alexametrics
24 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Diawali Flu, Kini Feri Berjuang Melawan Kanker Hidung Stadium Empat

FERI GUNAWAN (30), warga di Jalan Cempaka, Kelurahan Ilir Kota, Sanggau hanya terbaring lemah ketika harian ini menyambangi kediamannya. Menderita kanker hidung stadium empat sejak setahun belakangan membuat tubuhnya terus menyusut. Namun, semangatnya untuk sembuh terus berkobar.

SUGENG ROHADI, Sanggau

Pria yang dulunya bekerja sebagai karyawan swasta ini memiliki satu anak berumur lima tahun. Sebelum sakit, Feri menjadi tulang punggung keluarga. Kini, kondisinya berubah drastis. Fisiknya tak lagi sekuat dulu karena penyakitnya. Meski penyakit yang dideritanya sudah stadium empat, dukungan istri dan anak serta keluarga dan sahabat membuatnya terus berjuang untuk sembuh.

Sang istri, Fahmi Zakiyah (29), tidak sungkan berbagi cerita mengenai kondisi suami tercintanya itu. Dialah sosok yang terus berada disamping suaminya untuk membantu aktivitas selama ini. Dia juga tak berhenti memohon kesembuhan kepada Tuhan yang Maha Esa agar suaminya dapat segera pulih seperti sedia kala.

Raut kesedihan tak bisa disembunyikan dari raut wajahnya. Dia menceritakan bahwa awalnya, sang suami mengalami flu. Namun, tidak sembuh hingga waktu yang lama. Kondisi itu membuatnya khawatir dan memeriksakan ke rumah sakit.

“Awalnya flu biasa tapi ndak sembuh–sembuh. Kondisi badan juga masih sehat. Memang awalnya dibilang tumor. Sudah beberapa kali berobat ke rumah sakit. Sampai terakhir diagnosanya kanker hidung stadium empat itu,” ungkap dia.

Sejak sakit, suaminya itu tidak dapat bekerja dan direkomendasikan oleh dokter untuk menjalani kemoterapi. Namun, masih menunggu kesiapan dari sang suami.

“Saat ini sering mimisan. Nyeri di wajah, lalu gangguan juga di mata. Saya juga ndak bisa kerja karena memang ndak bisa ditinggal. Selama ini ada bantuan dari keluarga, sahabat suami dan lainnya,” kata dia.

“Untuk kesehariannya ya saya yang mengurus seperti buang air besar dan buang air kecil. Makannya juga. Karena suami ndak bisa makan makanan yang padat. Mungkin karena sesak itu dan agak sedikit susah menelan makanan yang padat. Jadi harus cair,” jelas dia.

Baca Juga :  Imbau Masyarakat Disiplin, Budayakan Hidup Sehat dari Masjid

Untuk berkomunikasi, sejauh ini masih bisa meskipun bicara suami sedikit tidak jelas (Pelat).  Dirinya bersyukur, sementara waktu, untuk memenuhi kebutuhan berobat dan keseharian dibantu oleh keluarga dan sahabat dan sejumlah dermawan.

“Saya berterimakasih atas semua bantuan. Biar Allah SWT yang membalas semua kebaikan untuk membantu saya dan suami,” ujarnya.

Referensi
Sebagai informasi, Karsinoma nasofaring alias kanker nasofaring adalah penyakit yang menyerang tenggorokan, tepatnya pada lapisan luar nasofaring. Lapisan ini bisa ditemukan pada tenggorokan bagian atas. Nasofaring terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut. Penyakit ini bisa dideteksi melalui beberapa pemeriksaan.

Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda karsinoma nasofaring, yaitu muncul benjolan pada tenggorokan, penglihatan kabur, serta merasa sulit untuk membuka mulut. Kabar buruknya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama munculnya kanker nasofaring.

Kanker nasofaring diduga muncul karena kontaminasi virus Epstein-Barr (EBV), yang umumnya terdapat pada air liur. Virus ini bisa ditularkan melalui kontak langsung dari orangtua atau benda yang sudah terkontaminasi sebelumnya. Serangan virus menyebabkan sel yang sudah terkontaminasi memicu pertumbuhan sel yang tidak normal.

Virus ini sendiri sebenarnya jarang menyebabkan infeksi berkepanjangan, dan umumnya hanya menyebabkan penyakit seperti mononukleosis. Hingga kini, kaitan virus EBV dengan kanker nasofaring masih diteliti. Selain infeksi virus, risiko karsinoma nasofaring disebut juga meningkat karena beragam hal, di antaranya sudah berusia lanjut (lansia) di atas 50 tahun, memiliki riwayat penyakit kanker nasofaring dalam keluarga, memiliki kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, serta sering mengonsumsi makanan berpengawet.

Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini, tetapi gejala yang khas adalah munculnya benjolan pada tenggorokan. Selain itu, penyakit ini juga ditandai dengan gejala, seperti infeksi telinga, tinnitus, sakit kepala, kesulitan membuka mulut, wajah terasa nyeri atau mati rasa, sakit di tenggorokan, mimisan, gangguan penglihatan, serta hidung tersumbat. Pemeriksaan segera perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan dan cara terbaik dalam menangani penyakit ini.

Baca Juga :  BNN Kota Pontianak Gandeng Insan Media Wujudkan Kota Tanggap Ancaman Narkoba

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, nasofaringoskopi, hingga biopsi. Dari pemeriksaan yang dilakukan, akan diketahui kondisi tubuh dan separah apa kanker yang menyerang. Jika dilihat dari tingkat keparahannya, kanker nasofaring dibagi ke dalam 4 stadium, yakni, Stadium 0, merupakan tahap awal. Stadium 0 dalam karsinoma nasofaring disebut juga dengan istilah kanker in situ. Gejalanya adalah muncul sel abnormal yang dapat menjadi kanker, serta berpotensi menyebar ke jaringan lain disekitarnya.

Kemudian, Stadium I, sel abnormal di nasofaring sudah mulai berubah menjadi kanker. Bahkan, bisa jadi sudah menyebar ke jaringan lain di dekatnya, misalnya orofaring, yaitu bagian tenggorokan yang terletak di balik rongga mulut. Stadium II, kanker sudah menyebar ke satu atau beberapa kelenjar getah bening. Kelenjar yang diserang berada di leher atau di balik faring (saluran yang terletak di antara trakea dan hidung).

Selanjutnya, Stadium III, tahap ini sudah mulai parah. Pada stadium III, kanker sudah menyebar ke tulang dan organ sinus terdekat. Stadium IV, merupakan tingkat yang paling parah pada karsinoma nasofaring. Pada level ini, kanker sudah menyebar ke jaringan atau organ tubuh lain yang berjauhan dengan nasofaring. Kanker mungkin sudah menyerang tulang selangka, bahkan paru-paru.

Bagi masyarakat Sanggau atau lainnya yang ingin berdonasi kepada Feri Gunawan dapat juga menyalurkan melalui Rumah Donasi Pontianak Post di Kantor Biro Sanggau atau ke narahubung 089693616230 atasnama Suranto. (*/sumber lain)

FERI GUNAWAN (30), warga di Jalan Cempaka, Kelurahan Ilir Kota, Sanggau hanya terbaring lemah ketika harian ini menyambangi kediamannya. Menderita kanker hidung stadium empat sejak setahun belakangan membuat tubuhnya terus menyusut. Namun, semangatnya untuk sembuh terus berkobar.

SUGENG ROHADI, Sanggau

Pria yang dulunya bekerja sebagai karyawan swasta ini memiliki satu anak berumur lima tahun. Sebelum sakit, Feri menjadi tulang punggung keluarga. Kini, kondisinya berubah drastis. Fisiknya tak lagi sekuat dulu karena penyakitnya. Meski penyakit yang dideritanya sudah stadium empat, dukungan istri dan anak serta keluarga dan sahabat membuatnya terus berjuang untuk sembuh.

Sang istri, Fahmi Zakiyah (29), tidak sungkan berbagi cerita mengenai kondisi suami tercintanya itu. Dialah sosok yang terus berada disamping suaminya untuk membantu aktivitas selama ini. Dia juga tak berhenti memohon kesembuhan kepada Tuhan yang Maha Esa agar suaminya dapat segera pulih seperti sedia kala.

Raut kesedihan tak bisa disembunyikan dari raut wajahnya. Dia menceritakan bahwa awalnya, sang suami mengalami flu. Namun, tidak sembuh hingga waktu yang lama. Kondisi itu membuatnya khawatir dan memeriksakan ke rumah sakit.

“Awalnya flu biasa tapi ndak sembuh–sembuh. Kondisi badan juga masih sehat. Memang awalnya dibilang tumor. Sudah beberapa kali berobat ke rumah sakit. Sampai terakhir diagnosanya kanker hidung stadium empat itu,” ungkap dia.

Sejak sakit, suaminya itu tidak dapat bekerja dan direkomendasikan oleh dokter untuk menjalani kemoterapi. Namun, masih menunggu kesiapan dari sang suami.

“Saat ini sering mimisan. Nyeri di wajah, lalu gangguan juga di mata. Saya juga ndak bisa kerja karena memang ndak bisa ditinggal. Selama ini ada bantuan dari keluarga, sahabat suami dan lainnya,” kata dia.

