alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Panggil Disdikbud Sambas, Pertanyakan Data Sekolah Rusak

SAMBAS—Komisi 4 DPRD Kabupaten Sambas dalam waktu dekat akan mengagendakan kegiatan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas. Hal ini menyikapi masih adanya bangunan Sekolah Dasar Negeri yang kondisinya perlu perhatian serius.

Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Sambas Anwari mengatakan, pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas. Salah satu hal yang akan dibahas, berkaitan dengan seperti apa pendataan yang dilakukan dinas tersebut terhadap kondisi bangunan sekolah.

“Kami baru-baru ini, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Tebas. Salah satunya mendatangi SD Negeri 1 Tebas di Desa Tebas Kuala, dimana kondisinya perlu perhatian dari pemerintah,” kata Anwari, Senin (20/7).

Berawal dari itulah, Komisi 4 DPRD Sambas akan meminta data, sebenarnya berapa sekolah yang perlu perhatian serius, misalnya kondisi bangunan rusak, ataupun kondisi lingkungan yang ada. Kemudian secara umum, apa saja yang sudah dilakukan dinas terkait dalam mengantisipasi adanya sekolah yang kondisinya memperihatinkan.

Baca Juga :  920 Ribu Kilogram Lebih Jatah Sambas

Pasalnya, seperti yang dilihat di SDN 1 Tebas. Bangunan sekolah perlu mendapatkan perhatian, terutama dua lokal kelas yang atap bocor, dek rusak dan jika hujan turun, anak-anak yang belajar di dalam kelas bisa basah.

“Belum lagi halaman sekolah yang becek, pagar sekolah belum ada, padahal SD tersebut merupakan sekolah tertua di daerah itu. Dan berdasarkan pengakuan tenaga pengajar, beberapa kali pengajuan perbaikan sudah disampaikan, pada 2017 sudah mengajukan, kemudian 2018, sempat ditinjau dinas pada 2019. Dan informasinya memang tahun depan sudah dianggarkan pembangunannya melalui DAK,” katanya.

Ini lokasi SD dekat dengan wilayah perkotaan. Dikhawatirkan, jika tak ada data update dilakukan di dinas terkait. Bisa saja sekolah-sekolah di pinggiran juga mengalami hal sama.

Baca Juga :  Sidang Isbat Hari Ini

“Kami di legislatif, khususnya Komisi 4 berharap, jika sudah ada data di dinas, pemetaan bisa dilakukan. Sehingga ke depannya, upaya-upaya dilakukan agar di Kabupaten Sambas tak ada sekolah yang bangunannya memperihatinkan, itu tujuan kami, bagaimana kami ingin mencari solusi ke depannya,” katanya.(fah)

SAMBAS—Komisi 4 DPRD Kabupaten Sambas dalam waktu dekat akan mengagendakan kegiatan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas. Hal ini menyikapi masih adanya bangunan Sekolah Dasar Negeri yang kondisinya perlu perhatian serius.

Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Sambas Anwari mengatakan, pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas. Salah satu hal yang akan dibahas, berkaitan dengan seperti apa pendataan yang dilakukan dinas tersebut terhadap kondisi bangunan sekolah.

“Kami baru-baru ini, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Tebas. Salah satunya mendatangi SD Negeri 1 Tebas di Desa Tebas Kuala, dimana kondisinya perlu perhatian dari pemerintah,” kata Anwari, Senin (20/7).

Berawal dari itulah, Komisi 4 DPRD Sambas akan meminta data, sebenarnya berapa sekolah yang perlu perhatian serius, misalnya kondisi bangunan rusak, ataupun kondisi lingkungan yang ada. Kemudian secara umum, apa saja yang sudah dilakukan dinas terkait dalam mengantisipasi adanya sekolah yang kondisinya memperihatinkan.

Baca Juga :  52 Anak Keluarga Kurang Mampu Dikhitan

Pasalnya, seperti yang dilihat di SDN 1 Tebas. Bangunan sekolah perlu mendapatkan perhatian, terutama dua lokal kelas yang atap bocor, dek rusak dan jika hujan turun, anak-anak yang belajar di dalam kelas bisa basah.

“Belum lagi halaman sekolah yang becek, pagar sekolah belum ada, padahal SD tersebut merupakan sekolah tertua di daerah itu. Dan berdasarkan pengakuan tenaga pengajar, beberapa kali pengajuan perbaikan sudah disampaikan, pada 2017 sudah mengajukan, kemudian 2018, sempat ditinjau dinas pada 2019. Dan informasinya memang tahun depan sudah dianggarkan pembangunannya melalui DAK,” katanya.

Ini lokasi SD dekat dengan wilayah perkotaan. Dikhawatirkan, jika tak ada data update dilakukan di dinas terkait. Bisa saja sekolah-sekolah di pinggiran juga mengalami hal sama.

Baca Juga :  Tersandung Kasus Narkoba, Ijab Kabul Dalam Tahanan

“Kami di legislatif, khususnya Komisi 4 berharap, jika sudah ada data di dinas, pemetaan bisa dilakukan. Sehingga ke depannya, upaya-upaya dilakukan agar di Kabupaten Sambas tak ada sekolah yang bangunannya memperihatinkan, itu tujuan kami, bagaimana kami ingin mencari solusi ke depannya,” katanya.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/