alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Sikapi Penghentian Penyeberangan Sekura, DPRD Sowan ke Kemenhub RI

SAMBAS – Tak lagi beroperasinya Kapal penyeberangan Tanjung Harapan – Teluk Kalong Sekura Kecamatan Teluk Keramat, menjadi hal yang didiskusikan Anggota DPRD dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI di Jakarta.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ir H Arifidiar MH bertemu dan berdialog dengan Direktur Transportasi Sungai Danau Dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan RI, Ir Junaidi dan jajarannya. Hadir juga pihak ASPD, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IX Kalbar dan Kadis Perhubungan Kabupaten Sambas, Jalil Muhammad.

“Kami ke Kantor Kementerian Perhubungan menyikapi kondisi terkini Ferry Angkutan Penyeberangan Tanjung Harapan – Teluk Kalong di Desa Sekura Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Dimana sejak akses jalan melalui Jembatan Bantanan sudah terbangun dengan baik, berdampak siginifikan pada jumlah warga pengguna jasa penyeberangan  tersebut,” kata politisi Golkar Sambas ini.

Berdasar informasi pengelola kapal ferry penyeberangan, adanya kondisi tersebut, terjadi penurunan pengguna jasa layanan. Sehingga berdampak pada kepentingan operasional kapal penyeberangan. “Hal inilah yang coba DPRD Komunikasikan ke Kementerian Perhubungan, agar Kapal penyeberangan di titik Sekura itu tetap bisa beroperasi, melayani warga,” kata Arifidiar yang akrab disapa Haji Dede ini.

Baca Juga :  Penentuan 1 Ramadan 1443 H Tunggu Hasil Sidang Isbat yang Digelar 1 April

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo mengatakan keberadaan Kapal Ferry Penyebrangan di Desa Sekura masih sangat diperlukan warga.

“Memang sudah ada jalur alternatif, yakni akses jalan yang melalui Semantir dan Jembatan Bantanan. Tapi selaku warga sekitar dan wakil rakyat dari daerah pemilihan tersebut serta aspirasi masyarakat ke saya, mereka sangat mengharapkan Kapal Ferry penyeberangan tetap beroperasi, karena jalurnya perjalanan mereka lebih ringkas,” katanya.

Pihak DPRD Kabupaten Sambas, sebutnya, bersama Dinas terkait telah melakukan kunjungan ke Perwakilan Kemenhub dan ASDP di tingkat Provinsi Kalbar, sehingga didapati beberapa kesepakatan. Diantaranya penundaan ditutupnya operasional kapal Ferry Penyebrangan di Sekura. “Awal tahun, DPRD bersama instansi terkait sudah melakukan komunikasi, dan disepakati ditunda hingga pertengahan tahun ini sambil dicarikan solusi terbaiknya. Nah ini DPRD kembali mengupayakan hingga ke Kementerian,” katanya.

Baca Juga :  Dalam Pengerjaan, Proyek Jembatan Rp4,03 Miliar Roboh

Dalam paparannya dihadapan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas dan rombongan, Direktur Transportasi Sungai Danau Dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan RI, Ir Junaidi menyampaikan kondisi Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan yang ada diseluruh Indonesia, sebelum membahas secara khusus yang ada di Kabupaten Sambas. Berdasar data dan informasi di Kementerian, bisa dirumuskan beberapa solusi untuk menindaklanjuti apa yang menjadi perhatian DPRD Kabupaten Sambas. Unit teknis Kemenhub juga sudah menyampaikan beberapa kondisi yang nantinya bisa menjadi solusi terbaik bagi semua.

Kadis Perhubungan Kabupaten Sambas, Jalil Muhammad menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sambas telah mengirimkan permohonan kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan operasional penyeberangan di Sekura. Perlu dilakukan analisa baru dalam menentukan apakah nantinya memang harus dihentikan atau tetap bisa dilanjutkan operasionalnya.

