alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Lima Hari Karantina Bagi Pelintas PLBN Aruk

SAMBAS – Pelintas yang masuk ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, akan diisolasi atau karantina selama lima hari. Kebijakan ini sudah diterapkan dalam rangka pengendalian penyebaran wabah Covid 19.

Dalam upaya pemantauan pelaksanaan ketentuan tersebut, pada Sabtu (20/3), Bupati H Atbah Romin Suhaili Lc MH, Wakil Bupati Hj Hairiah SH MH serta Sekda Sambas bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Sambas, ke PLBN Aruk Sajingan Besar. Kunjungan ini dalam rangka pengecekan sarana dan prasarana sebagai kesiapan pendukung dalam penerapan kebijakan karantina lima hari pelintas yang masuk melalui PLBN Aruk.

Dandim 1208 Sambas,  Komandan Kodim 1208 Sambas, Letkol Inf Setyo Budiyono SH M Tr Han menyebutkan, setelah penunjukkan sebagai Komandan Satgas Khusus Penanganan Covid-19 di perbatasan.

Pangdam II/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad memberikan perintah kepada jajarannya bersama pihak terkait di daerah, untuk segera melakukan pengecekan kesiapan penerapan karantina lima hari pelintas di PLBN Aruk.

“Setelah mendapatkan perintah, kami di Kabupaten Sambas, bersama pemerintah, Polri serta jajaran terkait lainnya, melakukan pengecekan sebagai upaya pemberlakukan kebijakan karantina lima hari,” kata Dandim 1208 Sambas.

Baca Juga :  Gabsis Ikut Piala Soeratin Nasional

Hasilnya, untuk tempat atau ruangan karantina termasuk logistik sudah disiapkan. “Karantina lima hari di PLBN Aruk diterapkan sejak Sabtu (20/3) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Dan kami sudah siapkan seluruh sarana dan prasarana, tempat maupun logistik,” katanya.

Penerapan ini diberlakukan kepada seluruh pelintas yang masuk melalui PLBN Aruk. Selama karantina, akan dilakukan pemeriksaan. Jika dinyatakan negatif, setelah lima hari akan diberikan izin pulang ke tempat tujuannya masing-masing. Bahkan kebijakan ini, juga akan diberlakukan ketika Ramadan dan Idulfitri 2021 atau melihat kondisi wabah covid 19.

“Kalau positif, pelintas tersebut akan diperiksa lebih lanjut termasuk tambahan waktu karantina. Sementara jika negatif, hanya lima hari karantina diberlakukan,” kata Dandim. Pemeriksaan kesehatan, juga sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH menyatakan saat ini di PLBN Aruk sudah diberlakukan karantina atau isolasi bagi seluruh pelintas yang berasal dari Malaysia.

Kebijakan ini diberlakukan setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus Penanganan Covid-19 di perbatasan dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalbar Nomor 250/BPBD/2021 per Jumat (19/3) kemarin. Komandan Satgas Khusus Penanganan Covid-19 di perbatasan ini dipimpin oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Baca Juga :  Kades Disabet Parang, Alami Luka-luka Robek

“Semua pelintas akan diisolasi, di karantina, dan dalam penerapan kebijakan, sudah disiapkan segala sesuatunya,” kata Bupati Sambas. Diberlakukannya kebijakan ini, diharapkan menjadi pemahaman semua pihak, terutama kerabat, saudara ataupun warga Negara Indonesia (WNI) yang akan melalui PLBN Aruk dari Malaysia.

“Terutama warga yang di Serawak Malaysia atau siapapun sebelum kembali ke Indonesia lewat PLBN Aruk, lakukan swab PCR yang berlaku tiga hari, ini akan mempermudah kepulangan mereka ke daerah masing-masing di Indonesia,” katanya.

Satgas perbatasan, memiliki tugas mengawasi semua WNI yang kembali ke wilayah Indonesia. Selain WNI, juga WNA yang akan masuk ke wilayah Indonesia. Adapun sesuai ketentuan baik WNI maupun WNA harus mengantongi persyaratan wajib negatif tes usap (swab) PCR hasil pemeriksaan maksimal tiga kali 24 jam. Kemudian setelah masuk di wilayah Indonesia, mereka semua tetap harus menjalani karantina selama lima kali 24 jam. (fah)

SAMBAS – Pelintas yang masuk ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, akan diisolasi atau karantina selama lima hari. Kebijakan ini sudah diterapkan dalam rangka pengendalian penyebaran wabah Covid 19.

