alexametrics
33.9 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Penerimaan Zakat Terjadi Penurunan

SAMBAS – Ada potensi penurunan jumlah penerimaan zakat yang diterima Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Barat pada 2021 dibandingkan 2020. Hal tersebut disampaikan Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Barat, Uray M Amin saat Rakor Baznas Se Kalimantan Barat yang digelar di Kabupaten Sambas, Rabu (27/10) dan dihadiri ketua dan pengurus 14 kabupaten kota di Kalbar.

Disampaikannya, pada 2020, Baznas menerima pengumpulan dana umat kurang lebih Rp28 Miliar. Namun di 2021, baru menerima Rp20 Miliar, bahkan diprediksi akan ada penurunan hingga akhir tahun ini.

Menurutnya, sebagai lembaga yang menjadi wadah pengumpulan dana umat. Akan dilakukan evaluasi terkait dengan potensi penurunan dana umat yang terkumpul di Baznas. “Melalui rakor ini, penurunan penerimaan dana umat ini, menjadi bagian yang akan dievaluasi bersama seluruh Baznas kabupaten kota,” kata Amin.

Termasuk akan ada program yang akan disinergikan, sebagai upaya pemaksimalan dan pengoptimalan penerimaan dana umat. “Sejumlah program sudah dilaksanakan tahun lalu dan akan dilakukan ditahun-tahun berikutnya, ini dalam upaya menggenjot sektor penerimaan zakat di Baznas,” katanya.

Baca Juga :  Polres Ungkap 1 Kilogram Sabu

Dikesempatan tersebut, Amin juga memaparkan bentuk kegiatan yang dilaksanakan di sejumlah kabupaten kota, diantaranya Masjid Quran dan Zakat. Yang sudah berjalan di Sanggau dan Landak. Termasuk adanya beasiswa tahfidz, dimana sejumlah kabupaten kota sudah. Tapi untuk di Kabupaten Sambas serta Kota Singkawang masih belum ada.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Syahrul Yadi mengatakan Baznas merupakan lembaga semi “plat merah”. Lantaran berada dibawah asuhan pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten kota. Sehingga dalam pengoptimalan penerimaan dana umat. Perlu ada campur tangan pemerintah. “Dalam kesempatan ini, saya sampaikan bangga kepada Pemkab Kayong Utara dan Kota Singkawang, yang pemerintahnya sudah memiliki -Peraturan Daerah yang mengatur pemungutan dana umat di wilayahnya masing-masing, diharapkan apa yang dilakukan KKU dan Singkawang bisa juga diterapkan di kabupaten kota lainnya di Kalbar,” katanya.

Namun, Syahrul Yadi berharap dalam rakor yang digelar ini, akan menghasilkan solusi terkait dengan masalah pengumpulan dana umat, termasuk membahas adanya penurunan potensi zakat di Kalbar. “Baznas harus memiliki terobosan, bagaimana kedepan lembaga ini menjadi idaman masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Atbah Bangun Koalisi, Setelah PKB, Kini ke PAN

Sekda Kabupaten Sambas, H Fery Madagaskar mengatakan  Pemerintah Kabupaten Sambas berharap menjadi salah satu alternatif menyelesaikan permasalahan kemiskinan. “Agama Islam, memberikan cara untuk pengentasan kemiskinan, yakni melalui zakat. Ini menjadi instrumen yang dicantumkan dalam Alquran, sehingga potensi dana umat Islam yang jumlahnya besar, bisa mengentaskan kemiskinan di Kalbar, termasuk di Sambas,” katanya.

Rakor dibuka Asisten 1 Setda Provinsi Kalbar,  Linda Purnama mewakili Gubernur Kalbar. Dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi baznas provinsi, kabupaten kota yang sudah mengelola dana umat dengan baik. Diharapkan, melalui rakor ini, kedepannya Baznas akan lebih baik lagi dalam mengoptimalkan penerimaan zakat. “Diharapkan melalui Rakor yang dilaksanakan di Sambas, bisa menghasilkan keputusan yang bisa diaplikasikan guna pengoptimalan pengelolaan zakat untuk kesejahteraan umat,” katanya.(fah)

SAMBAS – Ada potensi penurunan jumlah penerimaan zakat yang diterima Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Barat pada 2021 dibandingkan 2020. Hal tersebut disampaikan Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Barat, Uray M Amin saat Rakor Baznas Se Kalimantan Barat yang digelar di Kabupaten Sambas, Rabu (27/10) dan dihadiri ketua dan pengurus 14 kabupaten kota di Kalbar.

