alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

BPN Sambas Harap Lahan Digarap

Paska Dilegalisasi, Dilanjut Acces Reform

SAMBAS – Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas bekerjasama dengan Pemkab Sambas mengadakan Penyuluhan pemberdayaan masyarakat paska legalisasi aset tahun 2020 bertempat di Desa Sungai Kelambu Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Rabu (19/08).

Pada kesempatan itu, hadir Yuliana Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Sambas. Kemudian mewakili Bupati Sambas hadir Asisten II Uray Heriansyah. Tampak juga beberapa pejabat perwakilan dari Dinas Pertanian, Diskumindag dan perwakilan BRI Tebas.

Disela kegiatan, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas, Yuliana mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan suatu rangkaian kegiatan progam strategis nasional dari Presiden RI, dimana legalisasi aset harus diikuti oleh acces reform-nya.

“Jadi khususnya di Sungai Kelambu juga ada sertifikasi PTSL 2020. Seperti yang diinstruksi oleh bapak Presiden Jokowi, setelah sertifikasi lahan, harus ada tindak lanjut dari itu, bagaimana agar sertifikat itu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat termasuk yang telah kita laksanakan di Sungai Kelambu ini,” kata dia.

Lebih lanjut ungkap Yuliana mengingatkan, sertifikat yang telah dibuat dan diserahkan oleh BPN jangan sampai hanya disimpan dibawah bantal saja, dan lahannya jangan jadi lahan tidur tapi  juga harus diproduktifkan.

“Nah disinilah kita dari BPN menindaklanjutinya melakukan tindakan sinergi dengan Pemerintah daerah setempat, dengan beberapa pihak terkait dengan pemberdayaan masyarakat,  misal lembaga pembiayaan, pendampingan usaha dan penyuluhan pertanian, serta Pemkab Sambas sebagai pemegang otoritas daerahnya, tujuannya kita adalah bersinergi bersama-sama meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memaksimalkan potensi sumber daya masyarakat dan potensi lahan yang telah disertifikasi tersebut untuk dikelola, agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat” ungkapYuliana lagi.

Baca Juga :  Datangkan Narsum dari Bali, Dukung Wisata Sambas

Dalam kesempatan sama, Asisten II Pemkab Sambas Uray Heriansyah juga sangat mendukung dan menyampaikan rasa kagumnya dengan gebrakan yang dilakukan oleh BPN Kabupaten Sambas. “Masyarakat Sungai Kelambu patut bersyukur dan memanfaatkan momentum ini karena bukan secara kebetulan terpilih sebagai desa yang mendapatkan program PTSL 2020, tentu ada kriteria penilaian tersendiri dari BPN memilih Desa Sungai Kelambu mendapatkan program ini. Saya mewakili Bupati, bersama Dinas Pertanian dan Dinas Perindagkop Kabupaten Sambas tentu sangat mendukung kolaborasi lintas sektor dalam program pemberdayaan lahan dan mengangkat perekonomian masyarakat,” imbuhnya lagi.

Kemudian kata dia lagi, khususnya di sungai Kelambu ini, bisa dilihat telah dilakukan pemberdayaan lahan dan pekarangan rumah oleh Kepala Desa bersama perangkatnya dengan budidaya sayur hidroponik yang ditumpangsarikan dengan kolam ikan di beberapa lokasi lahan dan pekarangan rumah warga. Ini merupakan terobosan bagus dalam upaya menciptakan ketahanan pangan masyarakat,” ungkap Uray Heriansyah lagi.

Baca Juga :  Swab Warga Tak Bermasker, Sambas Temukan 4 Warga Positif

Suharno, Kepala Desa Sungai Kelambu mengatakan, bahwa dia bersama jajarannya sudah mempersiapkan 5 kelompok usaha di setiap RT, dengan jumlah 15 RT yang ada di Desa Sungai Kelambu.  “Izinkan saya selaku Kepala Desa, mewakili Seluruh Masyarakat Sungai Kelambu mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri ATR/BPN RI dengan Program Prioritas Nasional PTSL 2020 disertai Pemberdayaan Masyarakat melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas. Kita upayakan Desa Sungai Kelambu menjadi desa pilot project. Tentu menjadi suatu kebangaan tersendiri bagi kami, jika mampu merealisasikannya dan memiliki ikon produk unggulan desa,” tutup Suharno.

Kegiatan penyuluhan ini diawali dengan pengarahan dari Kepala BPN Kabupaten Sambas, pengarahan dari Asisten II, Dinas Pertanian, Dinas Perindagkop, dan dari BRI Kecamatan Tebas. Usai itu, dilanjutkan dengan peninjauan ke salah satu lokasi pertanian hidroponik dan kolam ikan, sekitar 500 meter dari Kantor Desa Sungai Kelambu Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.(fah)

 

Paska Dilegalisasi, Dilanjut Acces Reform

SAMBAS – Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas bekerjasama dengan Pemkab Sambas mengadakan Penyuluhan pemberdayaan masyarakat paska legalisasi aset tahun 2020 bertempat di Desa Sungai Kelambu Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Rabu (19/08).

