alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Ason Siap Bertarung di Pilkada Sanggau

SANGGAU – Pilkada Kabupaten Sanggau pada November 2024 mendatang bersama Pilkada lainnya di Kalbar diprediksi bakal berlangsung seru. Nama-nama kandidat terus bermunculan. Terbaru, Fransiskus Ason,  Anggota DPRD Kalbar Dapil Sanggau-Sekadau dipastikan ikut bertarung. Ketua DPD Golkar Kabupaten Sanggau ini siap memeriahkan pesta demokrasi di Bumi Daranante tersebut.

“Semua punya hak untuk maju di Pilkada Kabupaten Sanggau, siapapun dia? Sebagai Ketua Partai Golkar Kabupaten Sanggau dan berdasarkan peraturan perundang undangan, maju sebagai Bacalonkada Sanggau wajib didukung oleh partai poitik. Entah berkoalisi atau sendiri,” katanya.

Menurut dia, secara teknis dirinya sudah siap maju di Pilkada Kabupaten Sanggau. “Karena saya adalah kader partai. Apapun diperintahkan partai, saya siap. Tidak ada alasan menolak maju di Pilbup Sanggau,” ujarnya.

Pun demikian dengan kandidat lain. Sebagaimana diketahui di pilkada sebelumnya, Ason pernah berpasangan dengan Yansen Akun Effendy, mantan Bupati Sanggau. Yansen juga dipastikan ikut bertarung kembali di 2024. “Bagi saya, siapapun dia bisa menjadi kawan politik atau kompetitor nantinya. Tidak ada masalah. Politik selalu berubah arah demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Hanya saja, lanjut dia, sebagai kader partai sejak 1997 silam, dirinya sudah menggeluti dunia politik. “Kalah menang urusan nanti. Pastinya saya siap bertarung, kalau diputuskan partai politik tempat saya bernaung sekarang,” katanya.

Baca Juga :  Lima Sapi Suspect PMK, Tunggu Hasil Laboratorium

Ason menambahkan untuk saat ini dirinya akan bekerja untuk partai politik terlebih dahulu. “Kan Pilkada digelar 27 Nopember 2024. Agendanya seusai Pileg dan Pilpres Februari 2024. Nah, hasil bulan Februari bakal dipakai untuk pencalonan,” ucapnya.

Dia berjanji akan bekerja sebanyak-banyaknya untuk Golkar Sanggau. Seandainya nanti target 9 kursi diperoleh, berarti pihaknya tak perlu berkoalisi untuk mengusung pasangan calon. Meski demikian, Golkar tetap membuka diri jika partai lain ingin bergabung membentuk koalisi.

“Syaratnya kan hanya sekitar delapan atau sembilan kursi mengusung bacalonkada. Saya sendiri menargetkan sebanyak-banyaknya dari lima dapil dari Kabupaten Sanggau. Sepuluh kursi lebih baik,” ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, tinggal dilihat saja hasil dari pilkada. Terlepas apakah nanti Golkar membutuhkan gabungan partai politik atau mengusung sendiri, baginya semakin banyak parpol yang berkoalisi dengan Golkar maka akan semakin bagus.

“Saya realistis saja. Komunikasi politik dengan parpol harus terus dibangun,” ujarnya.

Ason menambahkan selama ini komunikasi sudah sering dijalin, terutama ketika ada undangan semacam peresmian gereja atau kegiatan kemasyarakatan.

“Bagi saya tidak ada masalah. Sebagai orang politik biasa saja dalam berkawan politik dengan siapapun,” katanya.

Sebelumnya, polling tidak resmi Pilkada Sanggau, nama-nama semacam Yohanes Ontot (Wakil Bupati Sanggau), Yansen Akun Effendy (Mantan Bupati Sanggau), Jumadi (Anggota DPRD),  Fransiskus Ason (Ketua DPD Golkar Sanggau dan Anggota DPRD Provinsi Kalbar) menyeruak. Tokoh politik lainnya seperti Acam, Robb, Marselinus, Susana, Yance, Hendrykus Bambang, dan Usman juga banyak divote masyarakat.

Baca Juga :  Soal WNA Tak Berdokumen, ini Kata Dewan

Ireng Maulana, Pengamat Politik Kalbar lulusan S-2 Ilmu Politik dari Universitas Iowa Amerika Serikat menyebutkan bahwa Pilkada Sanggau memang menarik untuk dicermati. Sebab, sepeninggalan Paolus Hadi yang telah dua periode menjalani masa pemerintahannya, bakal banyak bacalonkada yang mencoba peruntungan.

“Semua punya peluang  sama untuk maju dan menang. Namun, kandidat yang lebih matang dan lebih siaplah yang nantinya menjadi pemenang. Siap dalam segala hal tentunya,” kata dia.

Ireng sendiri bersama lembaga surveinya beberapa waktu lalu pernah mencoba melakukan prasurvei untuk bacalonkada Sanggau 2024 mendatang. Hasilnya beberapa nama mencuat keluar dan berpotensi sebagai kandidat kuat sebagai kepala daerah 2024.

“Seperti tadi yang saya katakan, siapa lebih siap dalam segala hal, dialah nantinya menjadi pemenang. Data ini memang sengaja saya himpun lebih awal,” katanya didampingi ketua tim surveinya, Deny baru-baru ini.

