alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Perawat Sambas Dukung Prosesar

SAMBAS – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) mengapresiasi DPD PPNI Kabupaten Sambas, yang sudah memiliki kantor sekretariat serta bagus dalam menjalin hubungan dengan jajaran lain termasuk pemerintah kabupaten setempat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Departemen Organisasi DPP PPNI, Abdul Rakhmat saat menghadiri Musyawarah Daerah VI PPNI Kabupaten Sambas dan seminar keperawatan yang mengusung tema Perawat Hebat, Masyarakat Sehat Menuju Sambas Berkemajuan, Sabtu – Minggu (27-28/11) di Hotel Pantura Jaya Sambas.

Apresiasi tersebut disampaikan, lantaran saat ini PPNI Sambas sudah memiliki sekretariat. “ Termasuk baik dalam menjalin hubungan dengan pihak lain termasuk Pemkab Sambas. “Luas biasa, kegiatan PPNI Kabupaten Sambas dianggarkan dalam APBD. Ini tak banyak terjadi didaerah lain. Termasuk bagaimana organisasi ini sudah memiliki kantor sekretariat. Diharapkan apa yang dilakukan PPNI Kabupaten Sambas dicontoh daerah lain di Indonesia,” kata Abdul Rakhmat. Hal ini tentunya tak lepas dari komunikasi dan koordinasi yang dijalin dengan baik oleh Ketua dan pengurus PPNI Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  Hujan Lebat, Jalan Negara di Sambas Terendam Air

Dikesempatan tersebut, Abdul Rakhmat juga menyampaikan beberapa hal terkait program dan kegiatan yang ada di pusat. Serta menyampaikan selamat kepada pengurus baru yang nantinya terbentuk hasil dari Musda dan apresiasi kepada Ketua PPNI Sambas dua periode, Muhardi bersama jajarannya yang sudah melaksanakan tugas dengan baik.

DPD PPNI Kabupaten Sambas, Muhardi mengatakan saat ini jumlah perawat di Kabupaten Sambas sekitar 996 orang, yang bertugas di fasilitas kesehatan yang ada di daerah ini. “Sebagai organisasi profesi, yang memiliki program. PPNI Kabupaten Sambas siap mendukung program pemerintah, termasuk adanya Program Sehat Satono – Rofi (Prosesar) yang saat ini dijalankan,” kata Muhardi.

Dalam mendukung tugas dari seorang perawat, lembaga PPNI melakukan program dalam rangka pengembangan kapasitas perawat di Kabupaten Sambas, mulai dari pelatihan, manajemen kelembagaan dan lainnya. “Kami juga terus mempersiapkan perawat agar melek teknologi, hal ini penting ditengah majunya informasi dan teknologi, sehingga perawat di Kabupaten Sambas tak ketinggalan,” katanya. Kemudian sudah adanya sekretariat, yang itu didapatkan dari iuran seluruh anggota serta dukungan dari sejumlah pihak.

Baca Juga :  Pelintas Masuk Sambas Diperiksa

Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi berharap PPNI Kabupaten Sambas bisa terus kompak dalam menjalankan tugasnya. “PPNI Sambas harus solid, profesional, ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Wakil Bupati usai membuka Musda. PPNI juga diharapkan mendukung mewujudkan visi misi pemerintah terutama bidang kesehatan yang menjadi prioritas. “Bupati dan Wakil Bupati Sambas tak bisa mewujudkan program pembangunan kesehatan, jika tak didukung semua pihak, termasuk para perawat,” katanya.

Ketua Panitia Musda, Marzinni menyebutkan dalam pelaksanaan musda, seluruh anggota PPNI dilibatkan. Sebelumnya juga digelar sunatan massal, serta bersamaan musda digelar seminar keperawatan. Musda sendiri, digelar pada Minggu (28/11), hingga berita ini dikirimkan kegiatan masih berlangsung.(fah)

SAMBAS – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) mengapresiasi DPD PPNI Kabupaten Sambas, yang sudah memiliki kantor sekretariat serta bagus dalam menjalin hubungan dengan jajaran lain termasuk pemerintah kabupaten setempat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Departemen Organisasi DPP PPNI, Abdul Rakhmat saat menghadiri Musyawarah Daerah VI PPNI Kabupaten Sambas dan seminar keperawatan yang mengusung tema Perawat Hebat, Masyarakat Sehat Menuju Sambas Berkemajuan, Sabtu – Minggu (27-28/11) di Hotel Pantura Jaya Sambas.

Apresiasi tersebut disampaikan, lantaran saat ini PPNI Sambas sudah memiliki sekretariat. “ Termasuk baik dalam menjalin hubungan dengan pihak lain termasuk Pemkab Sambas. “Luas biasa, kegiatan PPNI Kabupaten Sambas dianggarkan dalam APBD. Ini tak banyak terjadi didaerah lain. Termasuk bagaimana organisasi ini sudah memiliki kantor sekretariat. Diharapkan apa yang dilakukan PPNI Kabupaten Sambas dicontoh daerah lain di Indonesia,” kata Abdul Rakhmat. Hal ini tentunya tak lepas dari komunikasi dan koordinasi yang dijalin dengan baik oleh Ketua dan pengurus PPNI Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  Electrfying Lifestyle Mulai Merambah Dunia Pendidikan di Sambas

Dikesempatan tersebut, Abdul Rakhmat juga menyampaikan beberapa hal terkait program dan kegiatan yang ada di pusat. Serta menyampaikan selamat kepada pengurus baru yang nantinya terbentuk hasil dari Musda dan apresiasi kepada Ketua PPNI Sambas dua periode, Muhardi bersama jajarannya yang sudah melaksanakan tugas dengan baik.

DPD PPNI Kabupaten Sambas, Muhardi mengatakan saat ini jumlah perawat di Kabupaten Sambas sekitar 996 orang, yang bertugas di fasilitas kesehatan yang ada di daerah ini. “Sebagai organisasi profesi, yang memiliki program. PPNI Kabupaten Sambas siap mendukung program pemerintah, termasuk adanya Program Sehat Satono – Rofi (Prosesar) yang saat ini dijalankan,” kata Muhardi.

Dalam mendukung tugas dari seorang perawat, lembaga PPNI melakukan program dalam rangka pengembangan kapasitas perawat di Kabupaten Sambas, mulai dari pelatihan, manajemen kelembagaan dan lainnya. “Kami juga terus mempersiapkan perawat agar melek teknologi, hal ini penting ditengah majunya informasi dan teknologi, sehingga perawat di Kabupaten Sambas tak ketinggalan,” katanya. Kemudian sudah adanya sekretariat, yang itu didapatkan dari iuran seluruh anggota serta dukungan dari sejumlah pihak.

Baca Juga :  Kritisi Syarat Baru Permohonan Sertifikat 

Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi berharap PPNI Kabupaten Sambas bisa terus kompak dalam menjalankan tugasnya. “PPNI Sambas harus solid, profesional, ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Wakil Bupati usai membuka Musda. PPNI juga diharapkan mendukung mewujudkan visi misi pemerintah terutama bidang kesehatan yang menjadi prioritas. “Bupati dan Wakil Bupati Sambas tak bisa mewujudkan program pembangunan kesehatan, jika tak didukung semua pihak, termasuk para perawat,” katanya.

Ketua Panitia Musda, Marzinni menyebutkan dalam pelaksanaan musda, seluruh anggota PPNI dilibatkan. Sebelumnya juga digelar sunatan massal, serta bersamaan musda digelar seminar keperawatan. Musda sendiri, digelar pada Minggu (28/11), hingga berita ini dikirimkan kegiatan masih berlangsung.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/