alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Ekspor Tanaman Perkebunan Sumbang Rp303 M

ENTIKONG – Kepala Karantina Pertanian Entikong, Yongki Wahyu Setiawan menyampaikan sedikitnya 70 jenis tanaman holtikultura asal perbatasan menembus pasar Malaysia dengan nilai barang mencapai Rp12 miliar. Selain itu, dari sektor tanaman pangan, mereka mencatat sembilan komoditas diekspor dengan nilai barang mencapai Rp304,1 juta. Yang mencengangkan, menurut dia, pada sektor tanaman perkebunan menyumbang pendapatan terbesar dengan nilai barang mencapai Rp303 miliar, dengan 8 komoditas pertanian yang diekspor. Sedangkan, sektor peternakan asal perbatasan, dikatakan dia, menyumbang nilai ekspor senilai Rp201,7 juta.

“Karantina Pertanian Entikong terus mendorong akselerasi ekspor produk pertanian pada tahun 2020 di wilayah Kalimantan Barat.  Berdasarkan data dari IQFAST Karantina Pertanian Entikong, produk pertanian seperti buah pisang, langsat, petai, buah jeruk, buah naga, dan minyak kelapa asal Kabupaten Sanggau, Sambas, dan Kapuas Hulu diekspor ke Malaysia,” ungkapnya saat dihubungi Pontianak Post, Rabu (6/1).

Baca Juga :  Dua Belas Tahanan Jaksa Sanggau Nonreaktif

“Ini capaian luar biasa bagi Karantina Pertanian Entikong dalam mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian. Ini juga merupakan salah satu program unggulan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor atau Gratieks,” jelasnya.

“Meski sempat terkena dampak Pandemi Covid–19, sektor pertanian masih menjadi sektor yang menyumbang devisa negara. Terbukti, Pandemi Covid–19 tidak meruntuhkan perdagangan produk pertanian Indonesia di pasar internasional,” tambahnya.

Di masa pandemi, Karantina Pertanian Entikong melakukan pendampingan terhadap pengembangan sektor pertanian dengan program Kementerian Pertanian yang disebut Konstratani. Berkolaborasi dengan BPP Sekayam dan Entikong, Karantina Pertanian, terjun langsung ke lapangan untuk mengawal pertanian dari hulu ke hilir.

Baca Juga :  Dokumen Djoko Tjondro Tak Terlacak di Sanggau

Menurutnya, pemberlakuan lockdown oleh Malaysia tidak menghambat roda perekonomian petani di perbatasan. Karena tim pendampingan Karantina Pertanian Entikong mengarahkan agar produk pertanian asal perbatasan dapat dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.”Kami terus berupaya mengawal dan mendorong pembangunan pertanian di perbatasan. Pembangunan pertanian dari hulu hingga hilir. Tim kami melakukan pendampingan sehingga produk pertanian perbatasan dapat menembus pasar internasional. Menutup tahun 2020, pertanian perbatasan dapat berkontribusi terhadap ekonomi nasional. Memasuki tahun 2021 kami akan tetap konsiten mendampingi petani–petani di perbatasan, terutama untuk orientasi ekspor,” tegasnya. (sgg)

ENTIKONG – Kepala Karantina Pertanian Entikong, Yongki Wahyu Setiawan menyampaikan sedikitnya 70 jenis tanaman holtikultura asal perbatasan menembus pasar Malaysia dengan nilai barang mencapai Rp12 miliar. Selain itu, dari sektor tanaman pangan, mereka mencatat sembilan komoditas diekspor dengan nilai barang mencapai Rp304,1 juta. Yang mencengangkan, menurut dia, pada sektor tanaman perkebunan menyumbang pendapatan terbesar dengan nilai barang mencapai Rp303 miliar, dengan 8 komoditas pertanian yang diekspor. Sedangkan, sektor peternakan asal perbatasan, dikatakan dia, menyumbang nilai ekspor senilai Rp201,7 juta.

“Karantina Pertanian Entikong terus mendorong akselerasi ekspor produk pertanian pada tahun 2020 di wilayah Kalimantan Barat.  Berdasarkan data dari IQFAST Karantina Pertanian Entikong, produk pertanian seperti buah pisang, langsat, petai, buah jeruk, buah naga, dan minyak kelapa asal Kabupaten Sanggau, Sambas, dan Kapuas Hulu diekspor ke Malaysia,” ungkapnya saat dihubungi Pontianak Post, Rabu (6/1).

Baca Juga :  Dua Belas Tahanan Jaksa Sanggau Nonreaktif

“Ini capaian luar biasa bagi Karantina Pertanian Entikong dalam mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian. Ini juga merupakan salah satu program unggulan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor atau Gratieks,” jelasnya.

“Meski sempat terkena dampak Pandemi Covid–19, sektor pertanian masih menjadi sektor yang menyumbang devisa negara. Terbukti, Pandemi Covid–19 tidak meruntuhkan perdagangan produk pertanian Indonesia di pasar internasional,” tambahnya.

Di masa pandemi, Karantina Pertanian Entikong melakukan pendampingan terhadap pengembangan sektor pertanian dengan program Kementerian Pertanian yang disebut Konstratani. Berkolaborasi dengan BPP Sekayam dan Entikong, Karantina Pertanian, terjun langsung ke lapangan untuk mengawal pertanian dari hulu ke hilir.

Baca Juga :  Langkah Strategis Selesaikan Masalah Daerah

Menurutnya, pemberlakuan lockdown oleh Malaysia tidak menghambat roda perekonomian petani di perbatasan. Karena tim pendampingan Karantina Pertanian Entikong mengarahkan agar produk pertanian asal perbatasan dapat dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.”Kami terus berupaya mengawal dan mendorong pembangunan pertanian di perbatasan. Pembangunan pertanian dari hulu hingga hilir. Tim kami melakukan pendampingan sehingga produk pertanian perbatasan dapat menembus pasar internasional. Menutup tahun 2020, pertanian perbatasan dapat berkontribusi terhadap ekonomi nasional. Memasuki tahun 2021 kami akan tetap konsiten mendampingi petani–petani di perbatasan, terutama untuk orientasi ekspor,” tegasnya. (sgg)

Most Read

KPP Pratama Ponbar Buka Loket Khusus

Periksa Kembali 188 ABK World Dream

Tuntut Kandidat Bermasalah Dicoret

Sampaikan Dukungan dari PDI-P

Artikel Terbaru

/