alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Empat Bulan, 12 Kasus HIV di Sanggau.

SANGGAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau menemukan sedikitnya 12 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) berdasarkan hasil screening yang dilakukan pada Bulan Januari hingga April 2021. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

“Dibanding tahun lalu, angkanya kurang lebih, tapi di bulan yang sama ya. Tahun lalu yang meninggal tercatat 9 orang dari 63 orang yang positif,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Sanggau, Sarimin Sitepu, Rabu (19/5) di Sanggau.

Diingatkan dia bahwa HIV cukup berisiko tinggi pada kematian. Pihaknya akan bergerak cepat bila ditemukan kasus tersebut dan terus melakukan upaya pencegahan dan pengobatan.

Baca Juga :  KPA Temukan 85 Kasus Baru HIV Selama Tahun 2021

“Untuk para pengidap (HIV) bisa langsung berobat ke RSUD M.Th Djaman secara rutin dan obatnya adalah obat program yang memang disediakan pemerintah dan tidak dipungut bayaran,” tegasnya.

“Sejauh ini, saya bersyukur mereka disiplin menjalani pengobatan. Dan mereka tetap kita awasi,” sambungnya.

Penularan HIV dijelaskan dia terjadi saat darah, sperma, atau cairan intim dari seseorang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang lain. Hal ini, diingatkan dia, dapat terjadi melalui berbagai cara seperti hubungan seks, donor darah, dan penggunaan jarum suntik yang bergantian. (sgg)

SANGGAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau menemukan sedikitnya 12 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) berdasarkan hasil screening yang dilakukan pada Bulan Januari hingga April 2021. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

“Dibanding tahun lalu, angkanya kurang lebih, tapi di bulan yang sama ya. Tahun lalu yang meninggal tercatat 9 orang dari 63 orang yang positif,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Sanggau, Sarimin Sitepu, Rabu (19/5) di Sanggau.

Diingatkan dia bahwa HIV cukup berisiko tinggi pada kematian. Pihaknya akan bergerak cepat bila ditemukan kasus tersebut dan terus melakukan upaya pencegahan dan pengobatan.

Baca Juga :  Bantu Warga Panen Padi

“Untuk para pengidap (HIV) bisa langsung berobat ke RSUD M.Th Djaman secara rutin dan obatnya adalah obat program yang memang disediakan pemerintah dan tidak dipungut bayaran,” tegasnya.

“Sejauh ini, saya bersyukur mereka disiplin menjalani pengobatan. Dan mereka tetap kita awasi,” sambungnya.

Penularan HIV dijelaskan dia terjadi saat darah, sperma, atau cairan intim dari seseorang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang lain. Hal ini, diingatkan dia, dapat terjadi melalui berbagai cara seperti hubungan seks, donor darah, dan penggunaan jarum suntik yang bergantian. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/