alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Jalur Tikus Entikong, Pilihan Kepulangan 35 WNI

SANGGAU – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif R-641 Beruang, Rabu (11/6) malam menggelandang sedikitnya 35 orang dari jalur tikus di Entikong. Diketahui, mereka merupakan Pekerja Migran Indonesia yang pulang dari Malaysia.

“Lima belas orang diamankan disisi kiri luar PLBN Entikong dan dua puluh orang lainnya melewati sisi kanan,” ujar Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono.

Menurutnya, para PMI tersebut masuk secara berkelompok dan tidak memiliki dokumen resmi perjalanan ke luar negeri. Saat ini, pengetatan pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi di perbatasan RI–Malaysia terus dilakukan guna mencegah kegiatan dan lalu lintas barang maupun orang secara ilegal.

Baca Juga :  Sekolah Lawan Corona Dilaunching

Dikatakannya, berdasarkan pengakuan dari para PMI, selama di Malaysia mereka bekerja secara ilegal di perkebunan sawit. Adanya kebijakan lockdown yang diberlakukan Pemerintah Malaysia dan tidak adanya pekerjaan lagi di negeri jiran mengharuskan mereka kembali ke Indonesia.

“Dua belas orang pulang ke Kalbar. Sisanya, ada yang ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Semua WNI yang masuk ke tanah air, lanjut dia, wajib melalui rangkaian pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 di PLBN Entikong. Bersama petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk wilayah kerja Entikong, para PMI tersebut dilakukan prosedur protokol kesehatan seperti penyemprotan barang bawaan, mencuci tangan, pemeriksaan suhu badan, tekanan darah hingga saturasi oksigen. Dilanjutkan rapid test dan wawancara riwayat kesehatan. Setelah hasil rapid test dinyatakan nonreaktif, mereka menerima surat keterangan kesehatan.

Baca Juga :  Terbaru, Sembilan Warga Sanggau Positif Covid-19

“Pihak Imigrasi Entikong juga mendata dan mewawancara para WNI tersebut tentang riwayat perjalanan dan barang mereka diperiksa oleh Kantor Bea dan Cukai Entikong,” ungkapnya. (sgg)

SANGGAU – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif R-641 Beruang, Rabu (11/6) malam menggelandang sedikitnya 35 orang dari jalur tikus di Entikong. Diketahui, mereka merupakan Pekerja Migran Indonesia yang pulang dari Malaysia.

“Lima belas orang diamankan disisi kiri luar PLBN Entikong dan dua puluh orang lainnya melewati sisi kanan,” ujar Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono.

Menurutnya, para PMI tersebut masuk secara berkelompok dan tidak memiliki dokumen resmi perjalanan ke luar negeri. Saat ini, pengetatan pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi di perbatasan RI–Malaysia terus dilakukan guna mencegah kegiatan dan lalu lintas barang maupun orang secara ilegal.

Baca Juga :  Terbaru, Sembilan Warga Sanggau Positif Covid-19

Dikatakannya, berdasarkan pengakuan dari para PMI, selama di Malaysia mereka bekerja secara ilegal di perkebunan sawit. Adanya kebijakan lockdown yang diberlakukan Pemerintah Malaysia dan tidak adanya pekerjaan lagi di negeri jiran mengharuskan mereka kembali ke Indonesia.

“Dua belas orang pulang ke Kalbar. Sisanya, ada yang ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Semua WNI yang masuk ke tanah air, lanjut dia, wajib melalui rangkaian pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 di PLBN Entikong. Bersama petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk wilayah kerja Entikong, para PMI tersebut dilakukan prosedur protokol kesehatan seperti penyemprotan barang bawaan, mencuci tangan, pemeriksaan suhu badan, tekanan darah hingga saturasi oksigen. Dilanjutkan rapid test dan wawancara riwayat kesehatan. Setelah hasil rapid test dinyatakan nonreaktif, mereka menerima surat keterangan kesehatan.

Baca Juga :  Lawan Covid-19, Imigrasi Entikong Tingkatkan Pemeriksaan

“Pihak Imigrasi Entikong juga mendata dan mewawancara para WNI tersebut tentang riwayat perjalanan dan barang mereka diperiksa oleh Kantor Bea dan Cukai Entikong,” ungkapnya. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/