alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

No PETI, Nyawa Warga Lebih Berharga

SANGGAU – Keselamatan nyawa warga jauh lebih berharga dari pada harta yang diperoleh dari hasil Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Demikian penegasan Kepala Desa Nanga Biang, Muardi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, Jumat (6/11). Pernyataan tersebut disampaikan terkait penolakan kembali beraktivitasnya PETI diwilayah tersebut.

Pada Jumat pagi, puluhan warga Desa Nanga Biang dari dua dusun yakni Dusun Nanga Biang dan Dusun Nanga Biang Hilir mendatangi Kantor Desa Nanga Biang. Mereka meminta kepala desa menghentikan aktivitas PETI yang kembali beroperasi.

“Hari ini kami menerima kehadiran warga dari dua dusun dengan maksud dan tujuannya menolak adanya penambang emas tanpa ijin yang kembali beroperasi di Dusun Nanga Biang,” katanya.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 1202-05/Singkawang Bantu Warga Terkena Bencana Puting Beliung

Pihaknya, lanjut dia, beserta seluruh masyarakat Desa Nanga Biang tidak mengizinkan beroperasinya PETI diwilayah tersebut sesuai dengan penolakan yang disampaikan oleh masyarakat.

Terkait persoalan tersebut, Ketua DAD Kabupaten Sanggau, Yohanes Ontot mendukung langkah masyarakat yang menolak beroperasinya PETI diwilayah mereka.

“Kami sependapat (Menolak). Berarti mereka menyadari betul bagaimana pentingnya menjaga lingkungan untuk masa depan anak cucu mereka nantinya,” ujarnya.

Dia berharap aparat berwenang segera menyikapi apa yang menjadi aspirasi masyarakat Desa Nanga Biang. Jika tidak, dikhawatirkan akan timbul permasalahan soail dikemudian hari.

“Mewakili masyarakat adat Dayak, kami sependapat dengan masyarakat yang menolak PETI diwilayah mereka,” katanya memberi penegasan.

Senada, Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, Gusti Arman juga mendesak kepolisian mengambil sikap tegas terhadap para penambang ilegal tersebut. Jangan ada kesan pembiaran dan merugikan masyarakat.

Baca Juga :  Menteri BUMN: Bukti RI Mampu Kelola Energi Secara Mandiri

“Jangan sampai ada image pembiaran. Masyarakat kecil yang nambang ditangkap tetapi cukong–cukong besar dibiarkan. Saya minta ditindak tegas,” kata pria yang juga selaku Ketua Dewan Pembina Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Sanggau ini. (sgg)

SANGGAU – Keselamatan nyawa warga jauh lebih berharga dari pada harta yang diperoleh dari hasil Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Demikian penegasan Kepala Desa Nanga Biang, Muardi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, Jumat (6/11). Pernyataan tersebut disampaikan terkait penolakan kembali beraktivitasnya PETI diwilayah tersebut.

Pada Jumat pagi, puluhan warga Desa Nanga Biang dari dua dusun yakni Dusun Nanga Biang dan Dusun Nanga Biang Hilir mendatangi Kantor Desa Nanga Biang. Mereka meminta kepala desa menghentikan aktivitas PETI yang kembali beroperasi.

“Hari ini kami menerima kehadiran warga dari dua dusun dengan maksud dan tujuannya menolak adanya penambang emas tanpa ijin yang kembali beroperasi di Dusun Nanga Biang,” katanya.

Baca Juga :  Jarot Raih 111 Ribu Suara

Pihaknya, lanjut dia, beserta seluruh masyarakat Desa Nanga Biang tidak mengizinkan beroperasinya PETI diwilayah tersebut sesuai dengan penolakan yang disampaikan oleh masyarakat.

Terkait persoalan tersebut, Ketua DAD Kabupaten Sanggau, Yohanes Ontot mendukung langkah masyarakat yang menolak beroperasinya PETI diwilayah mereka.

“Kami sependapat (Menolak). Berarti mereka menyadari betul bagaimana pentingnya menjaga lingkungan untuk masa depan anak cucu mereka nantinya,” ujarnya.

Dia berharap aparat berwenang segera menyikapi apa yang menjadi aspirasi masyarakat Desa Nanga Biang. Jika tidak, dikhawatirkan akan timbul permasalahan soail dikemudian hari.

“Mewakili masyarakat adat Dayak, kami sependapat dengan masyarakat yang menolak PETI diwilayah mereka,” katanya memberi penegasan.

Senada, Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, Gusti Arman juga mendesak kepolisian mengambil sikap tegas terhadap para penambang ilegal tersebut. Jangan ada kesan pembiaran dan merugikan masyarakat.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 1202-05/Singkawang Bantu Warga Terkena Bencana Puting Beliung

“Jangan sampai ada image pembiaran. Masyarakat kecil yang nambang ditangkap tetapi cukong–cukong besar dibiarkan. Saya minta ditindak tegas,” kata pria yang juga selaku Ketua Dewan Pembina Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Sanggau ini. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/