alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Serahkan SK Wilayah Masyarakat Hukum Adat

SANGGAU-Surat Keputusan (SK) Bupati Sanggau bernomor 572 dan 573 Tahun 2020 Tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Dayak, masing-masing bagi Sub Suku Sami dan Sub Suku Mayao di Kecamatan Bonti telah diserahkan oleh Bupati Sanggau, Paolus Hadi.

Orang nomor satu di Bumi Daranante-sebutan untuk Kabupaten Sanggau itu berharap kepada masyarakat Sub Suku Sami dan Mayao agar tetap konsisten menjaga wilayah hukum adatnya masing-masing. Untuk itu, para temenggung harus dihormati sebagai pemimpin wilayah adat yang dinaunginya.

“Saya berharap agar masyarakat setempat terutama wilayah yang sudah ditetapkan sebagai wilayah masyarakat hukum adat agar menghormati para temenggungnya,” ujar dia Selasa lalu.

Baca Juga :  Dua Desa Fokus di Jangkang

Dikatakan bupati, hingga saat ini, telah ada delapan wilayah masyarakat hukum adat di wilayah Kabupaten Sanggau. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Barat karena telah membantu prosesnya sehingga wilayah masyarakat hukum adat dapat ditetapkan.

“Di Sanggau sudah ada delapan wilayah masyarakat hukum adat. Mudah-mudahan kedepannya dapat terus bertambah. Terimakasih juga untuk AMAN Kalbar yang telah membantu,” katanya. (sgg)

SANGGAU-Surat Keputusan (SK) Bupati Sanggau bernomor 572 dan 573 Tahun 2020 Tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Dayak, masing-masing bagi Sub Suku Sami dan Sub Suku Mayao di Kecamatan Bonti telah diserahkan oleh Bupati Sanggau, Paolus Hadi.

Orang nomor satu di Bumi Daranante-sebutan untuk Kabupaten Sanggau itu berharap kepada masyarakat Sub Suku Sami dan Mayao agar tetap konsisten menjaga wilayah hukum adatnya masing-masing. Untuk itu, para temenggung harus dihormati sebagai pemimpin wilayah adat yang dinaunginya.

“Saya berharap agar masyarakat setempat terutama wilayah yang sudah ditetapkan sebagai wilayah masyarakat hukum adat agar menghormati para temenggungnya,” ujar dia Selasa lalu.

Baca Juga :  WiFi Publik Gratis di Sepuluh Titik

Dikatakan bupati, hingga saat ini, telah ada delapan wilayah masyarakat hukum adat di wilayah Kabupaten Sanggau. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Barat karena telah membantu prosesnya sehingga wilayah masyarakat hukum adat dapat ditetapkan.

“Di Sanggau sudah ada delapan wilayah masyarakat hukum adat. Mudah-mudahan kedepannya dapat terus bertambah. Terimakasih juga untuk AMAN Kalbar yang telah membantu,” katanya. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/