alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Demonstran Geruduk Kantor Bupati

SANGGAU – Kantor Bupati Sanggau digeruduk ratusan pendemo dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Beduai, Kembayan dan Sekayam, Senin (21/6) siang. Mereka datang dengan menumpang dua truk. Begitu tiba di Kantor Bupati Sanggau, para pendemo langsung disambut sejumlah petugas, baik dari unsur kepolisian maupun satuan polisi pamong praja (Satpol PP).

Para pendemo membawa sejumlah spanduk berisi pesan yang ingin mereka sampaikan pada bupati dan jajarannya. Dari pantauan Pontianak Post, sempat terjadi negosiasi antara polisi dan perwakilan demonstran. Usai bersepakat, akhirnya, enam perwakilan pendemo diperkenankan masuk dan bertemu dengan Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot dan sejumlah dinas terkait.

Di ruang audiensi, suasana sempat memanas, namun akhirnya dapat mereda dan dialog kembali dilanjutkan. Pertemuan yang dimulai pukul 11.30 WIB itu baru berakhir sekitar pukul 15.00. “Pemda akan segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat. Karena kita tidak mau juga membiarkan persoalan ini terus menerus tidak diselesaikan,” ujar wabup usai pertemuan.

Baca Juga :  MUI Kalbar Terima Laporan Adanya Huruf yang Hilang di Alquran

Masalah perkebunan, lanjut dia, tidak mudah diselesaikan seperti halnya membalikan telapak tangan. Semua butuh proses, butuh kesabaran dan kehati-hatian. “Ini ada aturannya. Kita harus ikuti itu. Tidak bisa semau kita, tetapi melanggar aturan, atau sebaliknya, maunya kita tapi tidak memenuhi syarat sehingga masyarakat dipaksa menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan yang seharusnya mereka terima,” jelasnya.

Koordinator para pendemo, Yulius mengatakan, demonstrasi tersebut dilakukan karena hingga kemarin tidak ada kejelasan dan solusi mengenai persoalan antara masyarakat dan pihak perusahaan. Sedangkan, lanjut dia, semua tahapan telah dijalankan. Mulai menyurati bupati hingga provinsi.

Beberapa hal berkenaan dengan aspirasi masyarakat pada demo tersebut diantaranya mengenai bagi hasil kepada masyarakat yang sejak awal 2008 hingga 2021 belum pernah terealisasi. Kemudian mengenai PDIB.

Baca Juga :  Perseteruan Anak–Bapak Berujung Damai

“Ini (PDIB) juga jadi polemik karena masyarakat dianggap jual lepas. Ini yang menjadi dasar mereka. Kami harus tahu dasar dari PDIB ini mengambil alih lahan masyarakat itu apa. Hampir 20an tahun ini disuarakan tapi belum ada titik terang,” jelas dia.

Sementara itu, terkait belum jelasnya CSR dari perusahaan, masyarakat sangat berharap CSR sebagaimana lazimnya, namun hingga saat ini belum pernah terealisasi dan terakhir mengusut dugaan penyelewengan dana di koperasi Budamei.

“Kami harap pemerintah daerah memfasilitasi persoalan kami. Pertemukan kami satu meja dengan PT. BKP dan KUD Budamei agar masalah ini terang benderang,” harapnya. (sgg)

SANGGAU – Kantor Bupati Sanggau digeruduk ratusan pendemo dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Beduai, Kembayan dan Sekayam, Senin (21/6) siang. Mereka datang dengan menumpang dua truk. Begitu tiba di Kantor Bupati Sanggau, para pendemo langsung disambut sejumlah petugas, baik dari unsur kepolisian maupun satuan polisi pamong praja (Satpol PP).

Para pendemo membawa sejumlah spanduk berisi pesan yang ingin mereka sampaikan pada bupati dan jajarannya. Dari pantauan Pontianak Post, sempat terjadi negosiasi antara polisi dan perwakilan demonstran. Usai bersepakat, akhirnya, enam perwakilan pendemo diperkenankan masuk dan bertemu dengan Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot dan sejumlah dinas terkait.

Di ruang audiensi, suasana sempat memanas, namun akhirnya dapat mereda dan dialog kembali dilanjutkan. Pertemuan yang dimulai pukul 11.30 WIB itu baru berakhir sekitar pukul 15.00. “Pemda akan segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat. Karena kita tidak mau juga membiarkan persoalan ini terus menerus tidak diselesaikan,” ujar wabup usai pertemuan.

Baca Juga :  Gempa Mamuju Telan Korban Jiwa, Akses Jalan Utama Putus

Masalah perkebunan, lanjut dia, tidak mudah diselesaikan seperti halnya membalikan telapak tangan. Semua butuh proses, butuh kesabaran dan kehati-hatian. “Ini ada aturannya. Kita harus ikuti itu. Tidak bisa semau kita, tetapi melanggar aturan, atau sebaliknya, maunya kita tapi tidak memenuhi syarat sehingga masyarakat dipaksa menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan yang seharusnya mereka terima,” jelasnya.

Koordinator para pendemo, Yulius mengatakan, demonstrasi tersebut dilakukan karena hingga kemarin tidak ada kejelasan dan solusi mengenai persoalan antara masyarakat dan pihak perusahaan. Sedangkan, lanjut dia, semua tahapan telah dijalankan. Mulai menyurati bupati hingga provinsi.

Beberapa hal berkenaan dengan aspirasi masyarakat pada demo tersebut diantaranya mengenai bagi hasil kepada masyarakat yang sejak awal 2008 hingga 2021 belum pernah terealisasi. Kemudian mengenai PDIB.

Baca Juga :  Kian Kompetitif, Xpander Pimpin Pasar Small MPV

“Ini (PDIB) juga jadi polemik karena masyarakat dianggap jual lepas. Ini yang menjadi dasar mereka. Kami harus tahu dasar dari PDIB ini mengambil alih lahan masyarakat itu apa. Hampir 20an tahun ini disuarakan tapi belum ada titik terang,” jelas dia.

Sementara itu, terkait belum jelasnya CSR dari perusahaan, masyarakat sangat berharap CSR sebagaimana lazimnya, namun hingga saat ini belum pernah terealisasi dan terakhir mengusut dugaan penyelewengan dana di koperasi Budamei.

“Kami harap pemerintah daerah memfasilitasi persoalan kami. Pertemukan kami satu meja dengan PT. BKP dan KUD Budamei agar masalah ini terang benderang,” harapnya. (sgg)

Most Read

Artikel Terbaru

/