alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Bupati Ingin Pelajar Cinta Kitab Suci

Adakan Bimtek Guru Ngaji, Maksimalkan Program Sambas Mengaji

SAMBAS – Membaca kitab suci sebelum proses belajar mengajar dimulai di sekolah sudah menjadi  program yang dicanangkan langsung Bupati dan Wakil Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH-Hj Hairiah SH MH.

Namun saat pandemi Covid-19 sekolah diliburkan sehingga program tersebut tak bisa dilaksanakan di satuan pendidikan. Meski demikian, kegiatan dalam memaksimalkan program terus dilakukan. Salah satunya digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) mengusung tema meningkatkan pertumbuhan budi pekerti di sekolah dan lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilakukan oleh Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas dengan peserta seratusan guru ngaji di sekolah dasar, Kamis (27/8).

“Saat ini dilaksanakan Bimtek kepada guru ngaji, sasarannya adalah para guru agama yang diharapkan memberikan bimbingan cara membaca Alquran ke anak didik, dan ini bagian dari upaya mengawal program mengaji atau membaca kitab suci sebelum proses belajar mengajar dimulai,” kata Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH.

Menurutnya, melalui Bimtek tersebut, manfaat, motivasi dan pengetahuan yang bisa diserap para guru ngaji bisa diterapkan dalam proses mengajar ngaji anak-anak didiknya, jika proses belajar mengajar di sekolah dilaksanakan.

“Para narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang yang ahli, profesional di bidangnya, sehingga akan banyak pengetahuan baru disampaikan kepada guru ngaji di Kabupaten Sambas,” katanya.

Sebagai kepala daerah, Atbah berharap program mengaji Alquran bagi generasi Islam dan kitab suci lain bagi agama lain bisa mempersiapkan generasi penerus Kabupaten Sambas yang berbudi pekerti luhur dalam rangka mewujudkan Sambas Berakhlakulkarimah unggul dan Sejahtera. Terlebih, Sambas dikenal dengan julukan “Serambi Mekah”, kemudian banyak ulama besar yang berasal dari Kabupaten Sambas. Sehingga Alquran bagi umat Islam harus sering dibaca, kemudian kitab suci lain juga dibaca bagi pemeluk agama lain.

Baca Juga :  Tak Ingin Lemah dalam Penataan Arsip, Poltesa Gelar BIMTEK Kearsipan Bagi Fungsional Arsiparis

“Warga Kabupaten Sambas, tak asing dengan Alquran. Dimana penduduknya mayoritas beragama Islam. Dan Sambas sendiri disebut Serambi Mekah, banyak ulama besar lahir dari Sambas, termasuk saat ini ada master hadits yang orangnya dilahirkan di Sebabang Kecamatan Tebas dan bersekolah di Madinah,” kata Atbah.

Termasuk, dulu banyak warga Sambas yang bersekolah di Timur Tengah. Namun saat ini dilihatnya mulai berkurang. Ke depannya, bisa saja akan menjalin kerja sama dengan Universitas yang ada di Timur Tengah, sehingga akan semakin banyak warga Sambas yang memahami Alquran.

“Bisa saja ke depan, akan menjalin kerja sama dengan universitas di Timur Tengah, agar banyak lagi warga Sambas menempuh ilmu disana. Ini dalam kaitannya menjaga Marwah Sambas yang disebut sebagai Serambi Mekah,” katanya.

Di kesempatan tersebut, Atbah juga berbagi pengalamannya, dimana dirinya sudah mulai menghafal Alquran sejak SMA. Dan anak-anaknya, bahkan sejak tamat SMP atau waktu masih duduk di jenjang SMA sudah menghafal Alquran. Tanamkan sejak dini, sebut Atbah, bagi umat Islam, Alquran adalah luar biasa. Bacalah Alquran dengan rajin dan benar, maka Alquran akan menolong manusia.

“Orang yang mahir membaca Alquran dengan baik dan benar, akan selalu didampingi malaikat dalam aktivitasnya. Jangan jadikan Alquran sebagai hiasan, saya sendiri, saat naik mobil dalam kegiatan dinas, saya usahakan membaca Alquran, ini harus dibiasakan,” kata Bupati yang hafal Alquran ini.

