masyarakat Kabupaten Sambas,” katanya.

Baca Juga :  Banjir Kepung Bukit Segoler, 52 KK Diungsikan

Pihak RSUD Pemangkat, seperti yang disampaikan H Donnie membenarkan sejumlah ruangan di RSUD Pemangkat terendam banjir pada Rabu (19/11) malam. Diantaranya yang terendam di gedung lama seperti Ruang Bedah, Poli Fisioterapi, Poli TB Dots, sebagian selasar, IPFRS.

“Pelayanan sempat terganggu, bahkan karena ruangan terendam air, ada pasien yang akan dipindahkan ke ruang penyakit dalam yang tidak terkena banjir,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sambas Yudi sudah melakukan pengecekan terhadap kondisi tanggul paggong atau waduk di Gunung Gajah, Rabu (18/11) malam. Hasilnya, kondisinya baik dan tak jebol.

“Kami sudah cek langsung bersama Pjs Bupati Sambas, Kapolsek Pemangkat, Danramil Pemangkat, Danki Pemangkat. Jadi tanggul paggong tak ada yang jebol,” kata Yudi, Kamis (19/11) ditemui wartawan.

Lantas apa penyebab banjir yang terjadi di Kecamatan Pemangkat? Yudi menjelaskan pada Rabu (18/11) sore intensitas hujan yang terjadi lebat. Dan itu dibarengi dengan air pasang yang cukup tinggi, sehingga air yang melimpah itu menggenangi sejumlah ruas jalan dan sejumlah rumah warga.

Disampaikan Yudi, saat ini air pasang sedang berada di puncak atau sedang tinggi-tingginya. Kondisi ini biasanya akan berlangsung hingga tiga atau empat hari ke depan. “Ditambah lagi, saluran pembuangan air yang ada di paggong Gunung Gajah itu tersumbat. Sehingga air yang ada meluber. Sementara saluran pembuangan air di sekitar tak lancar membuang air, sehingga terjadilah banjir,” katanya.

Kondisi tersebut, cepat kembali normal seperti sedia kala setelah masyarakat berinisiatif membersihkan kayu yang menyumbat saluran pembuangan di paggong, serta parit yang ada di sekitar. “Pada pagi hari, kami sudah mendapatkan laporan kondisinya sudah normal. Memang ada satu rumah warga yang rusak dibagian belakang terkena terjangan air yang cukup deras dari Gunung Gajah,” katanya.

Baca Juga :  Banjir Rendam Kuala Behe, Warga Bantaran Sungai Diminta Waspada Banjir Susulan

Selain Pemangkat, banjir juga terjadi di Desa Serindang Kecamatan Tebas. Disampaikan Yudi, sesuai dengan laporan pihak kecamatan, air yang tinggi disebabkan intensitas hujan cukup tinggi ditambah lagi air kiriman dari hulu sungai yang berada di Bengkayang.

“Kami terus bangun komunikasi dengan pihak desa dan kecamatan berkaitan dengan kondisi banjir di Desa Serindang. Dan sesuai hasil laporan, air belum sempat masuk ke rumah sehingga masyarakat belum ada yang mengungsi,” katanya.

Di kesempatan itu, Yudi berharap di situasi sekarang, masyarakat terutama yang bermukim di tepian aliran sungai untuk tingkatkan kewaspadaan. Mengingat, laporan prakiraan BMKG, hujan lebat, angin puting beliung maupun tanah longsor akibat dampak siklus lanina bisa terjadi.

“Kami mengimbau ke masyarakat, berdasarkan BMKG adanya siklus lanina, yang ini berpotensi bencana seperti banjir, puting beliung dan tanah longsor, sehingga masyarakat  harus meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Terlebih, yang bermukim di tepian aliran sungai, sangat perlu mempersiapkan diri, simpan dokumen-dokumen pribadi yang penting di tempat yang aman. Perhatikan kelistrikan di rumah masing-masing, dan terpenting juga, lakukan kegiatan gotong royong membersihkan saluran pembuangan air.

“Perhatikan saluran pembuangan air atau selokan di lingkungan masing-masing. Berdasarkan pengalaman yang terjadi di Pemangkat ini harus menjadi perhatian, sudah saatnya memang saluran air dibersihkan, terutama di akhir tahun air pasang tinggi dibarengi curah hujan tinggi. Jika saluran air bersih maka genangan air bisa diminimalisir,” katanya. (fah)

 

Air Sempat Masuk Ke RSUD Pemangkat

SAMBAS—Penjabat Sementara Bupati Sambas Dr Syarif Kamaruzaman MSi langsung bertolak ke Pemangkat begitu mendengar adanya banjir yang disebabkan air pasang dan intensitas hujan tinggi di wilayah tersebut, Rabu (18/11) malam.

Didampingi Kepala pelaksana BPBD Sambas, Yudi, Danramil 1205/08 Pemangkat Kapten Inf Karyadi, Kapolsek Pemangkat AKP Raden Real, Danki 645GTY Pemangkat Lettu Inf Ikhwan mendatangi sejumlah lokasi. Mulai dari paggong atau waduk yang sempat viral karena tanggulnya jebol, yang setelah dicek kondisinya baik, bertemu dengan warga yang rumahnya terendam banjir, serta mengunjungi RSUD Pemangkat yang juga terdampak banjir.

Pjs Bupati Sambas di kesempatan itu mendatangi warga di Dusun Pagong Desa Gugah Sejahtera Kecamatan Pemangkat. “Ada warga yang rumahnya terkena terjangan air dari Gunung Gajah,” kata Kamaruzaman.