Pada kesempatan itu, hadir Yuliana Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Sambas. Kemudian mewakili Bupati Sambas hadir Asisten II Uray Heriansyah. Tampak juga beberapa pejabat perwakilan dari Dinas Pertanian, Diskumindag dan perwakilan BRI Tebas.

Disela kegiatan, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas, Yuliana mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan suatu rangkaian kegiatan progam strategis nasional dari Presiden RI, dimana legalisasi aset harus diikuti oleh acces reform-nya.

“Jadi khususnya di Sungai Kelambu juga ada sertifikasi PTSL 2020. Seperti yang diinstruksi oleh bapak Presiden Jokowi, setelah sertifikasi lahan, harus ada tindak lanjut dari itu, bagaimana agar sertifikat itu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat termasuk yang telah kita laksanakan di Sungai Kelambu ini,” kata dia.

Lebih lanjut ungkap Yuliana mengingatkan, sertifikat yang telah dibuat dan diserahkan oleh BPN jangan sampai hanya disimpan dibawah bantal saja, dan lahannya jangan jadi lahan tidur tapi  juga harus diproduktifkan.

“Nah disinilah kita dari BPN menindaklanjutinya melakukan tindakan sinergi dengan Pemerintah daerah setempat, dengan beberapa pihak terkait dengan pemberdayaan masyarakat,  misal lembaga pembiayaan, pendampingan usaha dan penyuluhan pertanian, serta Pemkab Sambas sebagai pemegang otoritas daerahnya, tujuannya kita adalah bersinergi bersama-sama meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memaksimalkan potensi sumber daya masyarakat dan potensi lahan yang telah disertifikasi tersebut untuk dikelola, agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat” ungkapYuliana lagi.

Baca Juga :   Sosialisasikan Lima Raperda

Dalam kesempatan sama, Asisten II Pemkab Sambas Uray Heriansyah juga sangat mendukung dan menyampaikan rasa kagumnya dengan gebrakan yang dilakukan oleh BPN Kabupaten Sambas. “Masyarakat Sungai Kelambu patut bersyukur dan memanfaatkan momentum ini karena bukan secara kebetulan terpilih sebagai desa yang mendapatkan program PTSL 2020, tentu ada kriteria penilaian tersendiri dari BPN memilih Desa Sungai Kelambu mendapatkan program ini. Saya mewakili Bupati, bersama Dinas Pertanian dan Dinas Perindagkop Kabupaten Sambas tentu sangat mendukung kolaborasi lintas sektor dalam program pemberdayaan lahan dan mengangkat perekonomian masyarakat,” imbuhnya lagi.

Kemudian kata dia lagi, khususnya di sungai Kelambu ini, bisa dilihat telah dilakukan pemberdayaan lahan dan pekarangan rumah oleh Kepala Desa bersama perangkatnya dengan budidaya sayur hidroponik yang ditumpangsarikan dengan kolam ikan di beberapa lokasi lahan dan pekarangan rumah warga. Ini merupakan terobosan bagus dalam upaya menciptakan ketahanan pangan masyarakat,” ungkap Uray Heriansyah lagi.

Baca Juga :  Bayi Reaktif, Dirawat di RSUD Pemangkat

Suharno, Kepala Desa Sungai Kelambu mengatakan, bahwa dia bersama jajarannya sudah mempersiapkan 5 kelompok usaha di setiap RT, dengan jumlah 15 RT yang ada di Desa Sungai Kelambu.  “Izinkan saya selaku Kepala Desa, mewakili Seluruh Masyarakat Sungai Kelambu mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri ATR/BPN RI dengan Program Prioritas Nasional PTSL 2020 disertai Pemberdayaan Masyarakat melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas. Kita upayakan Desa Sungai Kelambu menjadi desa pilot project. Tentu menjadi suatu kebangaan tersendiri bagi kami, jika mampu merealisasikannya dan memiliki ikon produk unggulan desa,” tutup Suharno.

Kegiatan penyuluhan ini diawali dengan pengarahan dari Kepala BPN Kabupaten Sambas, pengarahan dari Asisten II, Dinas Pertanian, Dinas Perindagkop, dan dari BRI Kecamatan Tebas. Usai itu, dilanjutkan dengan peninjauan ke salah satu lokasi pertanian hidroponik dan kolam ikan, sekitar 500 meter dari Kantor Desa Sungai Kelambu Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.(fah)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/