“Sesuai data 2019, 2020 dan 2021, memang terjadi penurunan penggunaan jasa layanan penyeberangan di Desa Sekura, dan tahun-tahun tersebut memang kondisinya sedang pandemic covid 19, sehingga adanya pembatasan dari pemerintah berkurangnya aktivitas masyarakat termasuk dalam bepergian,” kata Jalil. (fah)

SAMBAS – Tak lagi beroperasinya Kapal penyeberangan Tanjung Harapan – Teluk Kalong Sekura Kecamatan Teluk Keramat, menjadi hal yang didiskusikan Anggota DPRD dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI di Jakarta.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ir H Arifidiar MH bertemu dan berdialog dengan Direktur Transportasi Sungai Danau Dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan RI, Ir Junaidi dan jajarannya. Hadir juga pihak ASPD, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IX Kalbar dan Kadis Perhubungan Kabupaten Sambas, Jalil Muhammad.

“Kami ke Kantor Kementerian Perhubungan menyikapi kondisi terkini Ferry Angkutan Penyeberangan Tanjung Harapan – Teluk Kalong di Desa Sekura Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Dimana sejak akses jalan melalui Jembatan Bantanan sudah terbangun dengan baik, berdampak siginifikan pada jumlah warga pengguna jasa penyeberangan  tersebut,” kata politisi Golkar Sambas ini.

Berdasar informasi pengelola kapal ferry penyeberangan, adanya kondisi tersebut, terjadi penurunan pengguna jasa layanan. Sehingga berdampak pada kepentingan operasional kapal penyeberangan. “Hal inilah yang coba DPRD Komunikasikan ke Kementerian Perhubungan, agar Kapal penyeberangan di titik Sekura itu tetap bisa beroperasi, melayani warga,” kata Arifidiar yang akrab disapa Haji Dede ini.

Baca Juga :  Tak Kenal Lelah, Pemkab Sambas Cegah Covid-19

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo mengatakan keberadaan Kapal Ferry Penyebrangan di Desa Sekura masih sangat diperlukan warga.

“Memang sudah ada jalur alternatif, yakni akses jalan yang melalui Semantir dan Jembatan Bantanan. Tapi selaku warga sekitar dan wakil rakyat dari daerah pemilihan tersebut serta aspirasi masyarakat ke saya, mereka sangat mengharapkan Kapal Ferry penyeberangan tetap beroperasi, karena jalurnya perjalanan mereka lebih ringkas,” katanya.

Pihak DPRD Kabupaten Sambas, sebutnya, bersama Dinas terkait telah melakukan kunjungan ke Perwakilan Kemenhub dan ASDP di tingkat Provinsi Kalbar, sehingga didapati beberapa kesepakatan. Diantaranya penundaan ditutupnya operasional kapal Ferry Penyebrangan di Sekura. “Awal tahun, DPRD bersama instansi terkait sudah melakukan komunikasi, dan disepakati ditunda hingga pertengahan tahun ini sambil dicarikan solusi terbaiknya. Nah ini DPRD kembali mengupayakan hingga ke Kementerian,” katanya.

Baca Juga :  Penentuan 1 Ramadan 1443 H Tunggu Hasil Sidang Isbat yang Digelar 1 April

Dalam paparannya dihadapan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas dan rombongan, Direktur Transportasi Sungai Danau Dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan RI, Ir Junaidi menyampaikan kondisi Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan yang ada diseluruh Indonesia, sebelum membahas secara khusus yang ada di Kabupaten Sambas. Berdasar data dan informasi di Kementerian, bisa dirumuskan beberapa solusi untuk menindaklanjuti apa yang menjadi perhatian DPRD Kabupaten Sambas. Unit teknis Kemenhub juga sudah menyampaikan beberapa kondisi yang nantinya bisa menjadi solusi terbaik bagi semua.

Kadis Perhubungan Kabupaten Sambas, Jalil Muhammad menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sambas telah mengirimkan permohonan kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan operasional penyeberangan di Sekura. Perlu dilakukan analisa baru dalam menentukan apakah nantinya memang harus dihentikan atau tetap bisa dilanjutkan operasionalnya.

“Sesuai data 2019, 2020 dan 2021, memang terjadi penurunan penggunaan jasa layanan penyeberangan di Desa Sekura, dan tahun-tahun tersebut memang kondisinya sedang pandemic covid 19, sehingga adanya pembatasan dari pemerintah berkurangnya aktivitas masyarakat termasuk dalam bepergian,” kata Jalil. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/