alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Pekerja Migran Jalani Tes Cepat

PONTIANAK – Pemerintah Malaysia kembali mendepotasi sebanyak 142 orang pekerja migran Indonesia (PMI). Mereka dipulangkan melalui pos lintas batas Negara (PLBN) terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (20/5).

Untuk mencegah penularan virus corona, ratusan pekerja migran tersebut menjalani protokol kesehatan dengan ketat oleh kantor kesehatan pelabuhan (KKP) di PLBN Entikong. Dari pemeriksaan tersebut, mereka dinyatakan tidak terindikasi Covid-19.

“Untuk prorokol kesehatan dilakukan dengan ketat oleh KKP di Entikong. Mereka dinyatakan tidak terindikasi Covid-19,” ujar Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pontianak Brigjen Pol Erwin Rachmat, kemarin.

Setelah dilakukan pemeriksaan di perbatasan, ratusan pekerja migran tersebut kembali menjalani pemeriksaan kesehatan, begitu tiba di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Beri Patok Bendera di Lahan yang Akan Dibakar

“Mereka langsung dilakukan rapid test,” kata Erwin.

Menurut Erwin, jika dalam tes cepat tersebut, pekerja migran itu ada yang dinyatakan reaktif, maka langsung dilakukan karantina. Namun, jika nonreaktif, maka mereka dianjurkan untuk mengisolasi secara mandiri begitu tiba ke daerah asal.

“Jika ada yang reaktif, akan langsung kami isolasi atau karantina di rumah sakit rujukan. Tapi, jika nonreaktif, kami akan dianjurkan mereka untuk mengisolasi secara mandiri begitu tiba ke daerah asal,” bebernya.

Ratusan pekerja migran yang dipulangkan ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Diantaranya  Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 84 orang, Jawa Barat : 4 orang, Jawa Tengah : 3 orang, Jawa Timur : 10 orang, Lampung : 1 orang, Nusa Tenggara Barat : 11 orang, Nusa Tenggara Timur : 2 orang, Sulawesi Barat : 4 orang, Sulawesi Selatan : 20 orang, Sulawesi Tenggara : 2 orang dan Provinsi Sumatera Utara : 1 orang.

Baca Juga :  Pontianak Post Siapkan Program Bagi Siswa

“Totalnya ada 142 orang. Terdiri dari 24 orang tidak memiliki Paspor dan 118 orang tidak memiliki permit,” bebernya. (arf)

PONTIANAK – Pemerintah Malaysia kembali mendepotasi sebanyak 142 orang pekerja migran Indonesia (PMI). Mereka dipulangkan melalui pos lintas batas Negara (PLBN) terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (20/5).

Untuk mencegah penularan virus corona, ratusan pekerja migran tersebut menjalani protokol kesehatan dengan ketat oleh kantor kesehatan pelabuhan (KKP) di PLBN Entikong. Dari pemeriksaan tersebut, mereka dinyatakan tidak terindikasi Covid-19.

“Untuk prorokol kesehatan dilakukan dengan ketat oleh KKP di Entikong. Mereka dinyatakan tidak terindikasi Covid-19,” ujar Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pontianak Brigjen Pol Erwin Rachmat, kemarin.

Setelah dilakukan pemeriksaan di perbatasan, ratusan pekerja migran tersebut kembali menjalani pemeriksaan kesehatan, begitu tiba di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Serahkan 400 Masker Produk PKK

“Mereka langsung dilakukan rapid test,” kata Erwin.

Menurut Erwin, jika dalam tes cepat tersebut, pekerja migran itu ada yang dinyatakan reaktif, maka langsung dilakukan karantina. Namun, jika nonreaktif, maka mereka dianjurkan untuk mengisolasi secara mandiri begitu tiba ke daerah asal.

“Jika ada yang reaktif, akan langsung kami isolasi atau karantina di rumah sakit rujukan. Tapi, jika nonreaktif, kami akan dianjurkan mereka untuk mengisolasi secara mandiri begitu tiba ke daerah asal,” bebernya.

Ratusan pekerja migran yang dipulangkan ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Diantaranya  Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 84 orang, Jawa Barat : 4 orang, Jawa Tengah : 3 orang, Jawa Timur : 10 orang, Lampung : 1 orang, Nusa Tenggara Barat : 11 orang, Nusa Tenggara Timur : 2 orang, Sulawesi Barat : 4 orang, Sulawesi Selatan : 20 orang, Sulawesi Tenggara : 2 orang dan Provinsi Sumatera Utara : 1 orang.

Baca Juga :  Tambah Satu Positif Covid-19, Sanggau Kembali Zona Kuning

“Totalnya ada 142 orang. Terdiri dari 24 orang tidak memiliki Paspor dan 118 orang tidak memiliki permit,” bebernya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/