alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Upal Kembali Merebak di Sanggau

Polisi Telusuri Jaringan Pelaku

SANGGAU-Temuan kasus uang palsu (Upal) di Kecamatan Kembayan patut menjadi warning bagi masyarakat, tidak terkecuali bagi pelaku usaha. Dari kasus itu, polisi berhasil menangkap tiga pelaku.

Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Yafet Patabang mengungkapkan upal yang disita dari para pelaku berjumlah dua juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.

“Penangkapan tiga pelaku tersebut atas laporan dari masyarakat, terkait tindak pidana membuat, menyimpan, mengedarkan dan atau membelanjakan uang rupiah palsu pada Sabtu, 17 Oktober 2020 lalu,” ungkapnya, Rabu (21/10).

Yafet mengatakan ketiga pelaku masing-masing atas nama Arsenius Erik, warga Sekayam. Kemudian, Ridwan dan Rusdi, juga warga Sekayam. “Ketiganya ini, dari identitasnya, diketahui merupakan warga Kecamatan Sekayam,” ujarnya.

Baca Juga :  Asap Selimuti Kota Sanggau

Tiga pelaku tersebut, lanjut dia, ditangkap bersama dengan upal yang tersimpan di rumah Ridwan. Hasil penggeledahan di rumah Ridwan, ditemukan uang mainan dan dua unit printer.

Dari hasil pemeriksaan, Ridwan berperan sebagai pembuat upal dengan cara scan uang kertas asli menggunakan printer jenis Epson L3110. Jumlah uang rupiah palsu yang diamankan dua juta lima ratus lima puluh ribu rupiah terdiri dari tujuh belas lembar pecahan seratus ribuan dan tujuh belas lembar pecahan lima puluh ribuan.

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Ketiganya terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Kami saat ini masih terus mengembangkan kasus ini. Kami yakin mereka mempunyai jaringan. Ada beberapa ciri-ciri khas uang yang tidak ditemukan pada uang yang disita kepolisian, sehingga kami nyatakan uang ini tidak asli,” tegasnya. (sgg)

Baca Juga :  Berikan Toleransi Kelayakan Jalan Bagi Kendaraan

 

Polisi Telusuri Jaringan Pelaku

SANGGAU-Temuan kasus uang palsu (Upal) di Kecamatan Kembayan patut menjadi warning bagi masyarakat, tidak terkecuali bagi pelaku usaha. Dari kasus itu, polisi berhasil menangkap tiga pelaku.

Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Yafet Patabang mengungkapkan upal yang disita dari para pelaku berjumlah dua juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.

“Penangkapan tiga pelaku tersebut atas laporan dari masyarakat, terkait tindak pidana membuat, menyimpan, mengedarkan dan atau membelanjakan uang rupiah palsu pada Sabtu, 17 Oktober 2020 lalu,” ungkapnya, Rabu (21/10).

Yafet mengatakan ketiga pelaku masing-masing atas nama Arsenius Erik, warga Sekayam. Kemudian, Ridwan dan Rusdi, juga warga Sekayam. “Ketiganya ini, dari identitasnya, diketahui merupakan warga Kecamatan Sekayam,” ujarnya.

Baca Juga :  TNI Gagalkan Penyelundupan Burung di Jalur Tikus

Tiga pelaku tersebut, lanjut dia, ditangkap bersama dengan upal yang tersimpan di rumah Ridwan. Hasil penggeledahan di rumah Ridwan, ditemukan uang mainan dan dua unit printer.

Dari hasil pemeriksaan, Ridwan berperan sebagai pembuat upal dengan cara scan uang kertas asli menggunakan printer jenis Epson L3110. Jumlah uang rupiah palsu yang diamankan dua juta lima ratus lima puluh ribu rupiah terdiri dari tujuh belas lembar pecahan seratus ribuan dan tujuh belas lembar pecahan lima puluh ribuan.

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Ketiganya terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Kami saat ini masih terus mengembangkan kasus ini. Kami yakin mereka mempunyai jaringan. Ada beberapa ciri-ciri khas uang yang tidak ditemukan pada uang yang disita kepolisian, sehingga kami nyatakan uang ini tidak asli,” tegasnya. (sgg)

Baca Juga :  Usulkan DAK 2021 Sanggau Rp900 Miliar

 

Most Read

Artikel Terbaru

/