alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

PLN UP3 Sanggau Optimis Mampu Dorong Pertumbuhan Sektor Bisnis dan Industri

Sanggau, 15 Agustus 2022. Kualitas listrik yang andal merupakan salah satu faktor utama tumbuh kembangnya sektor usaha, bisnis dan industri yang ada di Kabupaten Sanggau dan sekitarnya. Hal tersebut diungkap Manager PLN UP3 Sanggau, Muhammad Isra, di ruang kerjanya pada Senin, tanggal 15 Agustus 2022.

Diakuinya, sejak sistem kelistrikan Sanggau masuk dalam sistem kelistrikan interkoneksi Khatulistiwa, kualitas pasokan listrik semakin andal dan kondusif.

“Saat ini, kebutuhan listrik masyarakat di Kabupaten Sanggau, Sekadau, dan Sintang dipasok dari sistem kelistrikan Khatulistiwa, dimana daya mampu pembangkit berkisar antara 30.000 kW hingga 60.000 kW. Ini jauh dari rata-rata beban puncak dimasing-masing daerah tersebut,” ungkap Isra.

Untuk sistem kelistrikan Sanggau, saat ini dapat disuplay dari Gardu Induk (GI) Tayan, GI Ngabang, dan GI Sanggau, dengan rata-rata daya mampu pembangkit sebesar 30.000 kW. Berdasarkan data per tanggal 11 Agustus 2022, pukul 18.00 WIB, beban puncak kebutuhan listrik tertinggi masyarakat di Kota Sanggau dan sekitarnya sebesar 21.050 kW.

Baca Juga :  23.129 Warga Telah Divaksin

“Dengan dipasok dari 3 gardu induk besar, yakni GI Tayan, GI Ngabang, dan GI Sanggau sendiri, kami yakin dapat menyediakan listrik yang andal, sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat serta mampu mendorong pertumbuhan usaha di sektor bisnis dan industri,” ucap Isra optimis.

Ia juga mengatakan, kondisi serupa juga berlaku di Kabupaten Sekadau dan Sintang. Dikatakan Isra, GI Sekadau memiliki daya mampu pembangkit sebesar 30.000 kW, dengan beban puncak sebesar 8.902 kW, sedangkan GI Sintang memiliki daya mampu pembangkit sebesar 60.000 kW, sementara beban puncaknya sebesar 24.656 kW.

Dampak positif kondisi listrik yang stabil di Sanggau dirasakan oleh Ican (32), Pemilik salah satu bengkel las listrik di Jalan Agus Salim, Sanggau. Dirinya mengaku, listrik di Kota Sanggau jarang sekali padam. Kalaupun padam biasanya hanya sebentar.

Baca Juga :  Lebih Aman dan Efisien, PT Citra Oasis Alkesindo Tawarkan Tabung VGL untuk Rumah Sakit dan Industri di Kalbar

“Listrik adalah faktor utama penggerak usaha yang kami jalankan. Dengan kondisi listrik yang stabil dan tidak padam tentunya usaha yang kami jalankan pun akan semakin maju dan berkembang,” tutur Ican.

Hal senada juga diungkap Herman (42), Pemilik sebuah Cafe di Jalan Ahmad Yani, Sanggau.
Ia menyebutkan, respon Petugas PLN juga cepat saat dirinya melaporkan gangguan listrik via Aplikasi PLN Mobile.

“Respon Petugas PLN yang dengan sigap dan cepat dalam melayani sangat membantu kami dalam menjalankan usaha. Terima kasih kami ucapkan kepada PLN, atas dukungannya kepada kami, para pelaku usaha di Sanggau ini. Semoga PLN dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat,” pungkas Herman.**

Sanggau, 15 Agustus 2022. Kualitas listrik yang andal merupakan salah satu faktor utama tumbuh kembangnya sektor usaha, bisnis dan industri yang ada di Kabupaten Sanggau dan sekitarnya. Hal tersebut diungkap Manager PLN UP3 Sanggau, Muhammad Isra, di ruang kerjanya pada Senin, tanggal 15 Agustus 2022.

Diakuinya, sejak sistem kelistrikan Sanggau masuk dalam sistem kelistrikan interkoneksi Khatulistiwa, kualitas pasokan listrik semakin andal dan kondusif.

“Saat ini, kebutuhan listrik masyarakat di Kabupaten Sanggau, Sekadau, dan Sintang dipasok dari sistem kelistrikan Khatulistiwa, dimana daya mampu pembangkit berkisar antara 30.000 kW hingga 60.000 kW. Ini jauh dari rata-rata beban puncak dimasing-masing daerah tersebut,” ungkap Isra.

Untuk sistem kelistrikan Sanggau, saat ini dapat disuplay dari Gardu Induk (GI) Tayan, GI Ngabang, dan GI Sanggau, dengan rata-rata daya mampu pembangkit sebesar 30.000 kW. Berdasarkan data per tanggal 11 Agustus 2022, pukul 18.00 WIB, beban puncak kebutuhan listrik tertinggi masyarakat di Kota Sanggau dan sekitarnya sebesar 21.050 kW.

Baca Juga :  Polda Tinjau Dua Posko PPKM Mikro

“Dengan dipasok dari 3 gardu induk besar, yakni GI Tayan, GI Ngabang, dan GI Sanggau sendiri, kami yakin dapat menyediakan listrik yang andal, sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat serta mampu mendorong pertumbuhan usaha di sektor bisnis dan industri,” ucap Isra optimis.

Ia juga mengatakan, kondisi serupa juga berlaku di Kabupaten Sekadau dan Sintang. Dikatakan Isra, GI Sekadau memiliki daya mampu pembangkit sebesar 30.000 kW, dengan beban puncak sebesar 8.902 kW, sedangkan GI Sintang memiliki daya mampu pembangkit sebesar 60.000 kW, sementara beban puncaknya sebesar 24.656 kW.

Dampak positif kondisi listrik yang stabil di Sanggau dirasakan oleh Ican (32), Pemilik salah satu bengkel las listrik di Jalan Agus Salim, Sanggau. Dirinya mengaku, listrik di Kota Sanggau jarang sekali padam. Kalaupun padam biasanya hanya sebentar.

Baca Juga :  Walikota Singkawang Apresiasi PLN Dalam Mendukung Industri Ekonomi Kreatif

“Listrik adalah faktor utama penggerak usaha yang kami jalankan. Dengan kondisi listrik yang stabil dan tidak padam tentunya usaha yang kami jalankan pun akan semakin maju dan berkembang,” tutur Ican.

Hal senada juga diungkap Herman (42), Pemilik sebuah Cafe di Jalan Ahmad Yani, Sanggau.
Ia menyebutkan, respon Petugas PLN juga cepat saat dirinya melaporkan gangguan listrik via Aplikasi PLN Mobile.

“Respon Petugas PLN yang dengan sigap dan cepat dalam melayani sangat membantu kami dalam menjalankan usaha. Terima kasih kami ucapkan kepada PLN, atas dukungannya kepada kami, para pelaku usaha di Sanggau ini. Semoga PLN dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat,” pungkas Herman.**

Most Read

Artikel Terbaru

/