alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Hujan Deras, 54 Rumah di Entikong Terendam Banjir

ENTIKONG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Entikong menyebabkan banjir melanda dua dusun di Desa Entikong. Untuk membantu evakuasi warga, Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang langsung menurunkan personil untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Banjir pada Minggu (17/5) malam pukul 19.20 WIB menyebabkan sedikitnya 54 rumah warga di Dusun Entikong dan Dusun Benuan terendam banjir lebih kurang setinggi satu meter. Setelah hujan lebat yang turun sejak sore hari di wilayah Entikong dan sekitarnya.

Dansatgas Pamtas Yonif R 641/Bru, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan terkait banjir dari warga setempat di Pos Kotis. Selanjutnya, Dankima Satgas Yonif R-641, Kapten Inf. Agus Arifin, beserta 14 anggota dengan perlengkapan pelampung dan tali berangkat ke lokasi untuk membantu warga yang terkena banjir.

Baca Juga :  Pemda Diminta Tertibkan Loading Ramp

Kukuh menambahkan, hanya dalam waktu dua jam curah hujan dapat membuat debit air di Sungai Sekayam melimpah sehingga puluhan rumah di wilayah dua dusun tersebut terendam banjir.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil warga berupa perabot rumah tangga dan peralatan elektronik yang tidak sempat diselamatkan ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” katanya.

Anggota TNI bersama warga lainnya bahu membahu mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Sebagian lagi membantu rumah warga yang diterjang kayu dan sampah yang dibawa derasnya air.

“Hari ini kita sedang membantu membersihkan rumah warga yang terdampak banjir bersama warga setempat,” katanya, Senin (18/5).

Baca Juga :  Subuh, Air Naik di Meliau

Kukuh juga meminta warga Entikong lebih waspada terhadap kondisi curah hujan yang tinggi dan tidak mengenal waktu akhir-akhir ini, terutama pada malam hari. “Kami siap dan selalu siaga membantu kapanpun dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Entikong, Sardini mengapresiasi pihak TNI yang sigap membantu warga terkena banjir. Menurutnya, banjir terjadi sangat cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang perabot dan elektronik.

“Banjir terjadi dalam waktu yang cepat karena Sungai Sekayam tidak mampu menampung debit air hujan. Sehingga air meluap dan berbalik menuju perkampungan warga. Untung saja anggota Satgas Pamtas cepat datang untuk membantu mengevakuasi warga dusun kami,” ungkapnya. (sgg)

ENTIKONG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Entikong menyebabkan banjir melanda dua dusun di Desa Entikong. Untuk membantu evakuasi warga, Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang langsung menurunkan personil untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Banjir pada Minggu (17/5) malam pukul 19.20 WIB menyebabkan sedikitnya 54 rumah warga di Dusun Entikong dan Dusun Benuan terendam banjir lebih kurang setinggi satu meter. Setelah hujan lebat yang turun sejak sore hari di wilayah Entikong dan sekitarnya.

Dansatgas Pamtas Yonif R 641/Bru, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan terkait banjir dari warga setempat di Pos Kotis. Selanjutnya, Dankima Satgas Yonif R-641, Kapten Inf. Agus Arifin, beserta 14 anggota dengan perlengkapan pelampung dan tali berangkat ke lokasi untuk membantu warga yang terkena banjir.

Baca Juga :  Tiga Mobil Tabrakan di Batang Tarang

Kukuh menambahkan, hanya dalam waktu dua jam curah hujan dapat membuat debit air di Sungai Sekayam melimpah sehingga puluhan rumah di wilayah dua dusun tersebut terendam banjir.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil warga berupa perabot rumah tangga dan peralatan elektronik yang tidak sempat diselamatkan ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” katanya.

Anggota TNI bersama warga lainnya bahu membahu mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Sebagian lagi membantu rumah warga yang diterjang kayu dan sampah yang dibawa derasnya air.

“Hari ini kita sedang membantu membersihkan rumah warga yang terdampak banjir bersama warga setempat,” katanya, Senin (18/5).

Baca Juga :  Praka Yamim Ajarkan Agama ke Anak-anak Dusun

Kukuh juga meminta warga Entikong lebih waspada terhadap kondisi curah hujan yang tinggi dan tidak mengenal waktu akhir-akhir ini, terutama pada malam hari. “Kami siap dan selalu siaga membantu kapanpun dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Entikong, Sardini mengapresiasi pihak TNI yang sigap membantu warga terkena banjir. Menurutnya, banjir terjadi sangat cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang perabot dan elektronik.

“Banjir terjadi dalam waktu yang cepat karena Sungai Sekayam tidak mampu menampung debit air hujan. Sehingga air meluap dan berbalik menuju perkampungan warga. Untung saja anggota Satgas Pamtas cepat datang untuk membantu mengevakuasi warga dusun kami,” ungkapnya. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/