alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Ajak Cintai dan Sayangi Orang Tua

SAMBAS – Pasangan Lanjut Usia, yakni Lie Tji Kong yang kini berusia 100 tahun dan Ng Kim Man dengan usia 96 tahun menerima tanda pin penghormatan dari Yayasan Fogoromas Jakarta.

Pasangan lansia yang sekarang tinggal di RT 09 RW 5 Desa Pendawan Kecamatan Sambas, sudah mengarungi bahtera hidup kurang lebih 78 tahun setelah menikah pada 1943, dan dikaruniai lima anak.

Pin penghormatan diberikan langsung Ketua Fogoromas Jakarta, Budiono didampingi Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, dari Perhimpunan Masyarakat Tionghoa Kalbar Indonesia, Leo. Anggota DPRD Singkawang Susi Wu, serta jajaran Fogoromas Jakarta di Kabupaten Sambas.

“Kami awalnya mendengar ada warga Sambas, yakni pasangan suami istri yang usianya 100 tahun (suami) dan 96 tahun (istri) masih dalam keadaan sehat. Kami melihat, ini langka ada. Sehingga kami dari Fogoromas ingin memberikan pin penghormatan dan kami mendoakan pasangan ini panjang umur dan sehat selalu bersama keluarga,” kata Budiono.

Budiono juga ingin memberikan teladan, khususnya kepada generasi muda di Kabupaten Sambas. Agar senantiasa menyayangi dan menghormati orang tuanya.

“Kalau tak ada orang tua, kita tak akan ada di muka bumi. Jadi mari tingkatkan rasa hormat, sayang, cintai orang tua,” katanya. Kedepannya, kegiatan pemberian pin penghormatan ini akan dilakukan Fogoromas. Agar para orang tua, selalu merasa mendapatkan perhatian dari semua orang. “Saya juga menganggap pasangan lansia ini layaknya orang tua saya sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Investasi Rp.5,3 M, PLN Nyalakan Listrik Warga Subah, Sambas

Dari Perhimpunan Tionghoa Kalbar Indonesia, Leo mengapresiasi apa yang dilakukan Fogoromas. Ini menjadi salah satu banyaknya kegiatan sosial dari yayasan yang dipimpin Budiono. “Dalam berkegiatan sosial, Fogoromas luar biasa. Kami berharap langkah ini terus dilakukan,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana. Dirinya melihat, apa yang dilakukan Fogoromas memberikan teladan kepada generasi muda, untuk selalu menghormati, menyayangi dan mencintai orang tua. “Ke depannya kegiatan semacam ini harus rutin digelar,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sambas ini.

Pasangan lansia, saat ini tinggal di Desa Pendawan bersama anak ketiganya, yang berusia 73 tahun, yakni Lie Cun Nen. Dia menceritakan, keempat saudaranya sekarang, ada yang berada di Jakarta dan Taiwan, rata-rata usianya pun sudah lanjut. “Anak paling bungsu, usianya sudah 63 tahun. Jadi mereka banyak menetap di Jakarta dan ada yang di Taiwan,” katanya.

Baca Juga :  Hati-Hati Berkendara

Lie Cun Nen pun mengisahkan pengalaman sewaktu orang tuanya muda, dimana sang ayah merupakan pekerja di pabrik karet. “Seingat saya, dari cerita bapak, mereka menikah di daerah Sebedang, saat itu bapak adalah karyawan di pabrik karet, sedangkan ibu mengurusi rumah tangga,” katanya.

Di Desa Pendawan inilah, dari dulu keluarganya tinggal. Awalnya, sang bapak menyewa tanah di sini (Gang Pendawan) dengan bayar sewa Rp500 per tahun. “Dulu sewa tanah, per tahun Rp500. Selang beberapa tahun, akhirnya tanah yang disewa bisa dibeli oleh keluarganya dan ditinggali hingga saat ini,” katanya. Waktu dulu, di daerah ini (Pendawan) masih perbukitan, belum ada pasar, permukimannya pun baru sekitar lima atau enam rumah.

Diusianya yang ke-100 tahun, sebut Lie Cun Nen, pendengarannya masih bagus. Hanya memang untuk penglihatannya sudah terkendala karena usia. “Berjalan biasanya masih bisa, tapi harus dibantu dengan tongkat. Sedangkan sang ibu, sudah duduk di atas kursi roda,” katanya. (fah)

SAMBAS – Pasangan Lanjut Usia, yakni Lie Tji Kong yang kini berusia 100 tahun dan Ng Kim Man dengan usia 96 tahun menerima tanda pin penghormatan dari Yayasan Fogoromas Jakarta.

