alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Perjuangkan Bangun Border di Temajuk

SAMBAS – Anggota DPR RI, Cornelis berjanji akan memperjuangkan usulan pembangunan border Temajuk di Kecamatan Paloh ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Janji tersebut dilontarkan Cornelis, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sambas, Rabu (28/4).

“Setelah bertemu dengan Bupati Sambas ini, saya langsung ke Temajuk untuk melihat langsung kondisi yang ada. Karena ada informasi jika di Malaysia sudah memiliki pos perbatasan, sementara Indonesia, untuk di wilayah Temajuk belum ada pos perbatasan,” kata mantan Gubernur Kalbar tersebut.

Setelah melihat langsung, termasuk diperkuat dengan dokumen foto serta permintaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas, hasil reses ini akan disampaikannya ke Kemendagri dan kementerian lainnya. “Apa yang disampaikan Bupati Sambas dan hasil kami langsung ke Temajuk, akan disampaikan ke Kemendagri, selaku Ketua BNPP (Badan Nasional Pengelola Perbatasan). Dan kami akan akan gelar Rapat Dengar Pendapat dengan kementerian terkait lainnya juga, untuk segera realisasikan pos perbatasan di Temajuk, termasuk pembangunan sarana infrastruktur lainnya,” katanya.

Diharapkan dia, dengan adanya border di Temajuk, aktivitas keluar barang dan manusia nanti bisa legal atau resmi. “Kalau sudah legal, nanti akan mendukung sektor lainnya, termasuk majunya bidang pariwisata di daerah Paloh,” katanya.

Baca Juga :  PPM Mahasiswa Teknik Elektro Perbaiki PLTMH di Dusun Maludin

Termasuk dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit seperti Covid-19, ke depannya dengan adanya pos lintas batas resmi di Temajuk, akan ada pemeriksaan bagi pelintas, sehingga penyebaran penyakit bisa dicegah. Meski demikian, anggota Komisi II DPR RI ini berharap perlunya kesabaran dalam rangka pembangunan. Terlebih, dia menambahkan, di tengah wabah yang belum juga berakhir, adanya refocusing anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Cornelis sebelumnya menerima sejumlah rencana pembangunan di Kabupaten Sambas, termasuk di daerah perbatasan dari Pemkab Sambas, yang selanjutnya akan disampaikan ke Kemendagri dan kementerian terkait lainnya untuk bisa direalisasikan. Usulan tersebut dalam bentuk dokumen rencana strategis Kabupaten Sambas, yang diserahkan langsung Bupati Sambas kepadanya, anggota Badan Anggaran, dan Anggota Pengawas Perbatasan di Kabupaten Sambas. Rencana strategis yang diusulkan kepadanya tersebut di antaranya listrik di daerah perbatasan Temajuk bisa 24 jam dalam sehari, pembangunan jaringan internet, penambahan panjang jalan lingkungan untuk mendukung pariwisata, dan dukungan untuk mewujudkan pembangunan border di Temajuk, serta sejumlah usulan lainnya.

Baca Juga :  Membangun Asa di Tapal Batas

Dalam kesempatan tersebut, Cornelis juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sambas senantiasa mematuhi protokol kesehatan, dalam upaya mencegah penyebaran wabah. “Patuhi apa yang menjadi instruksi pemerintah di segala tingkatan, mulai dari pusat hingga desa yang itu menjadi upaya mencegah Covid-19 merajalela,” kata dia.

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menyatakan sejumlah rencana program pembangunan strategis di Kabupaten Sambas, harus mendapatkan dukungan semua pihak. Salah satunya, sebut dia, dari Cornelis, agar dikawal sampai ke Pemerintah Pusat, sehingga bisa direalisasikan.

Diharapkan dia, Cornelis bisa mengawal hingga ke kementerian dan Presiden mengenai infrastruktur di perbatasan, yakni masyarakat perbatasan khususnya di daerah Temajuk, harus bisa menikmati aliran listrik 24 jam dalam satu hari. Dia menambahkan, begitu juga jaringan internet, serta diperlukan penambahan jalan lingkungan dalam upaya mendukung majunya sektor pariwisata. “Termasuk keinginan adanya pintu perbatasan di daerah Temajuk,” kata Bupati. (fah)

SAMBAS – Anggota DPR RI, Cornelis berjanji akan memperjuangkan usulan pembangunan border Temajuk di Kecamatan Paloh ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Janji tersebut dilontarkan Cornelis, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sambas, Rabu (28/4).

