alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Sanggau Jalur “Nyaman” Perlintasan Narkoba

SANGGAU-Kondisi geografis Kabupaten Sanggau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia, sangat memungkinkannya sebagai jalur perlintasan narkoba internasional. Situasi tersebut tentunya butuh kewaspadaan ekstra dari segi pencegahan dan pemberantasan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, Ngatiya menyampaikan sebagai jalur perlintasan narkoba memang tidak dapat dihindarkan. Banyak sekali celah bagi para pelaku kejahatan ini untuk menyelundupkan serta membawa melalui pintu perbatasan yang terdapat banyak jalan tikus.

“Ini jadi tanggungjawab kita bersama. Kalau diserahkan ke kami atau polisi atau TNI sendiri juga tidak akan maksimal. Sinergitas semua, tidak hanya aparat, harus dilakukan terutama terkait dengan informasi dari masyarakat,” ujarnya ketika mengisi diskusi kontinyu Pojok Si Gondrong, Kamis (8/10) malam.

Kapolres Sanggau, AKBP Raymond Marcellino Masengi menambahkan untuk memutus mata rantai jaringan narkoba memang bukan perkara mudah. Apalagi, para pelaku kejahatan ini menggunakan sistem terputus. Untuk membongkarnya tetap dapat dilakukan, tetapi juga tidak semudah yang dibayangkan.

Baca Juga :  Lima Bom Aktif Siap Digunakan

“Mengungkap sistem jaringan terputus ini yang kadang tidak mudah. Meskipun, saya yakin, bisa dilakukan oleh aparat baik itu kepolisian atau BNN sendiri,” jelasnya.

“Kita memang harus samakan persepsi bahwa narkoba ini musuh bersama. Dengan begitu, kita bisa saling beriringan dan bekerjasama dalam memberantasnya. Kalau sendiri-sendiri tidak bisa,” tambahnya.

Mengenai akses informasi, Raymond menyebut peran masyarakat dalam memberikan informasi memang tidak dapat diabaikan. Bagaimanapun, pengungkapan yang sudah-sudah, tidak terlepas dari informasi masyarakat.

“Pengungkapan beberapa hari belakangan juga tidak bisa dipungkiri, bahwa ada peran masyarakat dalam hal informasi. Karena informasi ini sangat penting. Nah, untuk menguji informasi ini, kepolisian membuat langkah-langkah penyelidikan lebih dulu,” terangnya.

Baca Juga :  Mengadu Nasib di Kubangan Tambang

Raymond kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan informasi kepada aparat. Tetapi dengan catatan bahwa informasi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan sehingga aparat betul-betul terbantu dengan informasi yang diberikan.

“Jangan takut (Memberi informasi). Tetapi jangan juga informasi asal-asalan. Apalagi katanya-katanya. (Informasi itu) bisa disampaikan ke kepolisian atau BNN,” ujar dia.

Sementara itu, anggota DPRD Sanggau, Supardi ingin menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama. Peran keluarga sangat besar, terutama para orangtua, agar dapat memberikan edukasi kepada anak-anaknya yang notabene sebagai generasi masa depan.

Dirinya tidak ingin, upaya-upaya yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah dan aparat menjadi tidak maksimal gara-gara lingkungan keluarga tidak peduli dengan kondisi ancaman bahaya narkoba. (sgg)

SANGGAU-Kondisi geografis Kabupaten Sanggau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia, sangat memungkinkannya sebagai jalur perlintasan narkoba internasional. Situasi tersebut tentunya butuh kewaspadaan ekstra dari segi pencegahan dan pemberantasan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, Ngatiya menyampaikan sebagai jalur perlintasan narkoba memang tidak dapat dihindarkan. Banyak sekali celah bagi para pelaku kejahatan ini untuk menyelundupkan serta membawa melalui pintu perbatasan yang terdapat banyak jalan tikus.

“Ini jadi tanggungjawab kita bersama. Kalau diserahkan ke kami atau polisi atau TNI sendiri juga tidak akan maksimal. Sinergitas semua, tidak hanya aparat, harus dilakukan terutama terkait dengan informasi dari masyarakat,” ujarnya ketika mengisi diskusi kontinyu Pojok Si Gondrong, Kamis (8/10) malam.

Kapolres Sanggau, AKBP Raymond Marcellino Masengi menambahkan untuk memutus mata rantai jaringan narkoba memang bukan perkara mudah. Apalagi, para pelaku kejahatan ini menggunakan sistem terputus. Untuk membongkarnya tetap dapat dilakukan, tetapi juga tidak semudah yang dibayangkan.

Baca Juga :  Reses Anggota DPR RI di Badau; Bupati Sampaikan Persoalan Perbatasan

“Mengungkap sistem jaringan terputus ini yang kadang tidak mudah. Meskipun, saya yakin, bisa dilakukan oleh aparat baik itu kepolisian atau BNN sendiri,” jelasnya.

“Kita memang harus samakan persepsi bahwa narkoba ini musuh bersama. Dengan begitu, kita bisa saling beriringan dan bekerjasama dalam memberantasnya. Kalau sendiri-sendiri tidak bisa,” tambahnya.

Mengenai akses informasi, Raymond menyebut peran masyarakat dalam memberikan informasi memang tidak dapat diabaikan. Bagaimanapun, pengungkapan yang sudah-sudah, tidak terlepas dari informasi masyarakat.

“Pengungkapan beberapa hari belakangan juga tidak bisa dipungkiri, bahwa ada peran masyarakat dalam hal informasi. Karena informasi ini sangat penting. Nah, untuk menguji informasi ini, kepolisian membuat langkah-langkah penyelidikan lebih dulu,” terangnya.

Baca Juga :  Pendiri Harap Ketum MABT Kalbar Terpilih Bisa Jalankan Amanah Sesuai Visi Misi

Raymond kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan informasi kepada aparat. Tetapi dengan catatan bahwa informasi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan sehingga aparat betul-betul terbantu dengan informasi yang diberikan.

“Jangan takut (Memberi informasi). Tetapi jangan juga informasi asal-asalan. Apalagi katanya-katanya. (Informasi itu) bisa disampaikan ke kepolisian atau BNN,” ujar dia.

Sementara itu, anggota DPRD Sanggau, Supardi ingin menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama. Peran keluarga sangat besar, terutama para orangtua, agar dapat memberikan edukasi kepada anak-anaknya yang notabene sebagai generasi masa depan.

Dirinya tidak ingin, upaya-upaya yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah dan aparat menjadi tidak maksimal gara-gara lingkungan keluarga tidak peduli dengan kondisi ancaman bahaya narkoba. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/