Pasangan lansia yang sekarang tinggal di RT 09 RW 5 Desa Pendawan Kecamatan Sambas, sudah mengarungi bahtera hidup kurang lebih 78 tahun setelah menikah pada 1943, dan dikaruniai lima anak.

Pin penghormatan diberikan langsung Ketua Fogoromas Jakarta, Budiono didampingi Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, dari Perhimpunan Masyarakat Tionghoa Kalbar Indonesia, Leo. Anggota DPRD Singkawang Susi Wu, serta jajaran Fogoromas Jakarta di Kabupaten Sambas.

“Kami awalnya mendengar ada warga Sambas, yakni pasangan suami istri yang usianya 100 tahun (suami) dan 96 tahun (istri) masih dalam keadaan sehat. Kami melihat, ini langka ada. Sehingga kami dari Fogoromas ingin memberikan pin penghormatan dan kami mendoakan pasangan ini panjang umur dan sehat selalu bersama keluarga,” kata Budiono.

Budiono juga ingin memberikan teladan, khususnya kepada generasi muda di Kabupaten Sambas. Agar senantiasa menyayangi dan menghormati orang tuanya.

“Kalau tak ada orang tua, kita tak akan ada di muka bumi. Jadi mari tingkatkan rasa hormat, sayang, cintai orang tua,” katanya. Kedepannya, kegiatan pemberian pin penghormatan ini akan dilakukan Fogoromas. Agar para orang tua, selalu merasa mendapatkan perhatian dari semua orang. “Saya juga menganggap pasangan lansia ini layaknya orang tua saya sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Peluang Sebagai Daerah Perbatasan Harus Dimanfaatkan

Dari Perhimpunan Tionghoa Kalbar Indonesia, Leo mengapresiasi apa yang dilakukan Fogoromas. Ini menjadi salah satu banyaknya kegiatan sosial dari yayasan yang dipimpin Budiono. “Dalam berkegiatan sosial, Fogoromas luar biasa. Kami berharap langkah ini terus dilakukan,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana. Dirinya melihat, apa yang dilakukan Fogoromas memberikan teladan kepada generasi muda, untuk selalu menghormati, menyayangi dan mencintai orang tua. “Ke depannya kegiatan semacam ini harus rutin digelar,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sambas ini.

Pasangan lansia, saat ini tinggal di Desa Pendawan bersama anak ketiganya, yang berusia 73 tahun, yakni Lie Cun Nen. Dia menceritakan, keempat saudaranya sekarang, ada yang berada di Jakarta dan Taiwan, rata-rata usianya pun sudah lanjut. “Anak paling bungsu, usianya sudah 63 tahun. Jadi mereka banyak menetap di Jakarta dan ada yang di Taiwan,” katanya.

Baca Juga :  Investasi Rp.5,3 M, PLN Nyalakan Listrik Warga Subah, Sambas

Lie Cun Nen pun mengisahkan pengalaman sewaktu orang tuanya muda, dimana sang ayah merupakan pekerja di pabrik karet. “Seingat saya, dari cerita bapak, mereka menikah di daerah Sebedang, saat itu bapak adalah karyawan di pabrik karet, sedangkan ibu mengurusi rumah tangga,” katanya.

Di Desa Pendawan inilah, dari dulu keluarganya tinggal. Awalnya, sang bapak menyewa tanah di sini (Gang Pendawan) dengan bayar sewa Rp500 per tahun. “Dulu sewa tanah, per tahun Rp500. Selang beberapa tahun, akhirnya tanah yang disewa bisa dibeli oleh keluarganya dan ditinggali hingga saat ini,” katanya. Waktu dulu, di daerah ini (Pendawan) masih perbukitan, belum ada pasar, permukimannya pun baru sekitar lima atau enam rumah.

Diusianya yang ke-100 tahun, sebut Lie Cun Nen, pendengarannya masih bagus. Hanya memang untuk penglihatannya sudah terkendala karena usia. “Berjalan biasanya masih bisa, tapi harus dibantu dengan tongkat. Sedangkan sang ibu, sudah duduk di atas kursi roda,” katanya. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/