alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Sejumlah Orang Jadi Sasaran Tes, Termasuk dari Magetan

SAMBAS – Petugas Kesehatan bersama Tim Gugus Tugas Penanggulangan covid 19 Kabupaten Sambas. Juga mulai memaksimalkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelajar, mahasiswa, santri dari zona merah yang pulang ke Kabupaten Sambas.

Kepala Dinas Kesehatan yang juga Juru Bicara Covid 19 Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani menyebutkan selain  menggiatkan pemeriksaan kesehatan terhadap warga luar negeri yang masuk Sambas. Saat ini juga sedang digencarkan pemeriksaan kepada kepulangan warga Sambas dari sejumlah daerah yang masuk dalam zona merah penyebaran covid 19.

“Selain pengecekan kesehatan waraga Indonesia yang dari Malaysia melalui PLBN Aruk yang setiap hari berkisar 200-an orang, sekarang juga antisipasi anak-anak yang menempuh pendidikan dari sejumlah daerah,” katanya.

Baca Juga :  Kampanyekan Membaca Secara Lantang ke Anak

Kepada seluruh Puskesmas, sebut Fatah, sudah diinstruksikan untuk mencari informasi apakah ada diwilayahnya anak-anak yang pulang dari sejumlah daerah yang itu masuk zona merah.

Lantaran, belum lama ini. Hasil Rapid Test reaktif, yakni orang yang datang dari Kuching dan sekarang sudah diisolasi di RS Pratama.

Kemudian sebelumnya, juga ada orang yang reaktif hasil Rapid testnya yang juga dari Malaysia yang saat ini dirawat di RSUD Sambas. Serta ada satu orang yang hasil rapid test reaktif, yang merupakan mantan peserta kegiatan keagamaan di Gowa dan saat ini diisolasi di RSUD Pemangkat. “Sampai Kamis pagi, memang masih dirawat namun belum masuk data, kalau ditambah yang ada, PDP Kabupaten Sambas ada 12 orang,” katanya.

Baca Juga :  Antisipasi Penularan Covid-19 Setelah Liburan Akhir Tahun

Selain itu, anak dari mantan peserta kegiatan keagamaan di Gowa, juga akan diperiksa kesehatannya. Karena infonya, kemarin masih dalam perjalanan pulang ke Sambas. Tak hanya itu, pemeriksaan kesehatan juga akan dimaksimalkan pemeriksaan terhadap anak-anak dari salah satu pondok pesantren di Magetan.

“Kami juga dapat informasi, ada sekitar tujuh orang anak yang akan diperiksa kesehatannya, karena mereka baru pulang dari Ponpes di Magetan,” katanya. Dan ada juga informasi yang diterima, ada warga Sambas yang pernah satu mobil dengan orang yang positif, ini juga akan diperiksa kesehatannya.(fah)

SAMBAS – Petugas Kesehatan bersama Tim Gugus Tugas Penanggulangan covid 19 Kabupaten Sambas. Juga mulai memaksimalkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelajar, mahasiswa, santri dari zona merah yang pulang ke Kabupaten Sambas.

Kepala Dinas Kesehatan yang juga Juru Bicara Covid 19 Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani menyebutkan selain  menggiatkan pemeriksaan kesehatan terhadap warga luar negeri yang masuk Sambas. Saat ini juga sedang digencarkan pemeriksaan kepada kepulangan warga Sambas dari sejumlah daerah yang masuk dalam zona merah penyebaran covid 19.

“Selain pengecekan kesehatan waraga Indonesia yang dari Malaysia melalui PLBN Aruk yang setiap hari berkisar 200-an orang, sekarang juga antisipasi anak-anak yang menempuh pendidikan dari sejumlah daerah,” katanya.

Baca Juga :  Hukum Menanti, Jika Terbukti Bakar Lahan dan Hutan

Kepada seluruh Puskesmas, sebut Fatah, sudah diinstruksikan untuk mencari informasi apakah ada diwilayahnya anak-anak yang pulang dari sejumlah daerah yang itu masuk zona merah.

Lantaran, belum lama ini. Hasil Rapid Test reaktif, yakni orang yang datang dari Kuching dan sekarang sudah diisolasi di RS Pratama.

Kemudian sebelumnya, juga ada orang yang reaktif hasil Rapid testnya yang juga dari Malaysia yang saat ini dirawat di RSUD Sambas. Serta ada satu orang yang hasil rapid test reaktif, yang merupakan mantan peserta kegiatan keagamaan di Gowa dan saat ini diisolasi di RSUD Pemangkat. “Sampai Kamis pagi, memang masih dirawat namun belum masuk data, kalau ditambah yang ada, PDP Kabupaten Sambas ada 12 orang,” katanya.

Baca Juga :  10 Orang Masih Dirawat

Selain itu, anak dari mantan peserta kegiatan keagamaan di Gowa, juga akan diperiksa kesehatannya. Karena infonya, kemarin masih dalam perjalanan pulang ke Sambas. Tak hanya itu, pemeriksaan kesehatan juga akan dimaksimalkan pemeriksaan terhadap anak-anak dari salah satu pondok pesantren di Magetan.

“Kami juga dapat informasi, ada sekitar tujuh orang anak yang akan diperiksa kesehatannya, karena mereka baru pulang dari Ponpes di Magetan,” katanya. Dan ada juga informasi yang diterima, ada warga Sambas yang pernah satu mobil dengan orang yang positif, ini juga akan diperiksa kesehatannya.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/