alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

58 di bonti terdampak banjir

SANGGAU – Dilaporkan sejak 15 Januari lalu, jumlah rumah yang terdampak banjir di Kecamatan Bonti terus bertambah. Hingga Minggu (17/1) kemarin sedikitnya 58 rumah terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.

“Awalnya (15 Januari, Red) hanya lima rumah. Lalu, sehari kemudian ada 31 rumah dan Minggu hingga siang sudah 58 rumah,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sanggau, Rahmad Mulyadi.

Potensi hujan diprediksi dia masih akan terus terjadi. Pihaknya mengingatkan agar masyarakat Bonti selalu waspada. “Jumlah 58 itu bisa bertambah. Apalagi cuaca seperti ini. Masyarakat Bonti harus waspada, karena air bisa saja terus naik,” ujarnya.

BPBD Sanggau juga telah menurunkan relawan untuk membantu masyarakat. “Kami sudah koordinasi dengan para relawan di sana. Saat ini mereka membutuhkan perahu untuk mengevakuasi warga yang hendak mengungsi. Juga tenda darurat untuk antisipasi jika ada warga yang ingin mengungsi,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada warga yang mengungsi ke tempat keluarganya yang tinggal di tempat yang lebih tinggi. BPBD sendiri masih berkoordinasi dengan pimpinan terkait dengan langkah-langkah selanjutnya.

Baca Juga :  Banjir Jelang Natal dan Tahun Baru; 10 Hari Warga Tak Bekerja

Sementara itu, sejumlah tempat di wilayah Entikong sebelumnya juga diberitakan terendam banjir dan terdampak longsor, 14 Januari lalu. Hal tersebut dikarenakan kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa hari belakangan. Dari daftar BPBD Sanggau, ada sedikitnya 57 kepala keluarga di Entikong yang terdampak banjir dan longsor.

Iya, banjir disejumlah titik di Desa Entikong seperti di Benuan dan Tapang serta lainnya. Untuk jumlah rumah yang terdampak, sampai dengan saat ini masih dilakukan pendataan secara keseluruhan,” ungkap Pelaksanaharian Camat Entikong, Kosmas Yul.

Kosmas juga menambahkan bahwa selain banjir, ada juga sejumlah rumah di Dusun Benuan yang terkena dampak longsor. Pihaknya juga sudah turun lapangan untuk meninjau kondisi banjir tersebut. “Ada juga beberapa rumah di (Dusun) Benuan yang terdampak longsor,” ujarnya.

Kondisi cuaca ekstrem belakangan memang belum berakhir. Di tahun 2020 lalu, sebagaimana diungkapkan Kepala BPBD Sanggau, Siron, terjadi sedikitnya 34 bencana dalam empat kategori, yakni banjir, longsor, kebakaran lahan, dan angin puting beliung.

“Tahun 2020 itu terjadi musibah longsor 10 kali. Kemudian banjir 17 Kali, kebakaran lahan tiga kali dan puting beliung empat kali. Kejadiannya menyebar di kecamatan di Kabupaten Sanggau,” katanya.

Baca Juga :  Pertama Dalam 60 Tahun Terakhir; Banjir Bandang Porak Porandakan Desa Nekan

Dia mengharapkan kewaspadaan masyarakat Sanggau terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, mengingat perubahan cuaca yang tidak menentu saat ini.

Terkait dengan anggaran bencana, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi mengatakan, untuk penanganan bencana dapat menggunakan anggaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Apabila situasionalnya membutuhkan anggaran yang lebih besar, maka dapat saja mereka melakukan penambahan dengan mekanisme-mekanisme yang ada.

“Dengan situasi dan kondisi alam yang tidak menentu saat ini, artinya sangat dibutuhkan kewaspadaan masyarakat. Terkait dengan bencana yang sudah terjadi, kabupaten kan sudah menganggarkan dana bencananya. Kalau ada kekurangan, pasti ada pos-pos lain yang kita lakukan. Kan tidak mungkin kita biarkan (kalau) bencana,” jelasnya.