“Setelah bertemu dengan Bupati Sambas ini, saya langsung ke Temajuk untuk melihat langsung kondisi yang ada. Karena ada informasi jika di Malaysia sudah memiliki pos perbatasan, sementara Indonesia, untuk di wilayah Temajuk belum ada pos perbatasan,” kata mantan Gubernur Kalbar tersebut.

Setelah melihat langsung, termasuk diperkuat dengan dokumen foto serta permintaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas, hasil reses ini akan disampaikannya ke Kemendagri dan kementerian lainnya. “Apa yang disampaikan Bupati Sambas dan hasil kami langsung ke Temajuk, akan disampaikan ke Kemendagri, selaku Ketua BNPP (Badan Nasional Pengelola Perbatasan). Dan kami akan akan gelar Rapat Dengar Pendapat dengan kementerian terkait lainnya juga, untuk segera realisasikan pos perbatasan di Temajuk, termasuk pembangunan sarana infrastruktur lainnya,” katanya.

Diharapkan dia, dengan adanya border di Temajuk, aktivitas keluar barang dan manusia nanti bisa legal atau resmi. “Kalau sudah legal, nanti akan mendukung sektor lainnya, termasuk majunya bidang pariwisata di daerah Paloh,” katanya.

Baca Juga :  Satono: Seragam PKK Jangan Itu-Itu Saja

Termasuk dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit seperti Covid-19, ke depannya dengan adanya pos lintas batas resmi di Temajuk, akan ada pemeriksaan bagi pelintas, sehingga penyebaran penyakit bisa dicegah. Meski demikian, anggota Komisi II DPR RI ini berharap perlunya kesabaran dalam rangka pembangunan. Terlebih, dia menambahkan, di tengah wabah yang belum juga berakhir, adanya refocusing anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Cornelis sebelumnya menerima sejumlah rencana pembangunan di Kabupaten Sambas, termasuk di daerah perbatasan dari Pemkab Sambas, yang selanjutnya akan disampaikan ke Kemendagri dan kementerian terkait lainnya untuk bisa direalisasikan. Usulan tersebut dalam bentuk dokumen rencana strategis Kabupaten Sambas, yang diserahkan langsung Bupati Sambas kepadanya, anggota Badan Anggaran, dan Anggota Pengawas Perbatasan di Kabupaten Sambas. Rencana strategis yang diusulkan kepadanya tersebut di antaranya listrik di daerah perbatasan Temajuk bisa 24 jam dalam sehari, pembangunan jaringan internet, penambahan panjang jalan lingkungan untuk mendukung pariwisata, dan dukungan untuk mewujudkan pembangunan border di Temajuk, serta sejumlah usulan lainnya.

Baca Juga :  Seperti Surga di Ekor Borneo

Dalam kesempatan tersebut, Cornelis juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sambas senantiasa mematuhi protokol kesehatan, dalam upaya mencegah penyebaran wabah. “Patuhi apa yang menjadi instruksi pemerintah di segala tingkatan, mulai dari pusat hingga desa yang itu menjadi upaya mencegah Covid-19 merajalela,” kata dia.

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menyatakan sejumlah rencana program pembangunan strategis di Kabupaten Sambas, harus mendapatkan dukungan semua pihak. Salah satunya, sebut dia, dari Cornelis, agar dikawal sampai ke Pemerintah Pusat, sehingga bisa direalisasikan.

Diharapkan dia, Cornelis bisa mengawal hingga ke kementerian dan Presiden mengenai infrastruktur di perbatasan, yakni masyarakat perbatasan khususnya di daerah Temajuk, harus bisa menikmati aliran listrik 24 jam dalam satu hari. Dia menambahkan, begitu juga jaringan internet, serta diperlukan penambahan jalan lingkungan dalam upaya mendukung majunya sektor pariwisata. “Termasuk keinginan adanya pintu perbatasan di daerah Temajuk,” kata Bupati. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/