alexametrics
31 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Gula 1,35 Ton Ditinggal Kabur

SANGGAU – Sedikitnya 1,35 ton gula pasir yang dikemas dalam 27 karung disita Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgaspamtas) Yonif Raider 641 Beruang. Gula tersebut ditinggal lari oleh pemikul dan pemilik di semak disekitaran jalan tikus pada sektor kanan Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

Dansatgas Yonif Raider 641 Beruang, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono menyampaikan gula pasir ilegal tersebut didapati saat anggotanya melakukan patroli wilayah malam hari di jalur tikus sektor kanan PLBN Entikong. Saat itu ada sejumlah orang berjalan dengan memikul karung. Ketika anggota hendak menghampiri, mereka melarikan diri.

“Waktu anggota mau datangi, mereka lari meninggalkan barang bawaannya. Setelah diperiksa ternyata tumpukan karung berisi gula pasir sebanyak 27 karung. Masing – masing karung berisi lima puluh kilogram,” ungkapnya, Jumat (13/3).

Baca Juga :  SMA Pembelajaran Tatap Muka Seratus Persen, SD dan SMP Belum

Menurut Kukuh, kegiatan patroli wilayah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh anggotanya di wilayah perbatasan. Hal sebagai upaya mengantisipasi sekaligus pencegahan segala kegiatan penyelundupan melalui jalur–jalur tikus sektor kanan dan kiri PLBN Entikong yang selama ini masih dimanfaatkan oleh oknum–oknum tertentu untuk memasukkan barang–barang elektronik, sembako, satwa, tumbuh-tumbuhan, TKI ilegal dan narkoba dari Malaysia.

“Barang berupa gula ilegal dengan berat total 1,35 ton tersebut telah dibawa ke Pos Kotis Entikong. Selanjutnya akan diserahkan ke Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Entikong. Saya harap segala bentuk penyelundupan tidak dilakukan, terutama untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang bisa menular lewat ikan, cairan, dan lain–lain,” katanya. (sgg)

Baca Juga :  PLN Berikan 51.000 Bibit Lele

SANGGAU – Sedikitnya 1,35 ton gula pasir yang dikemas dalam 27 karung disita Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgaspamtas) Yonif Raider 641 Beruang. Gula tersebut ditinggal lari oleh pemikul dan pemilik di semak disekitaran jalan tikus pada sektor kanan Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

Dansatgas Yonif Raider 641 Beruang, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono menyampaikan gula pasir ilegal tersebut didapati saat anggotanya melakukan patroli wilayah malam hari di jalur tikus sektor kanan PLBN Entikong. Saat itu ada sejumlah orang berjalan dengan memikul karung. Ketika anggota hendak menghampiri, mereka melarikan diri.

“Waktu anggota mau datangi, mereka lari meninggalkan barang bawaannya. Setelah diperiksa ternyata tumpukan karung berisi gula pasir sebanyak 27 karung. Masing – masing karung berisi lima puluh kilogram,” ungkapnya, Jumat (13/3).

Baca Juga :  KPU: Potensi Pemilih Baru 2.794 Orang

Menurut Kukuh, kegiatan patroli wilayah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh anggotanya di wilayah perbatasan. Hal sebagai upaya mengantisipasi sekaligus pencegahan segala kegiatan penyelundupan melalui jalur–jalur tikus sektor kanan dan kiri PLBN Entikong yang selama ini masih dimanfaatkan oleh oknum–oknum tertentu untuk memasukkan barang–barang elektronik, sembako, satwa, tumbuh-tumbuhan, TKI ilegal dan narkoba dari Malaysia.

“Barang berupa gula ilegal dengan berat total 1,35 ton tersebut telah dibawa ke Pos Kotis Entikong. Selanjutnya akan diserahkan ke Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Entikong. Saya harap segala bentuk penyelundupan tidak dilakukan, terutama untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang bisa menular lewat ikan, cairan, dan lain–lain,” katanya. (sgg)

Baca Juga :  Hasil Swab 17 Warga Negatif Covid–19

Most Read

Artikel Terbaru

/