alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Kelenteng Termegah di Sambas Diresmikan, Bisa Jadi Tempat Wisata

SAMBAS – Kelenteng terbesar dan termegah di Sambas yakni Sam Bong Dja diresmikan penggunaannya oleh Bupati Sambas, H Satono, Senin (22/11). Selain tempat ibadat, bangunan tersebut dirancang untuk daya tarik wisatawan.

Ketua Yayasan Fogoromas Jakarta, Budiyanto mengatakan sebagai warga Kabupaten Sambas yang sekarang sudah bermukim di Jakarta, berkeinginan menjadikan bangunan Kelenteng Sam Bong Dja tak hanya sebagai tempat ibadat. Melainkan bisa menjadi daya tarik wisata.

“Fogoromas, sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Sambas, ingin berpartisipasi membangun tanah kelahiran. Kami juga terus promosikan Kabupaten Sambas, terkait dengan potensi budaya, dan sekarang kelenteng Sam Bong Dja ini, selain tempat ibadat, bisa menjadi tempat yang menarik dikunjungi,” katanya.

Baca Juga :  Pelayanan KB DAS; Camat Meliau Minta Dua Kali Dalam Setahun

Bahkan kedepannya, Fogoromas juga akan membangun sejumlah sarana di sekitar Kelenteng Sam Bong Dja, mulai dari jembatan yang akan menghubungkan taman wisata yang disitu ada warung kopi maupun kafe. Selanjutnya, akan dibangun dermaga yang nantinya akan menjadi tempat singgah kapal wisata dengan rute Keraton Sambas – Kelenteng Sam Bong Dja.

“Dermaga nanti rencana kami bangun, yang nantinya awal diserahkan ke warga setempat yang ingin menyewakan perahunya, tapi jika tak ada nanti Fogoromas yang akan membuat,” katanya.
Namun langkah awal, pihaknya berharap dukungan pemerintah untuk perbaikan aliran sungai dan kebersihannya.

Ketua Panitia peresmian, Yakob Pujana menyebutkan, Kelenteng ini merupakan pindahan kelenteng yang terbakar pada 1967 di kawasan Pasar Sambar. Lantas pada sekitar 2003 atau delapan tahun yang lalu, dimulai pembangunan Kelenteng Sam Bong Dja di Jalan Tabrani atau dekat Taman Melur (CNN).

Baca Juga :  Skema Subsidi Gas Melon Akan Diubah

“Yayasan Fogoromas kemudian membangun kelenteng Sam Bong Dja, dimulai pada sekitar 2003, dengan penimbunan yang memerlukan material cukup banyak, karena lokasinya adalah rawa,” katanya.

Setelah penimbunan, sekitar empat tahun diperlukan untuk membangun bangunan utama kelenteng. Namun karena pandemi, dua tahun tertunda untuk diresmikan.

“Jadi kurang lebih delapan tahun, hingga Kelenteng Sam Bong Dja sekarang ini diresmikan,” katanya. (fah)

SAMBAS – Kelenteng terbesar dan termegah di Sambas yakni Sam Bong Dja diresmikan penggunaannya oleh Bupati Sambas, H Satono, Senin (22/11). Selain tempat ibadat, bangunan tersebut dirancang untuk daya tarik wisatawan.

Ketua Yayasan Fogoromas Jakarta, Budiyanto mengatakan sebagai warga Kabupaten Sambas yang sekarang sudah bermukim di Jakarta, berkeinginan menjadikan bangunan Kelenteng Sam Bong Dja tak hanya sebagai tempat ibadat. Melainkan bisa menjadi daya tarik wisata.

“Fogoromas, sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Sambas, ingin berpartisipasi membangun tanah kelahiran. Kami juga terus promosikan Kabupaten Sambas, terkait dengan potensi budaya, dan sekarang kelenteng Sam Bong Dja ini, selain tempat ibadat, bisa menjadi tempat yang menarik dikunjungi,” katanya.

Baca Juga :  Gempa Mamuju Telan Korban Jiwa, Akses Jalan Utama Putus

Bahkan kedepannya, Fogoromas juga akan membangun sejumlah sarana di sekitar Kelenteng Sam Bong Dja, mulai dari jembatan yang akan menghubungkan taman wisata yang disitu ada warung kopi maupun kafe. Selanjutnya, akan dibangun dermaga yang nantinya akan menjadi tempat singgah kapal wisata dengan rute Keraton Sambas – Kelenteng Sam Bong Dja.

“Dermaga nanti rencana kami bangun, yang nantinya awal diserahkan ke warga setempat yang ingin menyewakan perahunya, tapi jika tak ada nanti Fogoromas yang akan membuat,” katanya.
Namun langkah awal, pihaknya berharap dukungan pemerintah untuk perbaikan aliran sungai dan kebersihannya.

Ketua Panitia peresmian, Yakob Pujana menyebutkan, Kelenteng ini merupakan pindahan kelenteng yang terbakar pada 1967 di kawasan Pasar Sambar. Lantas pada sekitar 2003 atau delapan tahun yang lalu, dimulai pembangunan Kelenteng Sam Bong Dja di Jalan Tabrani atau dekat Taman Melur (CNN).

Baca Juga :  Skema Subsidi Gas Melon Akan Diubah

“Yayasan Fogoromas kemudian membangun kelenteng Sam Bong Dja, dimulai pada sekitar 2003, dengan penimbunan yang memerlukan material cukup banyak, karena lokasinya adalah rawa,” katanya.

Setelah penimbunan, sekitar empat tahun diperlukan untuk membangun bangunan utama kelenteng. Namun karena pandemi, dua tahun tertunda untuk diresmikan.

“Jadi kurang lebih delapan tahun, hingga Kelenteng Sam Bong Dja sekarang ini diresmikan,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/