alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Hasil Pemeriksaan Awal Imigrasi Soal 3 WNA Tiongkok

Survei Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan

SANGGAU—Hasil pemeriksaan awal pihak Imigrasi Sanggau terhadap tiga warga Tiongkok yang ditangkap di Tayan Hilir, Jumat (18/7), mengindikasikan bahwa ketiganya sedang melakukan survei lokasi untuk pembangunan dibidang kelistrikan.

Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau Candra Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa keberadaan mereka di Tayan Hilir sudah masuk dalam pantauan keimigrasian sejak 20 Maret lalu.

Saat itu, lanjut dia, ada empat orang. Satu orang dengan dokumen keimigrasian berupa kartu izin tinggal terbatas atau Kitas. Sedangkan tiga lainnya dengan visa kunjungan. Mereka bernaung di bawah SEPCOIII Electric Power Construction Co., Ltd., sebuah perusahaan asing di bidang jasa kelistrikan.

Baca Juga :  Jamkesda Dihapus, Pemkab Sudisidi Kenaikan BPJS

Kehadiran mereka dalam rangka survei tempat dan juga peralatan apa saja yang nantinya dibutuhkan terkait pembangunan bidang kelistrikan tersebut. Setelah itu, ketiga WNA Tiongkok itu akan kembali ke negaranya dan menyusun masterplan terkait proyek tersebut.

Mengenai mereka lama di Tayan, Candra menjelaskan bahwa kondisi wabah Covid-19 memaksa mereka tidak dapat kembali ke negaranya karena akses penerbangan ke negara asal mereka tidak ada.

Saat ini, ketiganya masih dalam pengawasan dan pemeriksaan petugas imigrasi. Mengenai dokumen, pihaknya sudah berusaha mengonfirmasi. Informasinya dokumen keimigrasian mereka ada. Meski demikian, pihak Imigrasi Sanggau akan tetap menunggu dan melihat dokumen asli (fisiknya,red) secara langsung.

Candra juga menginformasikan kemungkinan pembangunan bidang energi kelistrikan di wilayah tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam peraturan presiden. Kemungkinan tersebut masih terus diselidiki.

Baca Juga :  Miliki Paket Sabu Iyak Diringkus Polisi

“Rencananya kami mau berkoordinasi ke Pemkab Sanggau dan PLN. Karena kalau melihat perpres soal itu, ada di bawah kendali Pemkab dan PLN,” katanya. (sgg)

 

Survei Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan

SANGGAU—Hasil pemeriksaan awal pihak Imigrasi Sanggau terhadap tiga warga Tiongkok yang ditangkap di Tayan Hilir, Jumat (18/7), mengindikasikan bahwa ketiganya sedang melakukan survei lokasi untuk pembangunan dibidang kelistrikan.

Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau Candra Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa keberadaan mereka di Tayan Hilir sudah masuk dalam pantauan keimigrasian sejak 20 Maret lalu.

Saat itu, lanjut dia, ada empat orang. Satu orang dengan dokumen keimigrasian berupa kartu izin tinggal terbatas atau Kitas. Sedangkan tiga lainnya dengan visa kunjungan. Mereka bernaung di bawah SEPCOIII Electric Power Construction Co., Ltd., sebuah perusahaan asing di bidang jasa kelistrikan.

Baca Juga :  Pencegahan dan Penanganan Karhutla Sanggau

Kehadiran mereka dalam rangka survei tempat dan juga peralatan apa saja yang nantinya dibutuhkan terkait pembangunan bidang kelistrikan tersebut. Setelah itu, ketiga WNA Tiongkok itu akan kembali ke negaranya dan menyusun masterplan terkait proyek tersebut.

Mengenai mereka lama di Tayan, Candra menjelaskan bahwa kondisi wabah Covid-19 memaksa mereka tidak dapat kembali ke negaranya karena akses penerbangan ke negara asal mereka tidak ada.

Saat ini, ketiganya masih dalam pengawasan dan pemeriksaan petugas imigrasi. Mengenai dokumen, pihaknya sudah berusaha mengonfirmasi. Informasinya dokumen keimigrasian mereka ada. Meski demikian, pihak Imigrasi Sanggau akan tetap menunggu dan melihat dokumen asli (fisiknya,red) secara langsung.

Candra juga menginformasikan kemungkinan pembangunan bidang energi kelistrikan di wilayah tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam peraturan presiden. Kemungkinan tersebut masih terus diselidiki.

Baca Juga :  Candra: Anggaran Mampu Diserap 75,86 Persen

“Rencananya kami mau berkoordinasi ke Pemkab Sanggau dan PLN. Karena kalau melihat perpres soal itu, ada di bawah kendali Pemkab dan PLN,” katanya. (sgg)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/