alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Mortir Aktif Kembali Ditemukan

SANGGAU-Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pengamanan Perbatasan Yonif Mekanis 643 Wanara Sakti, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri (Inf.) Hendro Wicaksono membenarkan penemuan mortir yang diduga sisa konfrontasi di wilayah perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau. Mortir tersebut ditemukan warga di Desa Semanget dan diserahterimakan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), Selasa (5/10).

“Kami menerima penyerahan senjata Mortir jenis Mortir 60 Komando asal Malaysia yang ditemukan oleh masyarakat pada saat pembukaan lahan di Dusun Panga, Desa Semanget, Kecamatan Entikong,” katanya.

Menurut dia, penemuan tersebut bermula dari kegiatan pembukaan lahan bertani oleh masayarakat di Dusun Panga, belum lama ini. Saat pembukaan lahan tersebut cangkul salah satu warga mengenai benda yang dikira besi tua. Namun setelah digali bentuknya menyerupai senjata mortir.

Baca Juga :  Bupati Sanggau Minta Ikuti Surat Edaran Pelaksanaan Ibadah

“Setelah warga menemukan barang itu, mereka kemudian mendatangi Pos Panga dengan dipimpin salah satu warga bernama Fransiskus Sumen dan menyerahkannya,” ujar dia.

Usai menerima senjata tersebut dari warga, anggotanya melakukan pembersihan terhadap senjata tersebut. Anggotanya juga memastikan bahwa senjata tersebut masih dalam keadaan aktif dan terlihat lambang atau kode dari negara Malaysia masih terbaca meskipun sedikit samar–samar.

“Senjata mortir jenis 60 komando itu, mungkin bekas peninggalan masa konfrontasi PGRS/Paraku yang terjadi pada rentang waktu tahun 1965–1969 di sekitar wilayah perbatasan,” ungkapnya.

Dansatgas menyampaikan apresiasi setinggi–tingginya kepada masyarakat yang telah secara sadar dan turut berperan aktif dalam melaporkan temuan senjata mortir tersebut. (sgg)

Baca Juga :  Kapolres Temui Masyarakat Suku Madura

SANGGAU-Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pengamanan Perbatasan Yonif Mekanis 643 Wanara Sakti, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri (Inf.) Hendro Wicaksono membenarkan penemuan mortir yang diduga sisa konfrontasi di wilayah perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau. Mortir tersebut ditemukan warga di Desa Semanget dan diserahterimakan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), Selasa (5/10).

“Kami menerima penyerahan senjata Mortir jenis Mortir 60 Komando asal Malaysia yang ditemukan oleh masyarakat pada saat pembukaan lahan di Dusun Panga, Desa Semanget, Kecamatan Entikong,” katanya.

Menurut dia, penemuan tersebut bermula dari kegiatan pembukaan lahan bertani oleh masayarakat di Dusun Panga, belum lama ini. Saat pembukaan lahan tersebut cangkul salah satu warga mengenai benda yang dikira besi tua. Namun setelah digali bentuknya menyerupai senjata mortir.

Baca Juga :  Kantor Bea Cukai Entikong Musnahkan Rokok dan Minol Ilegal

“Setelah warga menemukan barang itu, mereka kemudian mendatangi Pos Panga dengan dipimpin salah satu warga bernama Fransiskus Sumen dan menyerahkannya,” ujar dia.

Usai menerima senjata tersebut dari warga, anggotanya melakukan pembersihan terhadap senjata tersebut. Anggotanya juga memastikan bahwa senjata tersebut masih dalam keadaan aktif dan terlihat lambang atau kode dari negara Malaysia masih terbaca meskipun sedikit samar–samar.

“Senjata mortir jenis 60 komando itu, mungkin bekas peninggalan masa konfrontasi PGRS/Paraku yang terjadi pada rentang waktu tahun 1965–1969 di sekitar wilayah perbatasan,” ungkapnya.

Dansatgas menyampaikan apresiasi setinggi–tingginya kepada masyarakat yang telah secara sadar dan turut berperan aktif dalam melaporkan temuan senjata mortir tersebut. (sgg)

Baca Juga :  Jemaah Haji Sanggau Tiba 29 Juli

Most Read

Artikel Terbaru

/