Rumah tersebut milik Ardisno yang beralamat di Jalan Sejahtera, Dusun Pagong RT1 RW005, Desa Gugah Sejahtera. Dimana bagian dinding belakang jebol, Ardisno mengalami luka dibagian tangan sebelah kanan akibat terkena serpihan kaca serta luka lecet di bagian dada akibat tertimpa dinding rumah.

Setelah itu,Pjs Bupati Sambas bersama rombongan meninjau RSUD Pemangkat, yang saat itu sejumlah ruang perawatan terendam banjir.

Dikesempatan tersebut, Pjs Bupati Sambas berharap kepada pihak terkait dalam hal ini BPBD Sambas, para camat, kepala desa untuk memantau kondisi di wilayahnya masing-masing. Kalau situasi tak memungkinkan, warga yang terkena banjir bisa diungsikan untuk keselamatan.

“Bukan saja Pemangkat, Saya sudah minta ke OPD terkait, untuk terus menyampaikan data dan informasi daerah-daerah mana saja di Kabupaten Sambas yang rawan banjir. Dan pihak terkait juga harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika situasi memburuk, ini demi keselamatan masyarakat Kabupaten Sambas,” katanya.

Baca Juga :  Banjir Dusun Sebukit Rama Mulai Mengkhawatirkan

Pihak RSUD Pemangkat, seperti yang disampaikan H Donnie membenarkan sejumlah ruangan di RSUD Pemangkat terendam banjir pada Rabu (19/11) malam. Diantaranya yang terendam di gedung lama seperti Ruang Bedah, Poli Fisioterapi, Poli TB Dots, sebagian selasar, IPFRS.

“Pelayanan sempat terganggu, bahkan karena ruangan terendam air, ada pasien yang akan dipindahkan ke ruang penyakit dalam yang tidak terkena banjir,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sambas Yudi sudah melakukan pengecekan terhadap kondisi tanggul paggong atau waduk di Gunung Gajah, Rabu (18/11) malam. Hasilnya, kondisinya baik dan tak jebol.

“Kami sudah cek langsung bersama Pjs Bupati Sambas, Kapolsek Pemangkat, Danramil Pemangkat, Danki Pemangkat. Jadi tanggul paggong tak ada yang jebol,” kata Yudi, Kamis (19/11) ditemui wartawan.

Lantas apa penyebab banjir yang terjadi di Kecamatan Pemangkat? Yudi menjelaskan pada Rabu (18/11) sore intensitas hujan yang terjadi lebat. Dan itu dibarengi dengan air pasang yang cukup tinggi, sehingga air yang melimpah itu menggenangi sejumlah ruas jalan dan sejumlah rumah warga.

Disampaikan Yudi, saat ini air pasang sedang berada di puncak atau sedang tinggi-tingginya. Kondisi ini biasanya akan berlangsung hingga tiga atau empat hari ke depan. “Ditambah lagi, saluran pembuangan air yang ada di paggong Gunung Gajah itu tersumbat. Sehingga air yang ada meluber. Sementara saluran pembuangan air di sekitar tak lancar membuang air, sehingga terjadilah banjir,” katanya.

Kondisi tersebut, cepat kembali normal seperti sedia kala setelah masyarakat berinisiatif membersihkan kayu yang menyumbat saluran pembuangan di paggong, serta parit yang ada di sekitar. “Pada pagi hari, kami sudah mendapatkan laporan kondisinya sudah normal. Memang ada satu rumah warga yang rusak dibagian belakang terkena terjangan air yang cukup deras dari Gunung Gajah,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Gandeng STTD Kemenhub

Selain Pemangkat, banjir juga terjadi di Desa Serindang Kecamatan Tebas. Disampaikan Yudi, sesuai dengan laporan pihak kecamatan, air yang tinggi disebabkan intensitas hujan cukup tinggi ditambah lagi air kiriman dari hulu sungai yang berada di Bengkayang.

“Kami terus bangun komunikasi dengan pihak desa dan kecamatan berkaitan dengan kondisi banjir di Desa Serindang. Dan sesuai hasil laporan, air belum sempat masuk ke rumah sehingga masyarakat belum ada yang mengungsi,” katanya.

Di kesempatan itu, Yudi berharap di situasi sekarang, masyarakat terutama yang bermukim di tepian aliran sungai untuk tingkatkan kewaspadaan. Mengingat, laporan prakiraan BMKG, hujan lebat, angin puting beliung maupun tanah longsor akibat dampak siklus lanina bisa terjadi.

“Kami mengimbau ke masyarakat, berdasarkan BMKG adanya siklus lanina, yang ini berpotensi bencana seperti banjir, puting beliung dan tanah longsor, sehingga masyarakat  harus meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Terlebih, yang bermukim di tepian aliran sungai, sangat perlu mempersiapkan diri, simpan dokumen-dokumen pribadi yang penting di tempat yang aman. Perhatikan kelistrikan di rumah masing-masing, dan terpenting juga, lakukan kegiatan gotong royong membersihkan saluran pembuangan air.

“Perhatikan saluran pembuangan air atau selokan di lingkungan masing-masing. Berdasarkan pengalaman yang terjadi di Pemangkat ini harus menjadi perhatian, sudah saatnya memang saluran air dibersihkan, terutama di akhir tahun air pasang tinggi dibarengi curah hujan tinggi. Jika saluran air bersih maka genangan air bisa diminimalisir,” katanya. (fah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/