alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Lompat ke Air Sebelum Kapal Terbalik

SAMBAS – Kapal feri penyeberangan KMP. Bili terguling di Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tekarang, Sabtu (20/2) sekitar pukul 14.00. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kepanikan melanda para penumpang. Teriakan histeris terdengar membahana.

Banyak penumpang yang memilih melompat ke air saat menyadari kapal mulai miring sebelum akhirnya terguling dan karam. Riko, salah satu penumpang misalnya. Ia panik dan terjun ke sungai untuk menyelamatkan diri. “Sekarang masih di lokasi, belum bisa balik ke Sambas,” kata Riko saat dihubungi tak lama setelah kejadian, Sabtu (20/2). Ia lantas menceritakan bagaimana kapal penyeberangan yang ditumpanginya itu tenggelam. Sekitar pukul 14.00 WIB, kapal Fery KMP Bili hampir tiba di Dermaga Tekarang setelah lepas jangkar dari Dermaga Tebas.

“Sudah sampai di dermaga sebelah Kecamatan Tekarang, air sudah masuk ke dalam kapal, sementara pintu untuk keluar masuk penumpang belum dibuka (karena belum sempurna berhentinya), namun dengan cepat kapal seperti miring. Banyak penumpang sudah mulai melompat ke air begitu miring, jadi saya ikut juga melompat,” katanya.

Saat itu, Riko dan beberapa penumpang tak lagi memedulikan kendaraan miliknya yang ikut diseberangkan.  “Motor saya tenggelam bersama kapal, karena saya melompat untuk menyelamatkan diri,” katanya. Riko menyebutkan, pada waktu kejadian nahas tersebut, KMP Bili dalam kondisi muatan penuh, baik itu truk yang membawa pasir, mobil, sepeda motor dan penumpang (orang).

Baca Juga :  Tes Usap Acak di Pusat Keramaian

Begitu mengetahui adanya kejadian ini, Tim SAR gabungan segera turun ke lokasi. “Kami dari Pos SAR Sintete, begitu mendapatkan kabar adanya kapal feri tenggelam, kami langsung meluncur ke lokasi,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi saat dikonfirmasi.

Tim Pos SAR Sintete bergerak menuju lokasi menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) dilengkapi peralatan medis, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, peralatan evakuasi, peralatan Selam termasuk APD Covid 19.

Bupati, Kapolres, Sekda Sambas, unsur TNI juga langsung meluncur ke tempat kejadian begitu mendengar kabar tentang kecelakaan ini. Saat di lokasi, rombongan bertemu dengan pejabat terkait di dermaga, termasuk berdialog dengan penumpang.

Mengenai korban jiwa, Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH memastikan tak ada korban jiwa atas musibah tersebut. Hanya kendaraan yang ada dalam kapal yang ikut tenggelam. “Data sementara, tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Saat ini petugas terkait terus melakukan pemeriksaan, pengecekan terkait dengan seluruh penumpang yang ada,” katanya.

Sesuai dengan pendataan petugas, jumlah penumpang KMP BIli sebanyak 73 orang dan awak kapal berjumlah 15 orang. Sedangkan muatan kendaraan terdiri dari 40 sepeda motor, dua mobil dan 11 truk. Para penumpang selamat, lantaran waktu feri terbalik hingga tenggelam tersebut membutuhkan sekitar 30 menit.

Baca Juga :  Jenazah di Jalan Kebun

“Data sementara, kendaraan-kendaraan yang ikut tenggelam terus didata pihak terkait, dan sekarang pihak terkait sedang menjalankan tugasnya masing-masing dalam penanganan musibah yang terjadi,” katanya.

Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry AP juga memastikan sesuai data yang dilakukan pihak terkait. Menurutnya, tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kapal itu dinakhodai Jeri dengan 14 Anak Buah Kapal (ABK).

“Saat itu kapal bermuatan mobil truk 11 unit bermuatan pasir dan batu giling, mobil engkel satu buah, mobil Innova satu buah. Kemudian sepeda motor 40 unit yang saat kejadian enam di antaranya bisa diselamatkan, sehingga masih ada 34 unit masih berada di dalam KMP Bili.

Dari data sementara penyebab kecelakaan, pada saat sandar tali tambat kapal terputus dan menyebabkan posisi kapal miring sehingga air masuk ke kapal. Ada pula dugaan kapal mengalami bocor sehingga air masuk terlebih dahulu sebelum kapal miring.

“Saat ini, sudah dibangun posko pendataan terhadap kerugian materiil milik korban di Polsek Tekarang yang berjarak sekitar 2 KM atau sekitar sepuluh menit dari dermaga,” katanya. Kapal penyeberangan merupakan tranportasi utama yang diandalkan masyarakat dari Kecamatan Tebas ke Kecamatan Tekarang atau Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Dengan tenggelamnya kapal ini maka kelancaran transportasi warga jadi tergangu. (fah)

SAMBAS – Kapal feri penyeberangan KMP. Bili terguling di Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tekarang, Sabtu (20/2) sekitar pukul 14.00. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kepanikan melanda para penumpang. Teriakan histeris terdengar membahana.

