alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Cabuli dan Setubuhi Anak Sepuluh Tahun, Kakek Jono Dipolisikan

SANGGAU – Suharjono (77 tahun), warga Dusun Sei. Akar Rt.014 Desa Semuntai, Kecamatan Mukok dilaporkan oleh orangtua dari anak sepuluh tahun yang menjadi korban pencabulan beberapa hari lalu kepada pihak kepolisian setempat. Usai kepergok oleh orangtua korban, pelaku kemudian melarikan diri ke hutan.

Kapolsek Mukok, Iptu Suprianto membenarkan adanya kasus tersebut. Menurutnya, pada Kamis (28/5) sekira pukul 08.00 WIB pelapor datang ke Polsek Mukok melaporkan bahwa anaknya telah dicabuli dan disetubuhi pada Rabu (27/5) sekira pukul 11.10 WIB di kediaman pelaku.

“Korban telah dilakukan pemeriksaan visum di Puskesmas Mukok. Pada saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan luka atau tanda kekerasan benda tumpul di bagian kemaluan anak tersebut,” katanya Senin (1/6).

Baca Juga :  Tabrak Minibus, Pemotor Tewas

Diinformasikan kapolsek, bahwa anak tersebut datang ke rumah pelaku dan mengajak bermain. Namun, situasi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pencabulan dengan memegang dan menyetubuhi korban. Aksi pelaku akhirnya diketahui usai kepergok oleh orangtua korban. Pelaku telah diamankan polisi untuk dimintai pertanggungjawabannya.

“Orangtua korban yang mencari anaknya di rumah pelaku melihat sang anak namun oleh pelaku, anak tersebut diminta lari. Sementara pelaku terus membantah bahwa ada korban di rumahnya. Pelaku kemudian melarikan diri ke hutan,” ujar dia. (sgg)

SANGGAU – Suharjono (77 tahun), warga Dusun Sei. Akar Rt.014 Desa Semuntai, Kecamatan Mukok dilaporkan oleh orangtua dari anak sepuluh tahun yang menjadi korban pencabulan beberapa hari lalu kepada pihak kepolisian setempat. Usai kepergok oleh orangtua korban, pelaku kemudian melarikan diri ke hutan.

Kapolsek Mukok, Iptu Suprianto membenarkan adanya kasus tersebut. Menurutnya, pada Kamis (28/5) sekira pukul 08.00 WIB pelapor datang ke Polsek Mukok melaporkan bahwa anaknya telah dicabuli dan disetubuhi pada Rabu (27/5) sekira pukul 11.10 WIB di kediaman pelaku.

“Korban telah dilakukan pemeriksaan visum di Puskesmas Mukok. Pada saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan luka atau tanda kekerasan benda tumpul di bagian kemaluan anak tersebut,” katanya Senin (1/6).

Baca Juga :  Kasus KDRT di Entikong Berakhir Damai

Diinformasikan kapolsek, bahwa anak tersebut datang ke rumah pelaku dan mengajak bermain. Namun, situasi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pencabulan dengan memegang dan menyetubuhi korban. Aksi pelaku akhirnya diketahui usai kepergok oleh orangtua korban. Pelaku telah diamankan polisi untuk dimintai pertanggungjawabannya.

“Orangtua korban yang mencari anaknya di rumah pelaku melihat sang anak namun oleh pelaku, anak tersebut diminta lari. Sementara pelaku terus membantah bahwa ada korban di rumahnya. Pelaku kemudian melarikan diri ke hutan,” ujar dia. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/