alexametrics
30 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Gelar Sembahyang Rampas, Berdoa Pandemi Berakhir

PEMANGKAT – Pengurus Vihara Tridharma Pemangkat menggelar kegiatan Sembahyang Rampas. Rangkaian ibadah dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 belum juga berakhir.

Ketua Vihara Tridharma Pemangkat, Atong, mengatakan puncak rangkaian acara sembahyang Ulambhana atau dikenal sembahyang kubur, yakni pembakaran Kapal Wangkang. “Sembahyang rampas, kami awali dengan pelaksanaan sembahyang dan doa di halaman Vihara. Termasuk berdoa bersama agar wabah pandemi Covid-19 segera berlalu di negara ini,” kata Atong.

Kegiatan pun dirangkai juga dengan ritual menaikkan lentera penerang bagi arwah yang diberkati Suhu Nga Bong Sen (Chiang Cuk Pak Kung).

Atong pun menyebutkan, karena situasi masih pandemi Covid-19. Pihaknya melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Termasuk dalam acara puncak, yakni pembakaran kapal wangkang. Hanya dihadiri panitia dan perwakilan Pengurus Vihara. “Rangkaian kegiatan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari menjaga jarak hingga memakai masker. Termasuk saat pembakaran kapal wangkang, hanya diikuti pengurus Vihara. Karena masih pandemi Covid-19, Protokol kesehatan yang ketat menjadi bagian penting yang dikedepankan,” katanya.

Baca Juga :  Payung Hukumkan Olahraga dan Pertanian

Kapal wangkang yang memiliki ketinggian 3, 33 meter, lebar 2,36 meter, dan panjang 12,16 meter, sekitar pukul 21.00 Wib dibawa  ke Pantai Sinam, selanjutnya akan dibakar sebagai simbol menyeberangkan arwah ke alam bahagia.

Dalam kapal wangkang memuat beragam perlengkapan sembahyang. Mulai dari lilin, dupa, kertas sembahyang, uang-uangan, barang-barang elektronik, pakaian arwah, serta kendaraan mewah yang semuanya terbuat dari kertas. Selain itu juga terdapat 12 orang-orangan yang dibuat menyerupai kapten kapal, nakhoda, prajurit, tukang masak, juru rias, serta anak buah kapal. Sekilas kapal wangkang ini terlihat seperti layaknya kapal asli.

Ritual pembakaran kapal wangkang dilaksanakan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni pukul 19.00 Wib dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang diikuti Pengurus Vihara Tridharma dan petugas BPKS Pemangkat. Sebelum memulai prosesi pembakaran, para pengurus Video Vihara terlebih dahulu mengadakan ritual di depan kapal, sambil membakar hio, dan doa-doa khusus dipanjatkan.

Baca Juga :  Surati Bupati dan Wali Kota, Gubernur Larang Sementara Sembahyang Kubur

Prosesi pembakaran replika kapal wangkang ini merupakan akhir dari ritual sembahyang Zhong Yuan yang telah dilakukan selama 15 hari, oleh warga Tionghoa sebagai ritual untuk menghormati leluhur. Atong juga berharap, melalui prosesi pembakaran kapal wangkang ini, mendatangkan berkah keselamatan, kedamaian, ketenteraman, ketenangan, khususnya bagi warga Kecamatan Pemangkat, dan Kabupaten Sambas, serta seluruh masyarakat di negara ini. (fah)

PEMANGKAT – Pengurus Vihara Tridharma Pemangkat menggelar kegiatan Sembahyang Rampas. Rangkaian ibadah dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 belum juga berakhir.

Ketua Vihara Tridharma Pemangkat, Atong, mengatakan puncak rangkaian acara sembahyang Ulambhana atau dikenal sembahyang kubur, yakni pembakaran Kapal Wangkang. “Sembahyang rampas, kami awali dengan pelaksanaan sembahyang dan doa di halaman Vihara. Termasuk berdoa bersama agar wabah pandemi Covid-19 segera berlalu di negara ini,” kata Atong.

Kegiatan pun dirangkai juga dengan ritual menaikkan lentera penerang bagi arwah yang diberkati Suhu Nga Bong Sen (Chiang Cuk Pak Kung).

Atong pun menyebutkan, karena situasi masih pandemi Covid-19. Pihaknya melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Termasuk dalam acara puncak, yakni pembakaran kapal wangkang. Hanya dihadiri panitia dan perwakilan Pengurus Vihara. “Rangkaian kegiatan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari menjaga jarak hingga memakai masker. Termasuk saat pembakaran kapal wangkang, hanya diikuti pengurus Vihara. Karena masih pandemi Covid-19, Protokol kesehatan yang ketat menjadi bagian penting yang dikedepankan,” katanya.

Baca Juga :  Perkumpulan Marga Lim Tiadakan Perjamuan Chun Cie 2571

Kapal wangkang yang memiliki ketinggian 3, 33 meter, lebar 2,36 meter, dan panjang 12,16 meter, sekitar pukul 21.00 Wib dibawa  ke Pantai Sinam, selanjutnya akan dibakar sebagai simbol menyeberangkan arwah ke alam bahagia.

Dalam kapal wangkang memuat beragam perlengkapan sembahyang. Mulai dari lilin, dupa, kertas sembahyang, uang-uangan, barang-barang elektronik, pakaian arwah, serta kendaraan mewah yang semuanya terbuat dari kertas. Selain itu juga terdapat 12 orang-orangan yang dibuat menyerupai kapten kapal, nakhoda, prajurit, tukang masak, juru rias, serta anak buah kapal. Sekilas kapal wangkang ini terlihat seperti layaknya kapal asli.

Ritual pembakaran kapal wangkang dilaksanakan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni pukul 19.00 Wib dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang diikuti Pengurus Vihara Tridharma dan petugas BPKS Pemangkat. Sebelum memulai prosesi pembakaran, para pengurus Video Vihara terlebih dahulu mengadakan ritual di depan kapal, sambil membakar hio, dan doa-doa khusus dipanjatkan.

Baca Juga :  Ratusan Jemaah Safari Fajar Mempawah Sambangi Bumi Terigas

Prosesi pembakaran replika kapal wangkang ini merupakan akhir dari ritual sembahyang Zhong Yuan yang telah dilakukan selama 15 hari, oleh warga Tionghoa sebagai ritual untuk menghormati leluhur. Atong juga berharap, melalui prosesi pembakaran kapal wangkang ini, mendatangkan berkah keselamatan, kedamaian, ketenteraman, ketenangan, khususnya bagi warga Kecamatan Pemangkat, dan Kabupaten Sambas, serta seluruh masyarakat di negara ini. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/