alexametrics
23 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Bupati Sampaikan Sembilan Amanat

SANGGAU – Ketika menjadi inspektur Apel Gelar Pasukan Opspol Terpusat Ketupat Kapuas 2021 Pengamanan Idulfitri 1442 Hijriyah, Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan sembilan amanat. Kegiatan yang dipusatkan di Mapolres Sanggau tersebut mengetengahkan tema Kita tingkatkan sinergi Polri dan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idulfitri 1442 Hijriyah.

Adapun sembilan amanat tersebut yakni: Pertama, apel gelar pasukan dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat–2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idulfitri 1442 Hijriyah, baik pada aspek personil maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.

Kedua, menjelang hari raya Idulfitri 1442 Hijriyah, tren kasus Covid–19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03 persen. Ketiga, pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idulfitri 1442 Hijriyah dikarenakan pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus Covid–19 sebesar 93 persen setelah pelaksanaan libur Idulfitri pada tahun 2020/1441 Hijriyah lalu.

Keempat, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI apabila tidak dilaksanakan larangan mudik akan terjadi pergerakan mudik sebanyak 81 juta orang, namun setelah diumumkan larangan mudik masih terdapat 7 persen atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik, maka dari itu laksanakan dengan sungguh–sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi “Salus Populi Suprema Lex Esto.”

Baca Juga :  Isu Penyekatan Batas Kabupaten Hoaks

Kelima, kasus penyebaran Covid–19 kita berkaca pada gelombang penyebaran Covid–19 di India yang terjadi penambahan kasus mencapai 400.000 kasus dan angka kematian mencapai 3.500 kasus dalam sehari terlebih adanya varian baru Covid–19 dari sejumlah negara yang masuk ke Indonesia seperti B.1.1.7 asal Inggris, B.1.617 asal India, dan B.1.351 asal Afrika Selatan.

Keenam, prioritaskan langkah–langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan dan laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir “ultimum remedium” secara tegas dan profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang berulang.

Ketujuh, Pelaksanaan Operasi Terpusat Ketupat–2021 selama 12 hari, terhitung 6 hingga 17 Mei 2021 dengan melibatkan 155.005 personel gabungan terdiri dari 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya yang ditempatkan pada 381 pos penyekatan, 1.536 pos pengamanan, 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu.

Kedelapan, perlu adanya pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan di daerah tujuan mudik, sentra perekonomian dan keramaian dengan mempedomani Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/949/V/Ops.2./2021 tentang Upaya Mencegah Terjadinya Peningkatan Penyebaran Covid-19 menjelang, pada saat dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Baca Juga :  KWT Paber Jaya Panen Palawija

Terakhir, kesembilan, neberapa penekanan untuk dipedomani guna mendukung keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat–2021 diantaranya siapkan mental dan fisik serta jaga kesehatan, niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan YME. Lakukan deteksi dini dengan memetakan dinamika dan fenomena yang berkembang, sebagai langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat. Tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas yang memanfaatkan momentum bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri 1442 Hijriyah.

Kemudian, laksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik, lengkapi sarpras dan perlengkapan perorangan yang memadai, serta lakukan penugasan anggota dengan buddy system. Laksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional serta bertindaklah secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Mantapkan kerjasama, sinergi, dan soliditas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan Operasi. Tetaplah menjadi teladan bagi keluarga, rekan, dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid–19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Serta pastikan petugas frontliner telah melaksanakan program vaksinasi sebanyak dua kali. (sgg)

SANGGAU – Ketika menjadi inspektur Apel Gelar Pasukan Opspol Terpusat Ketupat Kapuas 2021 Pengamanan Idulfitri 1442 Hijriyah, Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan sembilan amanat. Kegiatan yang dipusatkan di Mapolres Sanggau tersebut mengetengahkan tema Kita tingkatkan sinergi Polri dan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idulfitri 1442 Hijriyah.

Adapun sembilan amanat tersebut yakni: Pertama, apel gelar pasukan dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat–2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idulfitri 1442 Hijriyah, baik pada aspek personil maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.

Kedua, menjelang hari raya Idulfitri 1442 Hijriyah, tren kasus Covid–19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03 persen. Ketiga, pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idulfitri 1442 Hijriyah dikarenakan pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus Covid–19 sebesar 93 persen setelah pelaksanaan libur Idulfitri pada tahun 2020/1441 Hijriyah lalu.

Keempat, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI apabila tidak dilaksanakan larangan mudik akan terjadi pergerakan mudik sebanyak 81 juta orang, namun setelah diumumkan larangan mudik masih terdapat 7 persen atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik, maka dari itu laksanakan dengan sungguh–sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi “Salus Populi Suprema Lex Esto.”

Baca Juga :  Awasi Bersama Proses Pengerjaan Jalan

Kelima, kasus penyebaran Covid–19 kita berkaca pada gelombang penyebaran Covid–19 di India yang terjadi penambahan kasus mencapai 400.000 kasus dan angka kematian mencapai 3.500 kasus dalam sehari terlebih adanya varian baru Covid–19 dari sejumlah negara yang masuk ke Indonesia seperti B.1.1.7 asal Inggris, B.1.617 asal India, dan B.1.351 asal Afrika Selatan.

Keenam, prioritaskan langkah–langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan dan laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir “ultimum remedium” secara tegas dan profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang berulang.

Ketujuh, Pelaksanaan Operasi Terpusat Ketupat–2021 selama 12 hari, terhitung 6 hingga 17 Mei 2021 dengan melibatkan 155.005 personel gabungan terdiri dari 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya yang ditempatkan pada 381 pos penyekatan, 1.536 pos pengamanan, 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu.

Kedelapan, perlu adanya pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan di daerah tujuan mudik, sentra perekonomian dan keramaian dengan mempedomani Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/949/V/Ops.2./2021 tentang Upaya Mencegah Terjadinya Peningkatan Penyebaran Covid-19 menjelang, pada saat dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Baca Juga :  KWT Paber Jaya Panen Palawija

Terakhir, kesembilan, neberapa penekanan untuk dipedomani guna mendukung keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat–2021 diantaranya siapkan mental dan fisik serta jaga kesehatan, niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan YME. Lakukan deteksi dini dengan memetakan dinamika dan fenomena yang berkembang, sebagai langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat. Tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas yang memanfaatkan momentum bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri 1442 Hijriyah.

Kemudian, laksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik, lengkapi sarpras dan perlengkapan perorangan yang memadai, serta lakukan penugasan anggota dengan buddy system. Laksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional serta bertindaklah secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Mantapkan kerjasama, sinergi, dan soliditas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan Operasi. Tetaplah menjadi teladan bagi keluarga, rekan, dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid–19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Serta pastikan petugas frontliner telah melaksanakan program vaksinasi sebanyak dua kali. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/