alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Longsor, Enam Ruko Ambruk

SANGGAU – Bencana longsor terjadi di Kecamatan Entikong, Rabu (3/1) sore sekira pukul 16.00 WIB. Enam bangunan rumah toko (Ruko) dikabarkan ambruk akibat bencana tersebut. Demikian dibenarkan Kasi Kesra Kantor Camat Entikong, Kristian Yosep.

“Iya benar longsor. Lokasi kejadiannya di depan pasar baru Entikong. Sekira jam empat sore tadi (Rabu) kejadiannya,” katanya dikonfirmasi Pontianak Post Rabu malam.

Menurutnya, ada enam rumah yang terdampak. Keenam rumah tersebut ambruk. Sejauh ini, belum ada informasi korban jiwa akibat bencana tersebut. “Kondisi rumah yang terdampak rusak berat. (sementara) tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Adapun rumah warga yang terdampak tersebut masing-masing milik Welly, Ajo Arifin, Ajo Suwir, Maria Bolok, Bidayuh dan Mak Cik Coto. Ditanya soal kerugian yang ditimbulkan, dirinya menyebut masih belum bisa diprediksi.

Baca Juga :  Pers Harus Semakin Tepat dan Akurat

Bencana longsor yang terjadi diduga disebabkan labilnya kondisi tanah di lokasi kejadian. Ditambah dengan kondisi hujan yang masih terus turun dengan intensitas tinggi.

Dikatakannya, sejauh ini, masih diupayakan evakuasi dari petugas sambil mencermati kondisi kelabilan tanah karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan dan akan berdampak bahaya.

Pihak BPBP Sanggau juga membenarkan kejadian tersebut. Anggota BPBD juga telah diterjunkan ke lokasi kejadian bencana.

“Iya benar. Informasi yang kami terima ada enam ruko yang ambruk, tapi nanti kita kroscek lagi. Tim sudah berangkat ke sana,” kata Kasi Pencegahan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro.

Sementara itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi melalui pesan singkat via aplikasi WhatsApp menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warganya di Entikong.

Baca Juga :  Perhitungan Suara Ulang Dilakukan di 65 TPS

“Saya turut prihatin atas musibah itu. Saya juga sudah perintahkan BPD dan dinas teknis segera ke sana. Bantu warga kita yang tertimpa musibah,” ujarnya. (sgg)

SANGGAU – Bencana longsor terjadi di Kecamatan Entikong, Rabu (3/1) sore sekira pukul 16.00 WIB. Enam bangunan rumah toko (Ruko) dikabarkan ambruk akibat bencana tersebut. Demikian dibenarkan Kasi Kesra Kantor Camat Entikong, Kristian Yosep.

“Iya benar longsor. Lokasi kejadiannya di depan pasar baru Entikong. Sekira jam empat sore tadi (Rabu) kejadiannya,” katanya dikonfirmasi Pontianak Post Rabu malam.

Menurutnya, ada enam rumah yang terdampak. Keenam rumah tersebut ambruk. Sejauh ini, belum ada informasi korban jiwa akibat bencana tersebut. “Kondisi rumah yang terdampak rusak berat. (sementara) tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Adapun rumah warga yang terdampak tersebut masing-masing milik Welly, Ajo Arifin, Ajo Suwir, Maria Bolok, Bidayuh dan Mak Cik Coto. Ditanya soal kerugian yang ditimbulkan, dirinya menyebut masih belum bisa diprediksi.

Baca Juga :  Pers Harus Semakin Tepat dan Akurat

Bencana longsor yang terjadi diduga disebabkan labilnya kondisi tanah di lokasi kejadian. Ditambah dengan kondisi hujan yang masih terus turun dengan intensitas tinggi.

Dikatakannya, sejauh ini, masih diupayakan evakuasi dari petugas sambil mencermati kondisi kelabilan tanah karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan dan akan berdampak bahaya.

Pihak BPBP Sanggau juga membenarkan kejadian tersebut. Anggota BPBD juga telah diterjunkan ke lokasi kejadian bencana.

“Iya benar. Informasi yang kami terima ada enam ruko yang ambruk, tapi nanti kita kroscek lagi. Tim sudah berangkat ke sana,” kata Kasi Pencegahan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro.

Sementara itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi melalui pesan singkat via aplikasi WhatsApp menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warganya di Entikong.

Baca Juga :  Korban Longsor Perlu Bantuan

“Saya turut prihatin atas musibah itu. Saya juga sudah perintahkan BPD dan dinas teknis segera ke sana. Bantu warga kita yang tertimpa musibah,” ujarnya. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/