alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Jaksa Segel Dua Bangunan Desa

SANGGAU – Gedung yang digunakan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam disegel oleh pihak kejaksaan pada Kamis (17/6). Penyegelan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi tahun anggaran 2019.

Kepala Cabang (Kacab) Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong, Rudy Astanto membenarkan adanya penyegalan bangunan oleh tim penyidik Cabjari Entikong bersama Inspektorat Sanggau.

“Benar hari ini ada penyegelan terkait dugaan tipikor APBDes Pengadang tahun anggaran 2019. Tim penyidik Cabjari dan Inspektorat Kabupaten Sanggau hari ini melaksanakan penyegelan sekaligus pemeriksaan fisik terhadap penggunaan dan pengelolaan APBDes Tahun Anggaran 2019 yang diduga dikorupsi,”  ungkapnya, Kamis malam via sambungan seluler.

Baca Juga :  Kalbar Tidak Masuk Provinsi Terkorup

Berkenaan dengan bangunan PAUD yang dikerjakan sejak tahun 2019, pengerjaannya baru terlaksana 70 persen. Sedangkan bangunan BUMDes, pengerjaannya baru mencapai 15 hingga 20 persen. Selain itu, beberapa kegiatan masyarakat diduga fiktif.

“Sementara ini, kerugian mencapai Rp400an juta. Tapi, ini sementara, karena perhitungan masih berlangsung,” ujarnya.

Rudy menegaskan bahwa saat ini, perkara tersebut masih dalam proses penyidikan. Sejumlah saksi telah diperiksa. “Ada 15 saksi yang kita periksa. Calon tersangkanya sudah ada. Setelah kerugian negara ditemukan, maka akan dilanjutkan dengan proses selanjutnya,” tegas dia. (sgg)

SANGGAU – Gedung yang digunakan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam disegel oleh pihak kejaksaan pada Kamis (17/6). Penyegelan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi tahun anggaran 2019.

Kepala Cabang (Kacab) Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong, Rudy Astanto membenarkan adanya penyegalan bangunan oleh tim penyidik Cabjari Entikong bersama Inspektorat Sanggau.

“Benar hari ini ada penyegelan terkait dugaan tipikor APBDes Pengadang tahun anggaran 2019. Tim penyidik Cabjari dan Inspektorat Kabupaten Sanggau hari ini melaksanakan penyegelan sekaligus pemeriksaan fisik terhadap penggunaan dan pengelolaan APBDes Tahun Anggaran 2019 yang diduga dikorupsi,”  ungkapnya, Kamis malam via sambungan seluler.

Baca Juga :  Kalbar Tidak Masuk Provinsi Terkorup

Berkenaan dengan bangunan PAUD yang dikerjakan sejak tahun 2019, pengerjaannya baru terlaksana 70 persen. Sedangkan bangunan BUMDes, pengerjaannya baru mencapai 15 hingga 20 persen. Selain itu, beberapa kegiatan masyarakat diduga fiktif.

“Sementara ini, kerugian mencapai Rp400an juta. Tapi, ini sementara, karena perhitungan masih berlangsung,” ujarnya.

Rudy menegaskan bahwa saat ini, perkara tersebut masih dalam proses penyidikan. Sejumlah saksi telah diperiksa. “Ada 15 saksi yang kita periksa. Calon tersangkanya sudah ada. Setelah kerugian negara ditemukan, maka akan dilanjutkan dengan proses selanjutnya,” tegas dia. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/