Disampaikannya, pada 2020, Baznas menerima pengumpulan dana umat kurang lebih Rp28 Miliar. Namun di 2021, baru menerima Rp20 Miliar, bahkan diprediksi akan ada penurunan hingga akhir tahun ini.

Menurutnya, sebagai lembaga yang menjadi wadah pengumpulan dana umat. Akan dilakukan evaluasi terkait dengan potensi penurunan dana umat yang terkumpul di Baznas. “Melalui rakor ini, penurunan penerimaan dana umat ini, menjadi bagian yang akan dievaluasi bersama seluruh Baznas kabupaten kota,” kata Amin.

Termasuk akan ada program yang akan disinergikan, sebagai upaya pemaksimalan dan pengoptimalan penerimaan dana umat. “Sejumlah program sudah dilaksanakan tahun lalu dan akan dilakukan ditahun-tahun berikutnya, ini dalam upaya menggenjot sektor penerimaan zakat di Baznas,” katanya.

Baca Juga :  Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Sajingan Kecil

Dikesempatan tersebut, Amin juga memaparkan bentuk kegiatan yang dilaksanakan di sejumlah kabupaten kota, diantaranya Masjid Quran dan Zakat. Yang sudah berjalan di Sanggau dan Landak. Termasuk adanya beasiswa tahfidz, dimana sejumlah kabupaten kota sudah. Tapi untuk di Kabupaten Sambas serta Kota Singkawang masih belum ada.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Syahrul Yadi mengatakan Baznas merupakan lembaga semi “plat merah”. Lantaran berada dibawah asuhan pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten kota. Sehingga dalam pengoptimalan penerimaan dana umat. Perlu ada campur tangan pemerintah. “Dalam kesempatan ini, saya sampaikan bangga kepada Pemkab Kayong Utara dan Kota Singkawang, yang pemerintahnya sudah memiliki -Peraturan Daerah yang mengatur pemungutan dana umat di wilayahnya masing-masing, diharapkan apa yang dilakukan KKU dan Singkawang bisa juga diterapkan di kabupaten kota lainnya di Kalbar,” katanya.

Namun, Syahrul Yadi berharap dalam rakor yang digelar ini, akan menghasilkan solusi terkait dengan masalah pengumpulan dana umat, termasuk membahas adanya penurunan potensi zakat di Kalbar. “Baznas harus memiliki terobosan, bagaimana kedepan lembaga ini menjadi idaman masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Atbah Bangun Koalisi, Setelah PKB, Kini ke PAN

Sekda Kabupaten Sambas, H Fery Madagaskar mengatakan  Pemerintah Kabupaten Sambas berharap menjadi salah satu alternatif menyelesaikan permasalahan kemiskinan. “Agama Islam, memberikan cara untuk pengentasan kemiskinan, yakni melalui zakat. Ini menjadi instrumen yang dicantumkan dalam Alquran, sehingga potensi dana umat Islam yang jumlahnya besar, bisa mengentaskan kemiskinan di Kalbar, termasuk di Sambas,” katanya.

Rakor dibuka Asisten 1 Setda Provinsi Kalbar,  Linda Purnama mewakili Gubernur Kalbar. Dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi baznas provinsi, kabupaten kota yang sudah mengelola dana umat dengan baik. Diharapkan, melalui rakor ini, kedepannya Baznas akan lebih baik lagi dalam mengoptimalkan penerimaan zakat. “Diharapkan melalui Rakor yang dilaksanakan di Sambas, bisa menghasilkan keputusan yang bisa diaplikasikan guna pengoptimalan pengelolaan zakat untuk kesejahteraan umat,” katanya.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/