alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Komisi I DPRD Kalbar Apresiasi Pelayanan Bea Cukai Entikong

ENTIKONG- Komisi I DPRD Propinsi Kalbar melakukan kunjungan kerja ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong.

Dalam kunjungan itu komisi I DPRD Kalbar memantau perkembangan lalu lintas barang dan orang di PLBN Entikong.

“Kunjungan kerja ini untuk melihat langsung PLBN Entikong, terkait aktivitas ekpor maupun impor, tidak hanya itu kita juga membicarakan pengamanan wilayah perbatasan ini terutama terkait penyeludupan narkoba, kata Ketua Komisi I DPRD Propinsi Kalbar, Angelina Fremalco, Rabu (15/1/2020).

Menurut dia pemerintah pusat sudah begitu serius membangun beranda terdepan NKRI, hal itu dibuktikan dengan fasilitas yang ada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Kondisi gedung yang sangat megah dan menjadi suatu kebanggan warga Entikong serta masyarakat Kalbar khususnya.

Baca Juga :  Wajib Terapkan Sistem Manajemen Kinerja PNS

Dia mengakui, masih banyak yang perlu dibenahi diperbatasan terutama terkait belum berfungsinya Terminal Barang Internasional Entikong. Selain itu masih banyak nya jalan tidak resmi yang mesti di awasi ketat untuk mencegah masuknya barang berbahaya dan terlarang terutama Narkoba.

“Kami juga mendapatkan informasi bahwa ekpor kalbar ke Sarawak meningkat setiap tahunya, karena itu kita perbanyak ekpor ke luar ketimbang impor barang dari luar,“ ungkap Angelina Fremalco.

Ketua Komisi I DPRD Kalbar juga meminta Bea dan Cukai Entikong terus meningkatkan pelayananya dan jangan membuat birokarasi menjadi panjang.

Sejauh ini pelayanan Bea cukai di Entikong sudah baik namun harus lebih baik lagi kedepanya, serta tingkatkan sinergi antar instansi dan masyarakat.

Baca Juga :  Hari Bhakti Imigrasi Berikan Pelayanan Simpatik

Sementara itu Kepala Bea dan Cukai Entikong, Ristola S.I Nainggolan mengatakan pihaknya senantiasa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat diperbatasan.

“Pelayanan KILB bagi masyarakat cepat begitu juga dengan pengurusan dokumen ekpor ke Sarawak. Sementara ini di Entikong hanya melayani Ekpor dan belum bisa impor karena masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat,” ujar Ristola. (agus alfian)

ENTIKONG- Komisi I DPRD Propinsi Kalbar melakukan kunjungan kerja ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong.

Dalam kunjungan itu komisi I DPRD Kalbar memantau perkembangan lalu lintas barang dan orang di PLBN Entikong.

“Kunjungan kerja ini untuk melihat langsung PLBN Entikong, terkait aktivitas ekpor maupun impor, tidak hanya itu kita juga membicarakan pengamanan wilayah perbatasan ini terutama terkait penyeludupan narkoba, kata Ketua Komisi I DPRD Propinsi Kalbar, Angelina Fremalco, Rabu (15/1/2020).

Menurut dia pemerintah pusat sudah begitu serius membangun beranda terdepan NKRI, hal itu dibuktikan dengan fasilitas yang ada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Kondisi gedung yang sangat megah dan menjadi suatu kebanggan warga Entikong serta masyarakat Kalbar khususnya.

Baca Juga :  1,4 Juta Batang Rokok Dimusnahkan

Dia mengakui, masih banyak yang perlu dibenahi diperbatasan terutama terkait belum berfungsinya Terminal Barang Internasional Entikong. Selain itu masih banyak nya jalan tidak resmi yang mesti di awasi ketat untuk mencegah masuknya barang berbahaya dan terlarang terutama Narkoba.

“Kami juga mendapatkan informasi bahwa ekpor kalbar ke Sarawak meningkat setiap tahunya, karena itu kita perbanyak ekpor ke luar ketimbang impor barang dari luar,“ ungkap Angelina Fremalco.

Ketua Komisi I DPRD Kalbar juga meminta Bea dan Cukai Entikong terus meningkatkan pelayananya dan jangan membuat birokarasi menjadi panjang.

Sejauh ini pelayanan Bea cukai di Entikong sudah baik namun harus lebih baik lagi kedepanya, serta tingkatkan sinergi antar instansi dan masyarakat.

Baca Juga :  Operasi Simpatik Diperbatasan, BC-Polri Tertibkan Vehicle Declaration

Sementara itu Kepala Bea dan Cukai Entikong, Ristola S.I Nainggolan mengatakan pihaknya senantiasa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat diperbatasan.

“Pelayanan KILB bagi masyarakat cepat begitu juga dengan pengurusan dokumen ekpor ke Sarawak. Sementara ini di Entikong hanya melayani Ekpor dan belum bisa impor karena masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat,” ujar Ristola. (agus alfian)

Most Read

Artikel Terbaru

/