alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Poltesa Berdayakan Petani Pinang Sambas

Desa Kuala Pangkalan Keramat

SAMBAS – Dusun Sekabau Desa Kuala Pangkalan Keramat Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas, merupakan salah satu wilayah yang dikenal dengan hasil buminya yang melimpah, diantaranya buah pinang. Banyak masyarakat yang menggantungkan perekonomian keluarganya dengan menjual buah bernama Latin Areca catechu setelah dikupas kepada pengepul.

Selama ini, proses agribisnis paska panen buah pinang, dilakukan proses pengupasan terlebih dahulu sebelum dijual kepada para pengepul. Pengupasan dilakukan secara tradisional, yaitu dengan menggunakan parang, yang tentunya kehati-hatian dan memakan waktu yang relatif agak lama, akibatnya adalah kapasitas produksi yang dihasilkan tidak akan maksimal.

Menyikapi masalah tersebut, Tim dari dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sambas melakukan rancang bangun alat Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dapat membantu para petani dalam proses pengupasan  sabut pinang.

Tim diketuai Mahyus S Pd SE MM beranggotakan Erwin ST MT dan Budi Setiawan ST M Sc, serta melibatkan mahasiswa teknik mesin bernama Kurniawan, melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Sambas di Dusun Sekabau, Desa Kuala Pangkalan Keramat, Kecamatan Teluk Keramat pada 11 November 2020 lalu.

Baca Juga :  Kembangkan Kopi Lokal Sambas

Mewakili tim, Budi Setiawan ST MSc menjelaskan teknis kerjanya adalah, mesin pengupas sabut pinang ini menggunakan mata abut sebagai komponen pengupasnya, Proses pengupasan serabut pinang pada mesin ini dimulai dari motor listrik sebagai tenaga penggerak yang menggerakkan puli motor listrik. Gerakan ini selanjutnya diteruskan pada puli yang terhubung langsung pada poros. Poros yang berputar akan menggerakkan bidang pengupas yang menyatu dengan poros. Dengan putaran bidang pengupas, mata baut mampu melepaskan serabut pinang dengan memanfaatkan gaya sentrifugal dan gaya gesekan antara tabung bersekat yang mengelilingi bidang pengupasan tersebut. Serabut pinang hasil pengupasan akan keluar melalui celah-celah ke saluran keluaran serabut. Sementara biji pinang keluar melalui saluran keluaran biji dan ditampung dengan menggunakan wadah. “Usai diuji coba, mesin pengupas sabut pinang ini selanjutnya diserahkan kepada masyarakat setempat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya,” kata Budi.

Baca Juga :  Dua Pemain Gabsis U15 Dipanggil PSSI

Sebagai informasi, pinang (Areca catechu) merupakan tanaman yang sekeluarga dengan kelapa. Salah satu jenis tumbuhan monokotil ini tergolong palem-paleman, yang sudah menjadi komoditi ekspor perdagangan bagi Indonesia. Ekspor buah pinang dari Indonesia diarahkan ke negara-negara Asia selatan seperti Pakistan, Thailand, India, Singapura, Myanmar, Nepal, Vietnam, Srilangka, Bangladesh dan Malaysia. Biji pinang yang di ekspor ini adalah biji yang telah dikeringkan dan dalam keadaan utuh (bulat) atau dibelah. Besarnya nilai ekspor biji pinang dari negara Indonesia adalah sebesar 2.760 juta US dollar. Melihat fakta dan data angka tersebut, maka tidak mengherankan tanaman pinang menjadi tanaman yang sedang mengalami kecenderungan peningkatan dalam luas lahan penanamannya. Kebanyakan perkebunan tanaman pinang ini seluruhnya dikelola oleh petani tradisional yang merupakan penduduk setempat.(fah)

Desa Kuala Pangkalan Keramat

SAMBAS – Dusun Sekabau Desa Kuala Pangkalan Keramat Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas, merupakan salah satu wilayah yang dikenal dengan hasil buminya yang melimpah, diantaranya buah pinang. Banyak masyarakat yang menggantungkan perekonomian keluarganya dengan menjual buah bernama Latin Areca catechu setelah dikupas kepada pengepul.

Selama ini, proses agribisnis paska panen buah pinang, dilakukan proses pengupasan terlebih dahulu sebelum dijual kepada para pengepul. Pengupasan dilakukan secara tradisional, yaitu dengan menggunakan parang, yang tentunya kehati-hatian dan memakan waktu yang relatif agak lama, akibatnya adalah kapasitas produksi yang dihasilkan tidak akan maksimal.

Menyikapi masalah tersebut, Tim dari dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sambas melakukan rancang bangun alat Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dapat membantu para petani dalam proses pengupasan  sabut pinang.

Tim diketuai Mahyus S Pd SE MM beranggotakan Erwin ST MT dan Budi Setiawan ST M Sc, serta melibatkan mahasiswa teknik mesin bernama Kurniawan, melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Sambas di Dusun Sekabau, Desa Kuala Pangkalan Keramat, Kecamatan Teluk Keramat pada 11 November 2020 lalu.

Baca Juga :  Sambas Satu-satunya Kabupaten di Kalbar yang Terima Anugerah Meritokrasi dari KASN RI

Mewakili tim, Budi Setiawan ST MSc menjelaskan teknis kerjanya adalah, mesin pengupas sabut pinang ini menggunakan mata abut sebagai komponen pengupasnya, Proses pengupasan serabut pinang pada mesin ini dimulai dari motor listrik sebagai tenaga penggerak yang menggerakkan puli motor listrik. Gerakan ini selanjutnya diteruskan pada puli yang terhubung langsung pada poros. Poros yang berputar akan menggerakkan bidang pengupas yang menyatu dengan poros. Dengan putaran bidang pengupas, mata baut mampu melepaskan serabut pinang dengan memanfaatkan gaya sentrifugal dan gaya gesekan antara tabung bersekat yang mengelilingi bidang pengupasan tersebut. Serabut pinang hasil pengupasan akan keluar melalui celah-celah ke saluran keluaran serabut. Sementara biji pinang keluar melalui saluran keluaran biji dan ditampung dengan menggunakan wadah. “Usai diuji coba, mesin pengupas sabut pinang ini selanjutnya diserahkan kepada masyarakat setempat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya,” kata Budi.

Baca Juga :  Seribu Nelayan Sambas Gelar Aksi Tolak PP 85

Sebagai informasi, pinang (Areca catechu) merupakan tanaman yang sekeluarga dengan kelapa. Salah satu jenis tumbuhan monokotil ini tergolong palem-paleman, yang sudah menjadi komoditi ekspor perdagangan bagi Indonesia. Ekspor buah pinang dari Indonesia diarahkan ke negara-negara Asia selatan seperti Pakistan, Thailand, India, Singapura, Myanmar, Nepal, Vietnam, Srilangka, Bangladesh dan Malaysia. Biji pinang yang di ekspor ini adalah biji yang telah dikeringkan dan dalam keadaan utuh (bulat) atau dibelah. Besarnya nilai ekspor biji pinang dari negara Indonesia adalah sebesar 2.760 juta US dollar. Melihat fakta dan data angka tersebut, maka tidak mengherankan tanaman pinang menjadi tanaman yang sedang mengalami kecenderungan peningkatan dalam luas lahan penanamannya. Kebanyakan perkebunan tanaman pinang ini seluruhnya dikelola oleh petani tradisional yang merupakan penduduk setempat.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/