alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Cegah DBD, Dinkes Lakukan Fogging Focus

SANGGAU-Munculnya kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD yang menyerang sejumlah anak–anak di Kota Sanggau langsung ditanggapi serius oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau. Kegiatan fogging focus secara situasional kembali dilakukan untuk mencegah kasus tersebut kembali menyerang warga lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Sarimin Sitepu menyampaikan hingga Kamis (30/9) kemarin, di Kota Sanggau telah terdapat lima kasus. Untuk mencegah penyebarannya, dilakukan pemogingan di daerah – daerah padat penduduk yang terdapat kasusnya.

“Sampai hari ini ada lima kasus DBD. Semuanya terjadi di wilayah Kota Sanggau. Tadi pagi, kami lakukan fogging di lokasi padat penduduk yang terdapat kasusnya,” kata dia dihubungi Pontianak Post.

Baca Juga :  Bupati Sanggau: Soal Bansos, Silahkan Kritik, Jangan Merusak

“Tahun 2020 lalu, kasus DBD terjadi sepanjang Januari hingga Maret. Sepanjang tahun 2020 jumlah kasus DBD ada 27 kasus. Paling banyak terjadi pada bulan Januari yaitu sebanyak 23 kasus. Kemudian pada Bulan Februari ada 1 kasus dan pada Bulan Maret ada 3 kasus. Bulan berikutnya hingga Desember tidak ada kasus DBD,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk di lingkungan sekolah, juga terus dilakukan dengan memantau jentik secara berkala melalui program Gerakan Laskar Berlian (bersih lingkungan anti nyamuk di lingkungan sekolah). Melalui program ini, sekolah melaksanakan kegiatan menguras, menutup dan mengubur.

“Menguras, dilakukan dengan membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum dan lainnya. Selanjutnya, menutup rapat–rapat tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah. Masyarakat juga harus ingat untuk tetap menjaga dan mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya. (sgg)

Baca Juga :  Kunker ke Sanggau, Kapolda Pesan Jaga Kamtibmas

SANGGAU-Munculnya kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD yang menyerang sejumlah anak–anak di Kota Sanggau langsung ditanggapi serius oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau. Kegiatan fogging focus secara situasional kembali dilakukan untuk mencegah kasus tersebut kembali menyerang warga lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Sarimin Sitepu menyampaikan hingga Kamis (30/9) kemarin, di Kota Sanggau telah terdapat lima kasus. Untuk mencegah penyebarannya, dilakukan pemogingan di daerah – daerah padat penduduk yang terdapat kasusnya.

“Sampai hari ini ada lima kasus DBD. Semuanya terjadi di wilayah Kota Sanggau. Tadi pagi, kami lakukan fogging di lokasi padat penduduk yang terdapat kasusnya,” kata dia dihubungi Pontianak Post.

Baca Juga :  JPU Tuntut Andi Alfen Cs Hukuman Mati

“Tahun 2020 lalu, kasus DBD terjadi sepanjang Januari hingga Maret. Sepanjang tahun 2020 jumlah kasus DBD ada 27 kasus. Paling banyak terjadi pada bulan Januari yaitu sebanyak 23 kasus. Kemudian pada Bulan Februari ada 1 kasus dan pada Bulan Maret ada 3 kasus. Bulan berikutnya hingga Desember tidak ada kasus DBD,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk di lingkungan sekolah, juga terus dilakukan dengan memantau jentik secara berkala melalui program Gerakan Laskar Berlian (bersih lingkungan anti nyamuk di lingkungan sekolah). Melalui program ini, sekolah melaksanakan kegiatan menguras, menutup dan mengubur.

“Menguras, dilakukan dengan membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum dan lainnya. Selanjutnya, menutup rapat–rapat tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah. Masyarakat juga harus ingat untuk tetap menjaga dan mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya. (sgg)

Baca Juga :  Jalur Tikus Entikong, Pilihan Kepulangan 35 WNI

Most Read

Artikel Terbaru

/