Baca Juga :  Dua Desa di Sambas Masuk Pro PN Penanganan Stunting

Diharapkan dengan program Membaca Kitab suci sebelum proses belajar mengajar dimulai, menjadi bagian Pemkab Sambas untuk membangkitkan kecintaan kepada Alquran terutama kepada generasi muda Sambas, sehingga lahirlah generasi yang Qurani. Bahkan, dalam mendorong guru ngaji di Kabupaten Sambas. Bupati dan Wakil Bupati Sambas juga sudah memberikan bantuan uang pembinaan kepada warga yang mengajar ngaji di desa-desa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, H Mufizar menyebutkan kegiatan Bimtek khusus Guru Ngaji ini, merupakan program lanjutan, dimana pada 2019 sudah dilaksanakan. Kemudian di 2020, baru bisa digelar sekarang lantaran wabah Covid-19.

“Saat ini, Bimtek dilaksanakan untuk guru ngaji di empat kecamatan yakni Kecamatan Teluk Keramat, Galing, Sejangkung dan Tebas, kurang lebih ada seratus guru ngaji dari Sekolah Dasar yang ikut di kegiatan ini,” kata H Mufizar. Nantinya peserta Bimtek ini,, akan juga mendapatkan bantuan berupa kitab suci Alquran.

Sebelumnya, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, juga sudah menyalurkan bantuan berupa Alquran kepada SD di beberapa kecamatan, terutama yang memiliki program khatam Alquran di akhir tahun di sekolahnya. Tak hanya untuk peserta didik yang beragama Islam. Pihaknya juga memberikan perhatian kepada murid-murid atau sekolah yang memiliki peserta didik beragama selain Islam.

Diharapkan ke depannya, Bimtek seperti ini terus berlanjut, dan menyasar guru SD di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Sambas. Sehingga akan lahir generasi penerus di Kabupaten Sambas yang bisa membaca Alquran bagi yang beragama Islam dan bisa membaca kitab suci  bagi agama lain. (fah)

Adakan Bimtek Guru Ngaji, Maksimalkan Program Sambas Mengaji

SAMBAS – Membaca kitab suci sebelum proses belajar mengajar dimulai di sekolah sudah menjadi  program yang dicanangkan langsung Bupati dan Wakil Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH-Hj Hairiah SH MH.

Namun saat pandemi Covid-19 sekolah diliburkan sehingga program tersebut tak bisa dilaksanakan di satuan pendidikan. Meski demikian, kegiatan dalam memaksimalkan program terus dilakukan. Salah satunya digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) mengusung tema meningkatkan pertumbuhan budi pekerti di sekolah dan lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilakukan oleh Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas dengan peserta seratusan guru ngaji di sekolah dasar, Kamis (27/8).

“Saat ini dilaksanakan Bimtek kepada guru ngaji, sasarannya adalah para guru agama yang diharapkan memberikan bimbingan cara membaca Alquran ke anak didik, dan ini bagian dari upaya mengawal program mengaji atau membaca kitab suci sebelum proses belajar mengajar dimulai,” kata Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH.

Menurutnya, melalui Bimtek tersebut, manfaat, motivasi dan pengetahuan yang bisa diserap para guru ngaji bisa diterapkan dalam proses mengajar ngaji anak-anak didiknya, jika proses belajar mengajar di sekolah dilaksanakan.

“Para narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang yang ahli, profesional di bidangnya, sehingga akan banyak pengetahuan baru disampaikan kepada guru ngaji di Kabupaten Sambas,” katanya.

Sebagai kepala daerah, Atbah berharap program mengaji Alquran bagi generasi Islam dan kitab suci lain bagi agama lain bisa mempersiapkan generasi penerus Kabupaten Sambas yang berbudi pekerti luhur dalam rangka mewujudkan Sambas Berakhlakulkarimah unggul dan Sejahtera. Terlebih, Sambas dikenal dengan julukan “Serambi Mekah”, kemudian banyak ulama besar yang berasal dari Kabupaten Sambas. Sehingga Alquran bagi umat Islam harus sering dibaca, kemudian kitab suci lain juga dibaca bagi pemeluk agama lain.

