alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Ditetapkannya Sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah, Paloh Komitmen Tingkatkan Peran  Aktif Masyarakat

*Cegah Pengrusakan Lingkungan dan Perburuan Satwa Di Lindungi.

PALOH  – Setelah ditetapkannya Pantai Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah dan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 31 tahun 2020 tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi serta Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KP No.93/2020  tanggal 20 September 2020 untuk memperkuat Peraturan Daerah (Perda) No.1/2019 tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau -pulau kecil (RZWP3K) Kalimantan Barat, WWF program Kalimantan Barat bekerjasama dengan Pemerintah daerah Desa Sebubus , Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas mengadakan workshop.

Workshop yang mengangkat tema ‘Meningkatkan Peran Aktif Masyarakat Dalam Mencegah Pengerusakan Lingkungan Dan Perburuan Satwa Dilindungi di Kawasan Konservasi Perairan Paloh’, digelar Senin (29/3). Kegiatan ini dihadiri oleh Muspika Paloh, BKSDA Resor konservasi Paloh, WWF program Kalimantan Barat beserta seluruh kepala Dusun di Desa Sebubus beserta kelompok masyarakat mitra pemerintah seperti Pokmaswas Kambau Borneo, Pokdarwis Pantai Kampak indah, serta Pokmas Wahana Bahari.

Baca Juga :  Lewat 4 Pergub, Kalbar Optimalkan Potensi Konservasi di Area Konsesi

“Terkait permasalahan yang berhubungan dengan materi kegiatan hari ini, kita mesti bijak dalam memahami satwa-satwa dilindungi dan adanya pelaku yang diamankan oleh yang berwajib menjadi pembelajaran bagi kita semua, perlunya peran aktif dari instansi terkait untuk menyampaikan semuanya mengenai satwa yang dilindungi agar masyarakat lebih paham, kita sadari bahwa di wilayah kita banyak satwa-satwa yang tidak kita sadari bahwa mereka merupakan satwa dilindungi,” ungkap Camat Paloh, Sofiandi.

Ke depan pihaknya akan mengupayakan bersama wilayah tersebut menjadi tujuan wisata, yang dimulai dengan menjaga dan merawat satwa-satwa yang ada. Namun, permasalahan yang ada saat ini adalah terkait dengan jalan dan jembatan.

“Namun saya yakin kedepan akses ke wilayah kita akan lebih baik dan Kecamatan Paloh akan menjadi salah satu tujuan wisata dan saat itu telah berjalan dan terkelola dengan baik, maka kita semua yang akan merasakan hasilnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Ada Open House

Koordinator Site Paloh WWF program Kalimantan Barat, Hendro Susanto menjelaskan tentang Dasar penetapan KKP3K pesisir paloh adalah PERMEN KP NOMOR 31 TAHUN 2020, dalam kawasan konservasi terdapat  3 pembagian zonasi, yaitu zona inti, zona pemanfaatan dan zona lain, zona inti sendiri merupakan zona yang sangat dilindungi baik hewan dan tumbuhannya.

“Dalam menjaga kawasan konservasi telah ada komitmen kemitraan dengan melakukan perjanjian kerja sama antara DKP Kalbar dengan Pokdarwis Pantai Kapak Indah, Pokmaswas Kambau Borneo dan Pokmas Wahanan Bahari,” jelasnya.

Pihaknya juga melakukan pemaparan mengenai Kemitraan Dalam Pengelolaan KKPD Paloh. Kegiatan workshop tersebut menghasilkan penanda tanganan berita acara komitmen bersama antara Camat Paloh, Pemerintah Desa Sebubus, pihak aparat penegak hukum, serta kelompok masyarakat mitra pemerintah dalam meningkatkan peran aktif serta penyadartahuan masyarakat dalam mencegah pengerusakan lingkungan dan perburuan satwa dilindungi di kawasan konservasi perairan Paloh. (sti/r)

*Cegah Pengrusakan Lingkungan dan Perburuan Satwa Di Lindungi.

PALOH  – Setelah ditetapkannya Pantai Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah dan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 31 tahun 2020 tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi serta Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KP No.93/2020  tanggal 20 September 2020 untuk memperkuat Peraturan Daerah (Perda) No.1/2019 tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau -pulau kecil (RZWP3K) Kalimantan Barat, WWF program Kalimantan Barat bekerjasama dengan Pemerintah daerah Desa Sebubus , Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas mengadakan workshop.

Workshop yang mengangkat tema ‘Meningkatkan Peran Aktif Masyarakat Dalam Mencegah Pengerusakan Lingkungan Dan Perburuan Satwa Dilindungi di Kawasan Konservasi Perairan Paloh’, digelar Senin (29/3). Kegiatan ini dihadiri oleh Muspika Paloh, BKSDA Resor konservasi Paloh, WWF program Kalimantan Barat beserta seluruh kepala Dusun di Desa Sebubus beserta kelompok masyarakat mitra pemerintah seperti Pokmaswas Kambau Borneo, Pokdarwis Pantai Kampak indah, serta Pokmas Wahana Bahari.

Baca Juga :  Lewat 4 Pergub, Kalbar Optimalkan Potensi Konservasi di Area Konsesi

“Terkait permasalahan yang berhubungan dengan materi kegiatan hari ini, kita mesti bijak dalam memahami satwa-satwa dilindungi dan adanya pelaku yang diamankan oleh yang berwajib menjadi pembelajaran bagi kita semua, perlunya peran aktif dari instansi terkait untuk menyampaikan semuanya mengenai satwa yang dilindungi agar masyarakat lebih paham, kita sadari bahwa di wilayah kita banyak satwa-satwa yang tidak kita sadari bahwa mereka merupakan satwa dilindungi,” ungkap Camat Paloh, Sofiandi.

Ke depan pihaknya akan mengupayakan bersama wilayah tersebut menjadi tujuan wisata, yang dimulai dengan menjaga dan merawat satwa-satwa yang ada. Namun, permasalahan yang ada saat ini adalah terkait dengan jalan dan jembatan.

“Namun saya yakin kedepan akses ke wilayah kita akan lebih baik dan Kecamatan Paloh akan menjadi salah satu tujuan wisata dan saat itu telah berjalan dan terkelola dengan baik, maka kita semua yang akan merasakan hasilnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Seperti Surga di Ekor Borneo

Koordinator Site Paloh WWF program Kalimantan Barat, Hendro Susanto menjelaskan tentang Dasar penetapan KKP3K pesisir paloh adalah PERMEN KP NOMOR 31 TAHUN 2020, dalam kawasan konservasi terdapat  3 pembagian zonasi, yaitu zona inti, zona pemanfaatan dan zona lain, zona inti sendiri merupakan zona yang sangat dilindungi baik hewan dan tumbuhannya.

“Dalam menjaga kawasan konservasi telah ada komitmen kemitraan dengan melakukan perjanjian kerja sama antara DKP Kalbar dengan Pokdarwis Pantai Kapak Indah, Pokmaswas Kambau Borneo dan Pokmas Wahanan Bahari,” jelasnya.

Pihaknya juga melakukan pemaparan mengenai Kemitraan Dalam Pengelolaan KKPD Paloh. Kegiatan workshop tersebut menghasilkan penanda tanganan berita acara komitmen bersama antara Camat Paloh, Pemerintah Desa Sebubus, pihak aparat penegak hukum, serta kelompok masyarakat mitra pemerintah dalam meningkatkan peran aktif serta penyadartahuan masyarakat dalam mencegah pengerusakan lingkungan dan perburuan satwa dilindungi di kawasan konservasi perairan Paloh. (sti/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/