Meskipun demikian, di Pilkada Sanggau 2024, persaingannya diperkirakan cukup merata dan unik. Semua kandidat memiliki peluang sama untuk menjadi bupati atau wakil bupati. Mereka masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan di mata konstituen. (den)

SANGGAU – Pilkada Kabupaten Sanggau pada November 2024 mendatang bersama Pilkada lainnya di Kalbar diprediksi bakal berlangsung seru. Nama-nama kandidat terus bermunculan. Terbaru, Fransiskus Ason,  Anggota DPRD Kalbar Dapil Sanggau-Sekadau dipastikan ikut bertarung. Ketua DPD Golkar Kabupaten Sanggau ini siap memeriahkan pesta demokrasi di Bumi Daranante tersebut.

“Semua punya hak untuk maju di Pilkada Kabupaten Sanggau, siapapun dia? Sebagai Ketua Partai Golkar Kabupaten Sanggau dan berdasarkan peraturan perundang undangan, maju sebagai Bacalonkada Sanggau wajib didukung oleh partai poitik. Entah berkoalisi atau sendiri,” katanya.

Menurut dia, secara teknis dirinya sudah siap maju di Pilkada Kabupaten Sanggau. “Karena saya adalah kader partai. Apapun diperintahkan partai, saya siap. Tidak ada alasan menolak maju di Pilbup Sanggau,” ujarnya.

Pun demikian dengan kandidat lain. Sebagaimana diketahui di pilkada sebelumnya, Ason pernah berpasangan dengan Yansen Akun Effendy, mantan Bupati Sanggau. Yansen juga dipastikan ikut bertarung kembali di 2024. “Bagi saya, siapapun dia bisa menjadi kawan politik atau kompetitor nantinya. Tidak ada masalah. Politik selalu berubah arah demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Hanya saja, lanjut dia, sebagai kader partai sejak 1997 silam, dirinya sudah menggeluti dunia politik. “Kalah menang urusan nanti. Pastinya saya siap bertarung, kalau diputuskan partai politik tempat saya bernaung sekarang,” katanya.

Baca Juga :  Lima Sapi Suspect PMK, Tunggu Hasil Laboratorium

Ason menambahkan untuk saat ini dirinya akan bekerja untuk partai politik terlebih dahulu. “Kan Pilkada digelar 27 Nopember 2024. Agendanya seusai Pileg dan Pilpres Februari 2024. Nah, hasil bulan Februari bakal dipakai untuk pencalonan,” ucapnya.

Dia berjanji akan bekerja sebanyak-banyaknya untuk Golkar Sanggau. Seandainya nanti target 9 kursi diperoleh, berarti pihaknya tak perlu berkoalisi untuk mengusung pasangan calon. Meski demikian, Golkar tetap membuka diri jika partai lain ingin bergabung membentuk koalisi.

“Syaratnya kan hanya sekitar delapan atau sembilan kursi mengusung bacalonkada. Saya sendiri menargetkan sebanyak-banyaknya dari lima dapil dari Kabupaten Sanggau. Sepuluh kursi lebih baik,” ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, tinggal dilihat saja hasil dari pilkada. Terlepas apakah nanti Golkar membutuhkan gabungan partai politik atau mengusung sendiri, baginya semakin banyak parpol yang berkoalisi dengan Golkar maka akan semakin bagus.

“Saya realistis saja. Komunikasi politik dengan parpol harus terus dibangun,” ujarnya.

Ason menambahkan selama ini komunikasi sudah sering dijalin, terutama ketika ada undangan semacam peresmian gereja atau kegiatan kemasyarakatan.

“Bagi saya tidak ada masalah. Sebagai orang politik biasa saja dalam berkawan politik dengan siapapun,” katanya.

Sebelumnya, polling tidak resmi Pilkada Sanggau, nama-nama semacam Yohanes Ontot (Wakil Bupati Sanggau), Yansen Akun Effendy (Mantan Bupati Sanggau), Jumadi (Anggota DPRD),  Fransiskus Ason (Ketua DPD Golkar Sanggau dan Anggota DPRD Provinsi Kalbar) menyeruak. Tokoh politik lainnya seperti Acam, Robb, Marselinus, Susana, Yance, Hendrykus Bambang, dan Usman juga banyak divote masyarakat.

Baca Juga :  Darso; Ideal Opsi Pilkada April 2021

Ireng Maulana, Pengamat Politik Kalbar lulusan S-2 Ilmu Politik dari Universitas Iowa Amerika Serikat menyebutkan bahwa Pilkada Sanggau memang menarik untuk dicermati. Sebab, sepeninggalan Paolus Hadi yang telah dua periode menjalani masa pemerintahannya, bakal banyak bacalonkada yang mencoba peruntungan.

“Semua punya peluang  sama untuk maju dan menang. Namun, kandidat yang lebih matang dan lebih siaplah yang nantinya menjadi pemenang. Siap dalam segala hal tentunya,” kata dia.

Ireng sendiri bersama lembaga surveinya beberapa waktu lalu pernah mencoba melakukan prasurvei untuk bacalonkada Sanggau 2024 mendatang. Hasilnya beberapa nama mencuat keluar dan berpotensi sebagai kandidat kuat sebagai kepala daerah 2024.

“Seperti tadi yang saya katakan, siapa lebih siap dalam segala hal, dialah nantinya menjadi pemenang. Data ini memang sengaja saya himpun lebih awal,” katanya didampingi ketua tim surveinya, Deny baru-baru ini.

Meskipun demikian, di Pilkada Sanggau 2024, persaingannya diperkirakan cukup merata dan unik. Semua kandidat memiliki peluang sama untuk menjadi bupati atau wakil bupati. Mereka masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan di mata konstituen. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/