alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Minta Keselamatan dan Kesejateran

SANGGAU – Ritual adat Nosu Minu Podi XVII yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau di rumah Betang Raya Dorik Mpulor, Rabu (7/7) turut dihadiri Bupati Sanggau, Paolus Hadi didampingi Ketua DAD Sanggau, Yohanes Ontot. Bupati yang juga Ketua Dewan Pembina DAD Sanggau menyampaikan, ritual adat Nosu Minu Podi ini bertujuan untuk meminta keselamatan dan kesejahteraan, termasuk dari ancaman wabah Covid-19.

“Sejarah mengapa Pemda bersama DAD mendorong adat istiadat kita ini dilakukan tiap tahun karena masyarakat kita selalu melaksanakan gawai yang secara khusus di beberapa sub suku menyebutnya Nosu Minu Podi,” ujarnya.

“Intinya adalah untuk meyakinkan atau wujud rasa sukur kita atas usaha yang kita lakukan dalam satu tahun, baik itu pertanian maupun lainnya sehingga tahun depan diharapkan lebih baik lagi dalam mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan,” sambung dia.

Baca Juga :  Ritual Adat Nyemah Tanah Jalan Alternatif ke Bandara

Pada ritual tersebut turut didoakan secara adat dan melalui agama, agar Kabupaten Sanggau segera terbebas dari Covid-19.

“Pesan saya kepada masyarakat Dayak untuk mendukung program pemerintah mematuhi protokol kesehatan. Orang Dayak harus menjadi inisiator dan motor penggerak untuk mengajak orang mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DAD Sanggau, Yohanes Ontot mengingatkan kepada masyarakat adat Dayak untuk patuh dengan ajakan dan nasihat-nasihat yang disampaikan pemerintah, dalam menjalankan protokol kesehatan. “Saya tegaskan, jajaran DAD harus memberikan dukungan sepenuhnya terhadap apa yang sudah diputuskan Pemerintah. Jangan sampai malah kita menjadi beban masyarakat lainnya. Oleh karena itu saya sudah mengimbau kepada para Ketua-Ketua DAD untuk menjadi corong menjelaskan tekait protokol kesehatan ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Munculkan Kearifan Lokal

Menurutnya, sebagai salah satu upaya DAD bekerja sama dengan Pemda memberikan keselamatan dan kesejahteraan, terutama terkait penanganan Covid-19. “Kepada warga masyarakat dayak saya minta agar memahami kondisi saat ini dimana kita sedang dilanda wabah Covid-19. Jangan ada yang ego, apalagi menganggap dirinya kebal dari wabah, itu tidak boleh,” tegasnya. (sgg)

SANGGAU – Ritual adat Nosu Minu Podi XVII yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau di rumah Betang Raya Dorik Mpulor, Rabu (7/7) turut dihadiri Bupati Sanggau, Paolus Hadi didampingi Ketua DAD Sanggau, Yohanes Ontot. Bupati yang juga Ketua Dewan Pembina DAD Sanggau menyampaikan, ritual adat Nosu Minu Podi ini bertujuan untuk meminta keselamatan dan kesejahteraan, termasuk dari ancaman wabah Covid-19.

“Sejarah mengapa Pemda bersama DAD mendorong adat istiadat kita ini dilakukan tiap tahun karena masyarakat kita selalu melaksanakan gawai yang secara khusus di beberapa sub suku menyebutnya Nosu Minu Podi,” ujarnya.

“Intinya adalah untuk meyakinkan atau wujud rasa sukur kita atas usaha yang kita lakukan dalam satu tahun, baik itu pertanian maupun lainnya sehingga tahun depan diharapkan lebih baik lagi dalam mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan,” sambung dia.

Baca Juga :  Perindah Kota Sanggau, Jalan Utama Ditanami Bunga Baru

Pada ritual tersebut turut didoakan secara adat dan melalui agama, agar Kabupaten Sanggau segera terbebas dari Covid-19.

“Pesan saya kepada masyarakat Dayak untuk mendukung program pemerintah mematuhi protokol kesehatan. Orang Dayak harus menjadi inisiator dan motor penggerak untuk mengajak orang mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DAD Sanggau, Yohanes Ontot mengingatkan kepada masyarakat adat Dayak untuk patuh dengan ajakan dan nasihat-nasihat yang disampaikan pemerintah, dalam menjalankan protokol kesehatan. “Saya tegaskan, jajaran DAD harus memberikan dukungan sepenuhnya terhadap apa yang sudah diputuskan Pemerintah. Jangan sampai malah kita menjadi beban masyarakat lainnya. Oleh karena itu saya sudah mengimbau kepada para Ketua-Ketua DAD untuk menjadi corong menjelaskan tekait protokol kesehatan ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Sintang Hadiri Ritual Adat Bayar Hajat Suku Uud Danum

Menurutnya, sebagai salah satu upaya DAD bekerja sama dengan Pemda memberikan keselamatan dan kesejahteraan, terutama terkait penanganan Covid-19. “Kepada warga masyarakat dayak saya minta agar memahami kondisi saat ini dimana kita sedang dilanda wabah Covid-19. Jangan ada yang ego, apalagi menganggap dirinya kebal dari wabah, itu tidak boleh,” tegasnya. (sgg)

Most Read

Wali Kota Antisipasi Corona

Semangat dari Ramadan Planner

Puncak Perayaan Kulminasi Matahari

Artikel Terbaru

/