alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

16 Orang dan Satu Anak 5 Tahun Diamankan

SAMBAS-Polsek Sajingan Besar Polres Sambas, ungkap dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang. Dua orang diamankan yakni SR (46) warga Kabupaten Sambas dan AD (33) warga Pontianak.

Kapolres Sambas melalui Kapolsek Sajingan Besar, IPTU Rio Charles H mengatakan dua orang sudah diamankan, diduga akan membawa sekitar 19 orang Warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke Malaysia melewati jalur tikus. “Mereka melewati jalur tikus yang berada di belakang pasar belampar Dusun Aruk Desa Sebunga Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas, pada malam hari yakni pada Jumat (19/11),” kata Kapolsek Sajingan Besar.

Selain dua orang tersebut, kepolisian juga amankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu unit mobil, 11 paspor, 3 buah HP, uang tunai Rp9 juta, dan uang RM518. “Setelah ditangkap, kedua orang tersebut bersama WNI serta barang bukti dibawa ke Mapolsek Sajingan Besar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga :  Peluang Sebagai Daerah Perbatasan Harus Dimanfaatkan

Selain WNI yang diduga akan dibawa ke Malaysia, sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. Dimana, hasil sementara menyatakan sejumlah WNI akan masuk ke Malaysia melalui jalur tikus. “Ada 19 orang, dimana 15 laki laki dewasa, 3 perempuan dewasa dan satu orang anak berusia 5 tahun,” katanya.

Sembilan belas orang ini, akan masuk ke Malaysia untuk bekerja, sedangkan dua orang yakni SR dan AS adalah pemandu atau memfasilitasi 16 lainnya masuk ke Malaysia untuk bekerja ditempat yang ada di negara jiran itu.

Dua orang terlapor ini, sebutnya, berdasarkan keterangan 16 orang tersebut, juga membawa. dari tempat asal masing-masing yakni keseluruhan diberangkatkan dari Kabupaten Sambas, serta mengatur cara agar dapat masuk ke Negara Malaysia hingga ke tempat tujuan masing –masing di Negara Malaysia. “SR sudah menerima dari sebagian PMI sejumlah uang. Kemudian AD adalah orang yang membantu SR memasukkan 16 orang tersebut melewati Jalur Tikus Perbatasan agar dapat masuk ke Negara Malaysia,” katanya.

Baca Juga :  Apel Perdana Pj Bupati Sambas, ASN Ikrarkan Netralitas  

Sementara ini, keduanya diancam melanggar Pasal 2, Pasal 4, Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 83 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Kedua orang tersebut, diamankan setelah para terlapor dan para PMI Non Prosedural dibawa ke Mapolsek Sajingan Besar kemudian dilakukan interogasi dan pemeriksaan, terlapor selanjutnya diamankan untuk pemeriksaan lebih intensif.(fah)

SAMBAS-Polsek Sajingan Besar Polres Sambas, ungkap dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang. Dua orang diamankan yakni SR (46) warga Kabupaten Sambas dan AD (33) warga Pontianak.

Kapolres Sambas melalui Kapolsek Sajingan Besar, IPTU Rio Charles H mengatakan dua orang sudah diamankan, diduga akan membawa sekitar 19 orang Warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke Malaysia melewati jalur tikus. “Mereka melewati jalur tikus yang berada di belakang pasar belampar Dusun Aruk Desa Sebunga Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas, pada malam hari yakni pada Jumat (19/11),” kata Kapolsek Sajingan Besar.

Selain dua orang tersebut, kepolisian juga amankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu unit mobil, 11 paspor, 3 buah HP, uang tunai Rp9 juta, dan uang RM518. “Setelah ditangkap, kedua orang tersebut bersama WNI serta barang bukti dibawa ke Mapolsek Sajingan Besar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga :  Pertama Kali dan Bakal Jadi Agenda Rutin

Selain WNI yang diduga akan dibawa ke Malaysia, sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. Dimana, hasil sementara menyatakan sejumlah WNI akan masuk ke Malaysia melalui jalur tikus. “Ada 19 orang, dimana 15 laki laki dewasa, 3 perempuan dewasa dan satu orang anak berusia 5 tahun,” katanya.

Sembilan belas orang ini, akan masuk ke Malaysia untuk bekerja, sedangkan dua orang yakni SR dan AS adalah pemandu atau memfasilitasi 16 lainnya masuk ke Malaysia untuk bekerja ditempat yang ada di negara jiran itu.

Dua orang terlapor ini, sebutnya, berdasarkan keterangan 16 orang tersebut, juga membawa. dari tempat asal masing-masing yakni keseluruhan diberangkatkan dari Kabupaten Sambas, serta mengatur cara agar dapat masuk ke Negara Malaysia hingga ke tempat tujuan masing –masing di Negara Malaysia. “SR sudah menerima dari sebagian PMI sejumlah uang. Kemudian AD adalah orang yang membantu SR memasukkan 16 orang tersebut melewati Jalur Tikus Perbatasan agar dapat masuk ke Negara Malaysia,” katanya.

Baca Juga :  Apel Perdana Pj Bupati Sambas, ASN Ikrarkan Netralitas  

Sementara ini, keduanya diancam melanggar Pasal 2, Pasal 4, Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 83 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Kedua orang tersebut, diamankan setelah para terlapor dan para PMI Non Prosedural dibawa ke Mapolsek Sajingan Besar kemudian dilakukan interogasi dan pemeriksaan, terlapor selanjutnya diamankan untuk pemeriksaan lebih intensif.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/