Banyak penumpang yang memilih melompat ke air saat menyadari kapal mulai miring sebelum akhirnya terguling dan karam. Riko, salah satu penumpang misalnya. Ia panik dan terjun ke sungai untuk menyelamatkan diri. “Sekarang masih di lokasi, belum bisa balik ke Sambas,” kata Riko saat dihubungi tak lama setelah kejadian, Sabtu (20/2). Ia lantas menceritakan bagaimana kapal penyeberangan yang ditumpanginya itu tenggelam. Sekitar pukul 14.00 WIB, kapal Fery KMP Bili hampir tiba di Dermaga Tekarang setelah lepas jangkar dari Dermaga Tebas.

“Sudah sampai di dermaga sebelah Kecamatan Tekarang, air sudah masuk ke dalam kapal, sementara pintu untuk keluar masuk penumpang belum dibuka (karena belum sempurna berhentinya), namun dengan cepat kapal seperti miring. Banyak penumpang sudah mulai melompat ke air begitu miring, jadi saya ikut juga melompat,” katanya.

Saat itu, Riko dan beberapa penumpang tak lagi memedulikan kendaraan miliknya yang ikut diseberangkan.  “Motor saya tenggelam bersama kapal, karena saya melompat untuk menyelamatkan diri,” katanya. Riko menyebutkan, pada waktu kejadian nahas tersebut, KMP Bili dalam kondisi muatan penuh, baik itu truk yang membawa pasir, mobil, sepeda motor dan penumpang (orang).

Baca Juga :  Tes Usap Acak di Pusat Keramaian

Begitu mengetahui adanya kejadian ini, Tim SAR gabungan segera turun ke lokasi. “Kami dari Pos SAR Sintete, begitu mendapatkan kabar adanya kapal feri tenggelam, kami langsung meluncur ke lokasi,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi saat dikonfirmasi.

Tim Pos SAR Sintete bergerak menuju lokasi menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) dilengkapi peralatan medis, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, peralatan evakuasi, peralatan Selam termasuk APD Covid 19.

Bupati, Kapolres, Sekda Sambas, unsur TNI juga langsung meluncur ke tempat kejadian begitu mendengar kabar tentang kecelakaan ini. Saat di lokasi, rombongan bertemu dengan pejabat terkait di dermaga, termasuk berdialog dengan penumpang.

Mengenai korban jiwa, Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH memastikan tak ada korban jiwa atas musibah tersebut. Hanya kendaraan yang ada dalam kapal yang ikut tenggelam. “Data sementara, tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Saat ini petugas terkait terus melakukan pemeriksaan, pengecekan terkait dengan seluruh penumpang yang ada,” katanya.

Sesuai dengan pendataan petugas, jumlah penumpang KMP BIli sebanyak 73 orang dan awak kapal berjumlah 15 orang. Sedangkan muatan kendaraan terdiri dari 40 sepeda motor, dua mobil dan 11 truk. Para penumpang selamat, lantaran waktu feri terbalik hingga tenggelam tersebut membutuhkan sekitar 30 menit.

Baca Juga :  Mendag Tonjolkan Daya Saing Produk Indonesia dalam Expo Dubai

“Data sementara, kendaraan-kendaraan yang ikut tenggelam terus didata pihak terkait, dan sekarang pihak terkait sedang menjalankan tugasnya masing-masing dalam penanganan musibah yang terjadi,” katanya.

Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry AP juga memastikan sesuai data yang dilakukan pihak terkait. Menurutnya, tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kapal itu dinakhodai Jeri dengan 14 Anak Buah Kapal (ABK).

“Saat itu kapal bermuatan mobil truk 11 unit bermuatan pasir dan batu giling, mobil engkel satu buah, mobil Innova satu buah. Kemudian sepeda motor 40 unit yang saat kejadian enam di antaranya bisa diselamatkan, sehingga masih ada 34 unit masih berada di dalam KMP Bili.

Dari data sementara penyebab kecelakaan, pada saat sandar tali tambat kapal terputus dan menyebabkan posisi kapal miring sehingga air masuk ke kapal. Ada pula dugaan kapal mengalami bocor sehingga air masuk terlebih dahulu sebelum kapal miring.

“Saat ini, sudah dibangun posko pendataan terhadap kerugian materiil milik korban di Polsek Tekarang yang berjarak sekitar 2 KM atau sekitar sepuluh menit dari dermaga,” katanya. Kapal penyeberangan merupakan tranportasi utama yang diandalkan masyarakat dari Kecamatan Tebas ke Kecamatan Tekarang atau Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Dengan tenggelamnya kapal ini maka kelancaran transportasi warga jadi tergangu. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/