alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Temukan 50 Item Kosmetik Ilegal di Sanggau

SANGGAU — Loka Pengawas Obat dan Makanan Kabupaten Sanggau menemukan sedikitnya 50 item yang tersebar di dua kecamatan yakni Kapuas dan Sekayam. Dari jumlah item tersebut, 396 kemasan tidak menenuhi ketentuan (TMK).

“Dari 6 sarana pendistribusian kosmetik yang ada dua Kecamatan di Sanggau yakni Kapuas dan Sekayam, 5 diantaranya TMK dengan taksiran nilai ekonomi Rp11,5 juta,” ujar Kepala Loka POM Sanggau, Erik Budianto Tampubolon kepada wartawan saat menggelar press release aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya, Rabu (3/8).

Selain Sanggau, aksi penertiban yang dilakukan pada Minggu ketiga hingga Minggu keempat pada Bulan Juli 2022 itu, juga dilakukan di Kabupaten Sekadau mengingat wilayah tersebut juga merupakan wilayah kerja Loka POM Sanggau.

Baca Juga :  Uskup Pimpin Rabu Abu di Sanggau

“Aksi penertiban kemarin itu melibatkan lintas sektor diantaranya Dinkes Sanggau, Disperindagkop dan UM Sanggau, Sat Pol PP Sanggau, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sekadau, Disperibdagkop dan UMKM Sekadau dan Sat Pol PP Sekadau,” jelasnya.

Di Kabupaten Sekadau, dari 3 toko kosmetik yang diperiksa, 2 diantaranya tidak memenuhi ketentuan dengan rincian temuan 69 item 3.595 kemasan dengan taksiran nilai ekonomi Rp94,1 juta.

“Jadi total temuan di Kabupaten Sanggau dan Sekadau jumlahnya 9 sarana atau toko kosmetik, 7 diantaranya tidak memenuhi ketentuan karena memperjualbelikan kosmetika ilegal tanpa izin edar serta kedaluwarsa dengan rincian total temuan 119 item 3.992 kemasan dengan nilai ekonomi Rp105,6 juta,” katanya.

Baca Juga :  Serahkan Bantuan Saat Safari Natal

Menurut Erik, sasaran penertiban aksi adalah tempat-tempat sarana kosmetik yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai tempat peredaran produk kosmetik serta sarana distribusi yang berdasarkan analisis resiko berpotensi mengedarkan kosmetik ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya.

“Kami mengingatkan kepada sarana kosmetik agar tidak memperdagangkan kosmetika ilegal yang tidak memenuhi ketentuan. Kami minta agar dilakukan pengecek rutin terhadap produk yang dijual,” tegasnya. (sgg)

SANGGAU — Loka Pengawas Obat dan Makanan Kabupaten Sanggau menemukan sedikitnya 50 item yang tersebar di dua kecamatan yakni Kapuas dan Sekayam. Dari jumlah item tersebut, 396 kemasan tidak menenuhi ketentuan (TMK).

“Dari 6 sarana pendistribusian kosmetik yang ada dua Kecamatan di Sanggau yakni Kapuas dan Sekayam, 5 diantaranya TMK dengan taksiran nilai ekonomi Rp11,5 juta,” ujar Kepala Loka POM Sanggau, Erik Budianto Tampubolon kepada wartawan saat menggelar press release aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya, Rabu (3/8).

Selain Sanggau, aksi penertiban yang dilakukan pada Minggu ketiga hingga Minggu keempat pada Bulan Juli 2022 itu, juga dilakukan di Kabupaten Sekadau mengingat wilayah tersebut juga merupakan wilayah kerja Loka POM Sanggau.

Baca Juga :  Evaluasi Serapan Anggaran

“Aksi penertiban kemarin itu melibatkan lintas sektor diantaranya Dinkes Sanggau, Disperindagkop dan UM Sanggau, Sat Pol PP Sanggau, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sekadau, Disperibdagkop dan UMKM Sekadau dan Sat Pol PP Sekadau,” jelasnya.

Di Kabupaten Sekadau, dari 3 toko kosmetik yang diperiksa, 2 diantaranya tidak memenuhi ketentuan dengan rincian temuan 69 item 3.595 kemasan dengan taksiran nilai ekonomi Rp94,1 juta.

“Jadi total temuan di Kabupaten Sanggau dan Sekadau jumlahnya 9 sarana atau toko kosmetik, 7 diantaranya tidak memenuhi ketentuan karena memperjualbelikan kosmetika ilegal tanpa izin edar serta kedaluwarsa dengan rincian total temuan 119 item 3.992 kemasan dengan nilai ekonomi Rp105,6 juta,” katanya.

Baca Juga :  TMMD Kelar, Satgas Berpamitan

Menurut Erik, sasaran penertiban aksi adalah tempat-tempat sarana kosmetik yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai tempat peredaran produk kosmetik serta sarana distribusi yang berdasarkan analisis resiko berpotensi mengedarkan kosmetik ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya.

“Kami mengingatkan kepada sarana kosmetik agar tidak memperdagangkan kosmetika ilegal yang tidak memenuhi ketentuan. Kami minta agar dilakukan pengecek rutin terhadap produk yang dijual,” tegasnya. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/