“Tentunya kan harus ada bantuan dari pemerintah kabupaten. Tentunya kita sikapi bersama. Kan gitu. Nanti dibahas bersama, dari pos mana yang bisa dilakukan (anggarannya). Saya kira itu bukan hal baru. Tinggal dilihat kondisinya,” tegasnya. (sgg)

SANGGAU – Dilaporkan sejak 15 Januari lalu, jumlah rumah yang terdampak banjir di Kecamatan Bonti terus bertambah. Hingga Minggu (17/1) kemarin sedikitnya 58 rumah terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.

“Awalnya (15 Januari, Red) hanya lima rumah. Lalu, sehari kemudian ada 31 rumah dan Minggu hingga siang sudah 58 rumah,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sanggau, Rahmad Mulyadi.

Potensi hujan diprediksi dia masih akan terus terjadi. Pihaknya mengingatkan agar masyarakat Bonti selalu waspada. “Jumlah 58 itu bisa bertambah. Apalagi cuaca seperti ini. Masyarakat Bonti harus waspada, karena air bisa saja terus naik,” ujarnya.

BPBD Sanggau juga telah menurunkan relawan untuk membantu masyarakat. “Kami sudah koordinasi dengan para relawan di sana. Saat ini mereka membutuhkan perahu untuk mengevakuasi warga yang hendak mengungsi. Juga tenda darurat untuk antisipasi jika ada warga yang ingin mengungsi,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada warga yang mengungsi ke tempat keluarganya yang tinggal di tempat yang lebih tinggi. BPBD sendiri masih berkoordinasi dengan pimpinan terkait dengan langkah-langkah selanjutnya.

Baca Juga :  Partisipasi Politik Warga Sanggau Menurun

Sementara itu, sejumlah tempat di wilayah Entikong sebelumnya juga diberitakan terendam banjir dan terdampak longsor, 14 Januari lalu. Hal tersebut dikarenakan kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa hari belakangan. Dari daftar BPBD Sanggau, ada sedikitnya 57 kepala keluarga di Entikong yang terdampak banjir dan longsor.

Iya, banjir disejumlah titik di Desa Entikong seperti di Benuan dan Tapang serta lainnya. Untuk jumlah rumah yang terdampak, sampai dengan saat ini masih dilakukan pendataan secara keseluruhan,” ungkap Pelaksanaharian Camat Entikong, Kosmas Yul.

Kosmas juga menambahkan bahwa selain banjir, ada juga sejumlah rumah di Dusun Benuan yang terkena dampak longsor. Pihaknya juga sudah turun lapangan untuk meninjau kondisi banjir tersebut. “Ada juga beberapa rumah di (Dusun) Benuan yang terdampak longsor,” ujarnya.

Kondisi cuaca ekstrem belakangan memang belum berakhir. Di tahun 2020 lalu, sebagaimana diungkapkan Kepala BPBD Sanggau, Siron, terjadi sedikitnya 34 bencana dalam empat kategori, yakni banjir, longsor, kebakaran lahan, dan angin puting beliung.

“Tahun 2020 itu terjadi musibah longsor 10 kali. Kemudian banjir 17 Kali, kebakaran lahan tiga kali dan puting beliung empat kali. Kejadiannya menyebar di kecamatan di Kabupaten Sanggau,” katanya.

Baca Juga :  Sapma Pemuda Pancasila Kumpulkan Donasi Buat Korban Banjir

Dia mengharapkan kewaspadaan masyarakat Sanggau terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, mengingat perubahan cuaca yang tidak menentu saat ini.

Terkait dengan anggaran bencana, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi mengatakan, untuk penanganan bencana dapat menggunakan anggaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Apabila situasionalnya membutuhkan anggaran yang lebih besar, maka dapat saja mereka melakukan penambahan dengan mekanisme-mekanisme yang ada.

“Dengan situasi dan kondisi alam yang tidak menentu saat ini, artinya sangat dibutuhkan kewaspadaan masyarakat. Terkait dengan bencana yang sudah terjadi, kabupaten kan sudah menganggarkan dana bencananya. Kalau ada kekurangan, pasti ada pos-pos lain yang kita lakukan. Kan tidak mungkin kita biarkan (kalau) bencana,” jelasnya.

“Tentunya kan harus ada bantuan dari pemerintah kabupaten. Tentunya kita sikapi bersama. Kan gitu. Nanti dibahas bersama, dari pos mana yang bisa dilakukan (anggarannya). Saya kira itu bukan hal baru. Tinggal dilihat kondisinya,” tegasnya. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/