alexametrics
24.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Indomaret Tayan Hangus

Kerugian Ditaksir Rp2 M

SANGGAU – Bangunan indomaret yang berlokasi di Dusun Tahan, Desa Sosok, Tayan Hulu, Jumat (7/2) dini hari terbakar. Bangunan ruko milik, Acun (50) yang disewakan kepada indomaret sejak September 2018 itu terbakar sekira pukul 00.30 WIB. Mengenai penyebab masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

Kapolres Sanggau, AKBP Reymond M. Masengi melalui Kabag Ops, Kompol Bermawis mengatakan pada Jumat dini hari pukul 00.30 WIB anggota Polsek Tayan Hulu mendapat informasi terjadi kebakaran di indomaret. Kapolsek Tayan Hulu beserta anggota bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan langkah-langkah penanganan.

Sekira pukul 01.05 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Pemadam Api Sosok (BPAS) tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Berdasarkan informasi yang diterima bahwa api mulai membakar bangunan sekira pukul 00.20 WIB terhadap dua bangunan ruko dari bagian belakang dan menjalar ke bagian depan.

Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 04.00 WIB. Sementara bangunan indomaret kondisinya sembilan puluh lima persen terbakar. Bersama Supervisor Indomaret, kepolisian langsung melakukan pengamanan sisa-sisa barang dan brankas yang diperkirakan berisi uang hasil transaksi penjualan sejumlah lima belas juta rupiah.

Baca Juga :  Kasus ‘Remas Payudara’ Kembali Terjadi

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dari kejadian itu. Kerugian materil diperkirakan mencapai dua miliar rupiah,” ujarnya, Jumat sore.

Menurutnya, dari hasil interogasi anggota bersama karyawan indomaret didapatkan informasi awal terkait situasi sebelum terjadinya musibah kebakaran. Dikatakan dia, indomaret di Dusun Tahan memiliki jam operasional setiap hari mulai pukul 08.00–23.00 WIB. Pembagian shift kerja yaitu shift pertama dari mulai pukul 08.00–15.00 WIB dan shift kedua dari pukul 15.00–23.00 WIB.

Shift kedua yang mendapat tugas jaga sebelum terjadinya kebakaran yaitu Kepala Shift, Yuliani Depi serta tiga orang pegawai yakni Fajar Alqadri, Meyla Ariani Fanaken dan Angga. Namun, kepala shift tidak masuk kerja karena sedang sakit.

Baca Juga :  Wisata Alam Pancur Aji Segera Dibuka

Sementara itu, Fajar Alqadri dan Meyla Ariani Fanaken terakhir meninggalkan toko setelah mengunci pintu gudang dan pintu depan. Informasi dari kedua orang tersebut bahwa di dalam ruang bagian belakang tidak terdapat peralatan memasak dan tidak terdapat adanya kerusakan pada perangkat elektronik maupun pada jalur instalasi listrik.

Fajar Alqadri menyampaikan bahwa pasca mengunci toko hanya terdapat dua lampu yang dinyalakan yaitu lampu teras dan lampu dalam gudang. Dirinya memperkirakan asal mula kebakaran diduga dari korsleting listrik yang terhubung pada lampu ruang toilet mengingat api terlihat menjalar dari ruang belakang sekitar toilet.

Supervisor indomaret, lanjut Kabag Ops, memberikan pernyataan tentang perkiraan jumlah kerugian isi dalam bangunan senilai satu milyar rupiah terdiri dari barang dagangan serta sarana maupun prasana di dalam toko meliputi peralatan elektronik dan genset.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Informasi-informasi awal akan kami gunakan dalam pengembangan penyelidikannya,” katanya. (sgg)

Kerugian Ditaksir Rp2 M

SANGGAU – Bangunan indomaret yang berlokasi di Dusun Tahan, Desa Sosok, Tayan Hulu, Jumat (7/2) dini hari terbakar. Bangunan ruko milik, Acun (50) yang disewakan kepada indomaret sejak September 2018 itu terbakar sekira pukul 00.30 WIB. Mengenai penyebab masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

Kapolres Sanggau, AKBP Reymond M. Masengi melalui Kabag Ops, Kompol Bermawis mengatakan pada Jumat dini hari pukul 00.30 WIB anggota Polsek Tayan Hulu mendapat informasi terjadi kebakaran di indomaret. Kapolsek Tayan Hulu beserta anggota bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan langkah-langkah penanganan.

Sekira pukul 01.05 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Pemadam Api Sosok (BPAS) tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Berdasarkan informasi yang diterima bahwa api mulai membakar bangunan sekira pukul 00.20 WIB terhadap dua bangunan ruko dari bagian belakang dan menjalar ke bagian depan.

Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 04.00 WIB. Sementara bangunan indomaret kondisinya sembilan puluh lima persen terbakar. Bersama Supervisor Indomaret, kepolisian langsung melakukan pengamanan sisa-sisa barang dan brankas yang diperkirakan berisi uang hasil transaksi penjualan sejumlah lima belas juta rupiah.

Baca Juga :  ADD untuk  Tanggulangi Karhutla

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dari kejadian itu. Kerugian materil diperkirakan mencapai dua miliar rupiah,” ujarnya, Jumat sore.

Menurutnya, dari hasil interogasi anggota bersama karyawan indomaret didapatkan informasi awal terkait situasi sebelum terjadinya musibah kebakaran. Dikatakan dia, indomaret di Dusun Tahan memiliki jam operasional setiap hari mulai pukul 08.00–23.00 WIB. Pembagian shift kerja yaitu shift pertama dari mulai pukul 08.00–15.00 WIB dan shift kedua dari pukul 15.00–23.00 WIB.

Shift kedua yang mendapat tugas jaga sebelum terjadinya kebakaran yaitu Kepala Shift, Yuliani Depi serta tiga orang pegawai yakni Fajar Alqadri, Meyla Ariani Fanaken dan Angga. Namun, kepala shift tidak masuk kerja karena sedang sakit.

Baca Juga :  Satu Unit Rumah Alami Kebakaran

Sementara itu, Fajar Alqadri dan Meyla Ariani Fanaken terakhir meninggalkan toko setelah mengunci pintu gudang dan pintu depan. Informasi dari kedua orang tersebut bahwa di dalam ruang bagian belakang tidak terdapat peralatan memasak dan tidak terdapat adanya kerusakan pada perangkat elektronik maupun pada jalur instalasi listrik.

Fajar Alqadri menyampaikan bahwa pasca mengunci toko hanya terdapat dua lampu yang dinyalakan yaitu lampu teras dan lampu dalam gudang. Dirinya memperkirakan asal mula kebakaran diduga dari korsleting listrik yang terhubung pada lampu ruang toilet mengingat api terlihat menjalar dari ruang belakang sekitar toilet.

Supervisor indomaret, lanjut Kabag Ops, memberikan pernyataan tentang perkiraan jumlah kerugian isi dalam bangunan senilai satu milyar rupiah terdiri dari barang dagangan serta sarana maupun prasana di dalam toko meliputi peralatan elektronik dan genset.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Informasi-informasi awal akan kami gunakan dalam pengembangan penyelidikannya,” katanya. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/