“Untuk kesehariannya ya saya yang mengurus seperti buang air besar dan buang air kecil. Makannya juga. Karena suami ndak bisa makan makanan yang padat. Mungkin karena sesak itu dan agak sedikit susah menelan makanan yang padat. Jadi harus cair,” jelas dia.

Baca Juga :  Tradisi Pemerintah Sepakati Program Strategis

Untuk berkomunikasi, sejauh ini masih bisa meskipun bicara suami sedikit tidak jelas (Pelat).  Dirinya bersyukur, sementara waktu, untuk memenuhi kebutuhan berobat dan keseharian dibantu oleh keluarga dan sahabat dan sejumlah dermawan.

“Saya berterimakasih atas semua bantuan. Biar Allah SWT yang membalas semua kebaikan untuk membantu saya dan suami,” ujarnya.

Referensi
Sebagai informasi, Karsinoma nasofaring alias kanker nasofaring adalah penyakit yang menyerang tenggorokan, tepatnya pada lapisan luar nasofaring. Lapisan ini bisa ditemukan pada tenggorokan bagian atas. Nasofaring terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut. Penyakit ini bisa dideteksi melalui beberapa pemeriksaan.

Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda karsinoma nasofaring, yaitu muncul benjolan pada tenggorokan, penglihatan kabur, serta merasa sulit untuk membuka mulut. Kabar buruknya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama munculnya kanker nasofaring.

Kanker nasofaring diduga muncul karena kontaminasi virus Epstein-Barr (EBV), yang umumnya terdapat pada air liur. Virus ini bisa ditularkan melalui kontak langsung dari orangtua atau benda yang sudah terkontaminasi sebelumnya. Serangan virus menyebabkan sel yang sudah terkontaminasi memicu pertumbuhan sel yang tidak normal.

Virus ini sendiri sebenarnya jarang menyebabkan infeksi berkepanjangan, dan umumnya hanya menyebabkan penyakit seperti mononukleosis. Hingga kini, kaitan virus EBV dengan kanker nasofaring masih diteliti. Selain infeksi virus, risiko karsinoma nasofaring disebut juga meningkat karena beragam hal, di antaranya sudah berusia lanjut (lansia) di atas 50 tahun, memiliki riwayat penyakit kanker nasofaring dalam keluarga, memiliki kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, serta sering mengonsumsi makanan berpengawet.

Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini, tetapi gejala yang khas adalah munculnya benjolan pada tenggorokan. Selain itu, penyakit ini juga ditandai dengan gejala, seperti infeksi telinga, tinnitus, sakit kepala, kesulitan membuka mulut, wajah terasa nyeri atau mati rasa, sakit di tenggorokan, mimisan, gangguan penglihatan, serta hidung tersumbat. Pemeriksaan segera perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan dan cara terbaik dalam menangani penyakit ini.

Baca Juga :  Tak Ada Kabar Dua Hari Udin Meninggal di Kamar Ponakan

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, nasofaringoskopi, hingga biopsi. Dari pemeriksaan yang dilakukan, akan diketahui kondisi tubuh dan separah apa kanker yang menyerang. Jika dilihat dari tingkat keparahannya, kanker nasofaring dibagi ke dalam 4 stadium, yakni, Stadium 0, merupakan tahap awal. Stadium 0 dalam karsinoma nasofaring disebut juga dengan istilah kanker in situ. Gejalanya adalah muncul sel abnormal yang dapat menjadi kanker, serta berpotensi menyebar ke jaringan lain disekitarnya.

Kemudian, Stadium I, sel abnormal di nasofaring sudah mulai berubah menjadi kanker. Bahkan, bisa jadi sudah menyebar ke jaringan lain di dekatnya, misalnya orofaring, yaitu bagian tenggorokan yang terletak di balik rongga mulut. Stadium II, kanker sudah menyebar ke satu atau beberapa kelenjar getah bening. Kelenjar yang diserang berada di leher atau di balik faring (saluran yang terletak di antara trakea dan hidung).

Selanjutnya, Stadium III, tahap ini sudah mulai parah. Pada stadium III, kanker sudah menyebar ke tulang dan organ sinus terdekat. Stadium IV, merupakan tingkat yang paling parah pada karsinoma nasofaring. Pada level ini, kanker sudah menyebar ke jaringan atau organ tubuh lain yang berjauhan dengan nasofaring. Kanker mungkin sudah menyerang tulang selangka, bahkan paru-paru.

Bagi masyarakat Sanggau atau lainnya yang ingin berdonasi kepada Feri Gunawan dapat juga menyalurkan melalui Rumah Donasi Pontianak Post di Kantor Biro Sanggau atau ke narahubung 089693616230 atasnama Suranto. (*/sumber lain)

Most Read

Artikel Terbaru

/