alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Nana Undur Diri dari PKH

Berikan Kesempatan Kepada Warga yang Lebih Membutuhkan

SAMBAS – Pada 2020, di Kabupaten Sambas sekitar 1.950 keluarga sudah lepas atau graduasi sebagai Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH). Rinciannya, 1.384 keluarga graduasi alamiah dan 566 keluarga yang graduasi sejahtera mandiri.

Terbaru adalah Nana dan suaminya Tai Kan Min alias Sulaiman. Meningkatnya kondisi perekonomian keluarga dan kesadaran membulatkan tekad untuk mengundurkan diri dari kepesertaan PKH. “Memang selama ini, kami merasa sangat diringankan dengan bantuan PKH. Namun kami tidak ingin bergantung pada bantuan sosial PKH, dan ingin memberikan kesempatan kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan,” kata Nana.

Keluarga Nana menekuni usaha berjualan tahu dibantu oleh suami dan anak-anaknya serta memiliki kebun jeruk. “Usaha membuat tahu, setiap pagi menjualnya di Pasar Pagi Sambas. Kami juga ada kebun jeruk, sehingga dari dua sumber penghasilan itu bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” katanya.

Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga Dinas Sosial PMD Kabupaten Sambas, Evan Supardi S Sos mengatakan Nana menjadi peserta PKH sejak 2013. Saat itu, jika dilihat ekonomi keluarganya tak seperti dulu. Terlebih keluarga ini baru mulai membangun keluarga. Berkat kegigihan bekerja seluruh anggota keluarga kemudian dibantu adanya bantuan sosial PKH sekarang perekonomian keluarganya bangkit menjadi lebih baik. Saat ini kelima anaknya sudah bersekolah. Tiga orang di SD, dan dua orang di SMP.

Baca Juga :  Penyidik Geledah BRI Tayan dan Rumah Tersangka P

“Kami menyambut baik banyaknya graduasi yang dilakukan oleh peserta PKH atas kesadaran diri atau mandiri. Kami berharap hal ini bisa menjadi contoh bagi KPM PKH lainnya yang sudah sejahtera untuk secara sadar mengundurkan diri atau graduasi mandiri dari PKH,” kata Evan.

Koordinator PKH Kabupaten Sambas, Wahyudi S Sos menyebutkan meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan sosial ekonomi KPM PKH, merupakan dasar untuk melakukan graduasi atas KPM PKH dan ini merupakan indikator keberhasilan PKH.

“Kementerian Sosial RI pada 2021 semakin memperkuat upaya Graduasi KPM PKH, guna mendorongnya jumlah KPM PKH Graduasi dijadikan sebagai salah satu Key Performance Indicator (KPI) Pendamping Sosial PKH,” kata Wahyudi.

Baca Juga :  Sesering Mungkin Adakan Pengajian

Dalam Arah Kebijakan Graduasi KPM PKH 2021, target graduasi KPM PKH tetap 10 persen. Guna mencapai target tersebut akan dilakukan dengan memanfaatkan wadah Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan inovasi pendampingan; sinergi PKH dengan program komplementaritas dan program pemberdayaan; koordinasi, kolaborasi dan jejaring kerja dengan pemerintah daerah; menjadikan tingkat graduasi KPM sebagai salah satu Key Performance Indicator (KPI) kinerja pendamping; dan memperkuat social empowerment pada KPM PKH.

Dikesempatan tersebut, Wahyudi mendoakan KPM yang telah melakukan graduasi mandiri agar hidupnya menjadi lebih baik. “Semoga ke depan KPM yang sudah keluar dari peserta PKH secara mandiri bisa menjalankan kegiatan usahanya lebih baik lagi dan hidupnya menjadi lebih sejahtera,” katanya. (fah)

Berikan Kesempatan Kepada Warga yang Lebih Membutuhkan

SAMBAS – Pada 2020, di Kabupaten Sambas sekitar 1.950 keluarga sudah lepas atau graduasi sebagai Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH). Rinciannya, 1.384 keluarga graduasi alamiah dan 566 keluarga yang graduasi sejahtera mandiri.

Terbaru adalah Nana dan suaminya Tai Kan Min alias Sulaiman. Meningkatnya kondisi perekonomian keluarga dan kesadaran membulatkan tekad untuk mengundurkan diri dari kepesertaan PKH. “Memang selama ini, kami merasa sangat diringankan dengan bantuan PKH. Namun kami tidak ingin bergantung pada bantuan sosial PKH, dan ingin memberikan kesempatan kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan,” kata Nana.

Keluarga Nana menekuni usaha berjualan tahu dibantu oleh suami dan anak-anaknya serta memiliki kebun jeruk. “Usaha membuat tahu, setiap pagi menjualnya di Pasar Pagi Sambas. Kami juga ada kebun jeruk, sehingga dari dua sumber penghasilan itu bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” katanya.

Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga Dinas Sosial PMD Kabupaten Sambas, Evan Supardi S Sos mengatakan Nana menjadi peserta PKH sejak 2013. Saat itu, jika dilihat ekonomi keluarganya tak seperti dulu. Terlebih keluarga ini baru mulai membangun keluarga. Berkat kegigihan bekerja seluruh anggota keluarga kemudian dibantu adanya bantuan sosial PKH sekarang perekonomian keluarganya bangkit menjadi lebih baik. Saat ini kelima anaknya sudah bersekolah. Tiga orang di SD, dan dua orang di SMP.

Baca Juga :  Obat Tradisional Lebih Cepat dan Mudah Diperoleh

“Kami menyambut baik banyaknya graduasi yang dilakukan oleh peserta PKH atas kesadaran diri atau mandiri. Kami berharap hal ini bisa menjadi contoh bagi KPM PKH lainnya yang sudah sejahtera untuk secara sadar mengundurkan diri atau graduasi mandiri dari PKH,” kata Evan.

Koordinator PKH Kabupaten Sambas, Wahyudi S Sos menyebutkan meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan sosial ekonomi KPM PKH, merupakan dasar untuk melakukan graduasi atas KPM PKH dan ini merupakan indikator keberhasilan PKH.

“Kementerian Sosial RI pada 2021 semakin memperkuat upaya Graduasi KPM PKH, guna mendorongnya jumlah KPM PKH Graduasi dijadikan sebagai salah satu Key Performance Indicator (KPI) Pendamping Sosial PKH,” kata Wahyudi.

Baca Juga :  Penyidik Geledah BRI Tayan dan Rumah Tersangka P

Dalam Arah Kebijakan Graduasi KPM PKH 2021, target graduasi KPM PKH tetap 10 persen. Guna mencapai target tersebut akan dilakukan dengan memanfaatkan wadah Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan inovasi pendampingan; sinergi PKH dengan program komplementaritas dan program pemberdayaan; koordinasi, kolaborasi dan jejaring kerja dengan pemerintah daerah; menjadikan tingkat graduasi KPM sebagai salah satu Key Performance Indicator (KPI) kinerja pendamping; dan memperkuat social empowerment pada KPM PKH.

Dikesempatan tersebut, Wahyudi mendoakan KPM yang telah melakukan graduasi mandiri agar hidupnya menjadi lebih baik. “Semoga ke depan KPM yang sudah keluar dari peserta PKH secara mandiri bisa menjalankan kegiatan usahanya lebih baik lagi dan hidupnya menjadi lebih sejahtera,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/