Dalam upaya pemantauan pelaksanaan ketentuan tersebut, pada Sabtu (20/3), Bupati H Atbah Romin Suhaili Lc MH, Wakil Bupati Hj Hairiah SH MH serta Sekda Sambas bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Sambas, ke PLBN Aruk Sajingan Besar. Kunjungan ini dalam rangka pengecekan sarana dan prasarana sebagai kesiapan pendukung dalam penerapan kebijakan karantina lima hari pelintas yang masuk melalui PLBN Aruk.

Dandim 1208 Sambas,  Komandan Kodim 1208 Sambas, Letkol Inf Setyo Budiyono SH M Tr Han menyebutkan, setelah penunjukkan sebagai Komandan Satgas Khusus Penanganan Covid-19 di perbatasan.

Pangdam II/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad memberikan perintah kepada jajarannya bersama pihak terkait di daerah, untuk segera melakukan pengecekan kesiapan penerapan karantina lima hari pelintas di PLBN Aruk.

“Setelah mendapatkan perintah, kami di Kabupaten Sambas, bersama pemerintah, Polri serta jajaran terkait lainnya, melakukan pengecekan sebagai upaya pemberlakukan kebijakan karantina lima hari,” kata Dandim 1208 Sambas.

Baca Juga :  PLBN Aruk Waspadai Virus Wuhan

Hasilnya, untuk tempat atau ruangan karantina termasuk logistik sudah disiapkan. “Karantina lima hari di PLBN Aruk diterapkan sejak Sabtu (20/3) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Dan kami sudah siapkan seluruh sarana dan prasarana, tempat maupun logistik,” katanya.

Penerapan ini diberlakukan kepada seluruh pelintas yang masuk melalui PLBN Aruk. Selama karantina, akan dilakukan pemeriksaan. Jika dinyatakan negatif, setelah lima hari akan diberikan izin pulang ke tempat tujuannya masing-masing. Bahkan kebijakan ini, juga akan diberlakukan ketika Ramadan dan Idulfitri 2021 atau melihat kondisi wabah covid 19.

“Kalau positif, pelintas tersebut akan diperiksa lebih lanjut termasuk tambahan waktu karantina. Sementara jika negatif, hanya lima hari karantina diberlakukan,” kata Dandim. Pemeriksaan kesehatan, juga sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH menyatakan saat ini di PLBN Aruk sudah diberlakukan karantina atau isolasi bagi seluruh pelintas yang berasal dari Malaysia.

Kebijakan ini diberlakukan setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus Penanganan Covid-19 di perbatasan dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalbar Nomor 250/BPBD/2021 per Jumat (19/3) kemarin. Komandan Satgas Khusus Penanganan Covid-19 di perbatasan ini dipimpin oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Baca Juga :  Tanpa Rencana, Midji Tinjau PLBN Aruk Tengah Malam

“Semua pelintas akan diisolasi, di karantina, dan dalam penerapan kebijakan, sudah disiapkan segala sesuatunya,” kata Bupati Sambas. Diberlakukannya kebijakan ini, diharapkan menjadi pemahaman semua pihak, terutama kerabat, saudara ataupun warga Negara Indonesia (WNI) yang akan melalui PLBN Aruk dari Malaysia.

“Terutama warga yang di Serawak Malaysia atau siapapun sebelum kembali ke Indonesia lewat PLBN Aruk, lakukan swab PCR yang berlaku tiga hari, ini akan mempermudah kepulangan mereka ke daerah masing-masing di Indonesia,” katanya.

Satgas perbatasan, memiliki tugas mengawasi semua WNI yang kembali ke wilayah Indonesia. Selain WNI, juga WNA yang akan masuk ke wilayah Indonesia. Adapun sesuai ketentuan baik WNI maupun WNA harus mengantongi persyaratan wajib negatif tes usap (swab) PCR hasil pemeriksaan maksimal tiga kali 24 jam. Kemudian setelah masuk di wilayah Indonesia, mereka semua tetap harus menjalani karantina selama lima kali 24 jam. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/