Baca Juga :  Tak Ingin Lemah dalam Penataan Arsip, Poltesa Gelar BIMTEK Kearsipan Bagi Fungsional Arsiparis

“Warga Kabupaten Sambas, tak asing dengan Alquran. Dimana penduduknya mayoritas beragama Islam. Dan Sambas sendiri disebut Serambi Mekah, banyak ulama besar lahir dari Sambas, termasuk saat ini ada master hadits yang orangnya dilahirkan di Sebabang Kecamatan Tebas dan bersekolah di Madinah,” kata Atbah.

Termasuk, dulu banyak warga Sambas yang bersekolah di Timur Tengah. Namun saat ini dilihatnya mulai berkurang. Ke depannya, bisa saja akan menjalin kerja sama dengan Universitas yang ada di Timur Tengah, sehingga akan semakin banyak warga Sambas yang memahami Alquran.

“Bisa saja ke depan, akan menjalin kerja sama dengan universitas di Timur Tengah, agar banyak lagi warga Sambas menempuh ilmu disana. Ini dalam kaitannya menjaga Marwah Sambas yang disebut sebagai Serambi Mekah,” katanya.

Di kesempatan tersebut, Atbah juga berbagi pengalamannya, dimana dirinya sudah mulai menghafal Alquran sejak SMA. Dan anak-anaknya, bahkan sejak tamat SMP atau waktu masih duduk di jenjang SMA sudah menghafal Alquran. Tanamkan sejak dini, sebut Atbah, bagi umat Islam, Alquran adalah luar biasa. Bacalah Alquran dengan rajin dan benar, maka Alquran akan menolong manusia.

“Orang yang mahir membaca Alquran dengan baik dan benar, akan selalu didampingi malaikat dalam aktivitasnya. Jangan jadikan Alquran sebagai hiasan, saya sendiri, saat naik mobil dalam kegiatan dinas, saya usahakan membaca Alquran, ini harus dibiasakan,” kata Bupati yang hafal Alquran ini.

Baca Juga :  38 Tahun Belum Direnovasi Total

Diharapkan dengan program Membaca Kitab suci sebelum proses belajar mengajar dimulai, menjadi bagian Pemkab Sambas untuk membangkitkan kecintaan kepada Alquran terutama kepada generasi muda Sambas, sehingga lahirlah generasi yang Qurani. Bahkan, dalam mendorong guru ngaji di Kabupaten Sambas. Bupati dan Wakil Bupati Sambas juga sudah memberikan bantuan uang pembinaan kepada warga yang mengajar ngaji di desa-desa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, H Mufizar menyebutkan kegiatan Bimtek khusus Guru Ngaji ini, merupakan program lanjutan, dimana pada 2019 sudah dilaksanakan. Kemudian di 2020, baru bisa digelar sekarang lantaran wabah Covid-19.

“Saat ini, Bimtek dilaksanakan untuk guru ngaji di empat kecamatan yakni Kecamatan Teluk Keramat, Galing, Sejangkung dan Tebas, kurang lebih ada seratus guru ngaji dari Sekolah Dasar yang ikut di kegiatan ini,” kata H Mufizar. Nantinya peserta Bimtek ini,, akan juga mendapatkan bantuan berupa kitab suci Alquran.

Sebelumnya, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, juga sudah menyalurkan bantuan berupa Alquran kepada SD di beberapa kecamatan, terutama yang memiliki program khatam Alquran di akhir tahun di sekolahnya. Tak hanya untuk peserta didik yang beragama Islam. Pihaknya juga memberikan perhatian kepada murid-murid atau sekolah yang memiliki peserta didik beragama selain Islam.

Diharapkan ke depannya, Bimtek seperti ini terus berlanjut, dan menyasar guru SD di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Sambas. Sehingga akan lahir generasi penerus di Kabupaten Sambas yang bisa membaca Alquran bagi yang beragama Islam dan bisa membaca kitab suci  bagi agama lain. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/