alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

BPN Rekrut 20 Konsultan Pendamping

SAMBAS – Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Sambas mengadakan rekrutmen dan seleksi penerimaan jasa konsultan pendamping (field staff atau FS) yang diarahkan untuk membantu kegiatan Penanganan akses Reforma Agraria. Tahun ini, mereka memerlukan sebanyak 20 orang sebagai FS sesuai kebutuhan. Sementara pelamar yang ikut ambil bagian dalam proses ini sebanyak 136 peserta dalam seleksi dilakukan di Kampus Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Senin (26/4).

“Seleksi ini merupakan lanjutan dari reforma agraria, field staff ini kami rekrut untuk membantu secara langsung memberikan pendampingan pemberdayaan masyarakat, bekerja sama  dengan Badan Pertanahan dalam melaksanakan program akses reforma agraria,” kata Yuliana, kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas, saat memantau langsung pelaksanaan ujian seleksi.

Tahun ini, Pemerintah Pusat mengalokasikan untuk Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas dengan target akses reform 1.000 KK, sehingga mendapatkan kuota 20 orang field staff baru.

Baca Juga :  Warga Datangi BPN Kubu Raya

Yuliana menjelaskan, nantinya setiap dua orang personil FS akan melakukan pendampingan pemberdayaan kepada 100 KK, di satu desa pemberdayaan yang ditunjuk Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas. “Tugas mereka melakukan pemetaan sosial dan mengeksplorasi potensi apa saja yang bisa dikembangkan dari desa yang mereka dampingi. Misal melakukan pendampingan mengelola komoditas unggulan desa itu seperti mengelola hasil hutan, tambak garam, perikanan, tempat wisata dan lain sebagainya,” kata Yuliana.

Lebih lanjut Yuliana menambahkan bahwa lokasi pendampingan pemberdayaan telah ditentukan di Sebubus sebanyak 400 KK, Serat Ayon (100 KK), Maribas (100 KK), Tempapan Hulu (300 KK), ‎dan di Temajuk, 100 KK. “Karena kegiatan ini merupakan bagian dari reforma agraria yang terkait dengan pelepasan kawasan hutan, pelepasan HGU pada daerah tertentu, makanya kami menunjuk daerah tersebut yang memerlukan pendampingan pemberdayaan dari kita,” kata Yuliana.

Baca Juga :  Terima Gratifikasi Rp22 M, Mantan Kepala BPN Kalbar Tersangka

Mengingat pentingnya peran personil FS ini, Yuliana berharap agar mereka nantinya bekerja maksimal memberi pendampingan kepada masyarakat di tempat tugasnya. “Peran mereka nanti, akan sangat penting dalam mewujudkan  tujuan pemerintah untuk memastikan hak atas tanah, menyelesaikan konflik tanah, dan mencapai kesejahteraan masyarakat dengan adanya kepemilikan lahan yang sah dan sertifikat hak milik yang bisa dijadikan daya ungkit modal meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” katanya. (fah)

SAMBAS – Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Sambas mengadakan rekrutmen dan seleksi penerimaan jasa konsultan pendamping (field staff atau FS) yang diarahkan untuk membantu kegiatan Penanganan akses Reforma Agraria. Tahun ini, mereka memerlukan sebanyak 20 orang sebagai FS sesuai kebutuhan. Sementara pelamar yang ikut ambil bagian dalam proses ini sebanyak 136 peserta dalam seleksi dilakukan di Kampus Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Senin (26/4).

“Seleksi ini merupakan lanjutan dari reforma agraria, field staff ini kami rekrut untuk membantu secara langsung memberikan pendampingan pemberdayaan masyarakat, bekerja sama  dengan Badan Pertanahan dalam melaksanakan program akses reforma agraria,” kata Yuliana, kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas, saat memantau langsung pelaksanaan ujian seleksi.

Tahun ini, Pemerintah Pusat mengalokasikan untuk Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas dengan target akses reform 1.000 KK, sehingga mendapatkan kuota 20 orang field staff baru.

Baca Juga :  Hari Listrik Nasional ke-76: PLN dan BPN Berhasil Amankan Aset Negara Senilai 25,8 Miliar Rupiah di Kalimantan Barat

Yuliana menjelaskan, nantinya setiap dua orang personil FS akan melakukan pendampingan pemberdayaan kepada 100 KK, di satu desa pemberdayaan yang ditunjuk Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas. “Tugas mereka melakukan pemetaan sosial dan mengeksplorasi potensi apa saja yang bisa dikembangkan dari desa yang mereka dampingi. Misal melakukan pendampingan mengelola komoditas unggulan desa itu seperti mengelola hasil hutan, tambak garam, perikanan, tempat wisata dan lain sebagainya,” kata Yuliana.

Lebih lanjut Yuliana menambahkan bahwa lokasi pendampingan pemberdayaan telah ditentukan di Sebubus sebanyak 400 KK, Serat Ayon (100 KK), Maribas (100 KK), Tempapan Hulu (300 KK), ‎dan di Temajuk, 100 KK. “Karena kegiatan ini merupakan bagian dari reforma agraria yang terkait dengan pelepasan kawasan hutan, pelepasan HGU pada daerah tertentu, makanya kami menunjuk daerah tersebut yang memerlukan pendampingan pemberdayaan dari kita,” kata Yuliana.

Baca Juga :  Lacak Korporasi Pemberi Gratifikasi

Mengingat pentingnya peran personil FS ini, Yuliana berharap agar mereka nantinya bekerja maksimal memberi pendampingan kepada masyarakat di tempat tugasnya. “Peran mereka nanti, akan sangat penting dalam mewujudkan  tujuan pemerintah untuk memastikan hak atas tanah, menyelesaikan konflik tanah, dan mencapai kesejahteraan masyarakat dengan adanya kepemilikan lahan yang sah dan sertifikat hak milik yang bisa dijadikan daya ungkit modal meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/