alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Bupati: Mau Kaya, Jangan Malu Jadi Petani

SANGGAU-Kebun Hatinya Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sanggau di Antong Ngelayan, Komplek Sabang Merah telah menghasilkan pundi-pundi rupiah. Berbagai jenis sayuran di lahan seluas 0,8 hektar itu dipasarkan secara online kepada konsumen.

“Di sini (Kebun Hatinya PKK) sudah sering panen, cukup menghasilkan dan bisa menjadi pendapatan anak-anak di sini,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Sanggau, Arita Apolina, Senin (5/4).

Arita menyampaikan, hasil penjualan sayuran dari Kebun Hatinya PKK ini menjadi pembangkit semangat bagi anak-anak muda dan kader. Setahun belakangan, tanaman yang dihasilkan dari Kebun Hatinya PKK dipasarkan ke konsumen.

“Hari ini kita panen jagung dan sayuran hidroponik, ada lobak dan sawi. Biasanya begitu kita panen, dijual langsung habis,” ujarnya.

Baca Juga :  Petani Basmi 333,5 Kilogram Hama Keong Emas

Sementara itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi berharap Kebun Hatinya PKK menjadi percontohan bagi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan lahan yang ada untuk dijadikan sumber pangan.

“Lahan ini dulunya gersang, tapi diolah sehingga jadi subur. Hari ini kita panen jagung dan sayuran hidroponik. Saya harap masyarakat Sanggau, ayo manfaatkan pekarangan. Kebun Hatinya PKK ini bisa menjadi contoh,” harap dia.

Untuk mengelola lahan agar menjadi sumber pangan seperti yang dilakukan PKK tidak memerlukan biaya besar.  Terpenting adalah keinginan untuk belajar.

“Asal mau belajar. Nah, tadi saya memanen bersama petani milenial, anak-anak muda Sanggau. Mereka dari Genre, FAD, Genpi, mereka semuanya terlibat mengolah kebun ini. Kelihatannya (kebun) ini kecil, tapi manfaatnya besar. Kalau mau kaya jangan malu jadi petani,” tegasnya.(sgg)

Baca Juga :  Pakai Seragam, Polisi Ini Bantu Petani Panen Padi

SANGGAU-Kebun Hatinya Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sanggau di Antong Ngelayan, Komplek Sabang Merah telah menghasilkan pundi-pundi rupiah. Berbagai jenis sayuran di lahan seluas 0,8 hektar itu dipasarkan secara online kepada konsumen.

“Di sini (Kebun Hatinya PKK) sudah sering panen, cukup menghasilkan dan bisa menjadi pendapatan anak-anak di sini,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Sanggau, Arita Apolina, Senin (5/4).

Arita menyampaikan, hasil penjualan sayuran dari Kebun Hatinya PKK ini menjadi pembangkit semangat bagi anak-anak muda dan kader. Setahun belakangan, tanaman yang dihasilkan dari Kebun Hatinya PKK dipasarkan ke konsumen.

“Hari ini kita panen jagung dan sayuran hidroponik, ada lobak dan sawi. Biasanya begitu kita panen, dijual langsung habis,” ujarnya.

Baca Juga :  Tes PCR Pegawai Kejari

Sementara itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi berharap Kebun Hatinya PKK menjadi percontohan bagi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan lahan yang ada untuk dijadikan sumber pangan.

“Lahan ini dulunya gersang, tapi diolah sehingga jadi subur. Hari ini kita panen jagung dan sayuran hidroponik. Saya harap masyarakat Sanggau, ayo manfaatkan pekarangan. Kebun Hatinya PKK ini bisa menjadi contoh,” harap dia.

Untuk mengelola lahan agar menjadi sumber pangan seperti yang dilakukan PKK tidak memerlukan biaya besar.  Terpenting adalah keinginan untuk belajar.

“Asal mau belajar. Nah, tadi saya memanen bersama petani milenial, anak-anak muda Sanggau. Mereka dari Genre, FAD, Genpi, mereka semuanya terlibat mengolah kebun ini. Kelihatannya (kebun) ini kecil, tapi manfaatnya besar. Kalau mau kaya jangan malu jadi petani,” tegasnya.(sgg)

Baca Juga :  Mayoritas Petani Kalbar Belum Disertifikasi

Most Read

Artikel Terbaru

/