alexametrics
29 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Wabup: Bantuan Pemkab Terbatas

SANGGAU-Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot sangat optimis kepada para petani sawit di KUD Harapan Makmur, Kecamatan Meliau terkait dengan program peremajaan kelapa sawit rakyat (PSR). Dengan luasan lahan mencapai 208 hektare, diharapkan hasilnya juga akan maksimal kedepannya.

“PSR ini, dananya dari pemerintah kepada petani yang bantuannya Rp30 juta rupiah perhektare. Nah, di tahun anggaran 2020 yang hari ini kita laksanakan ada 208 hektar, jadi cukup besar. Jadi ini salah satu perhatian pemerintah untuk para petani,” katanya, Selasa kemarin.

“Sebenarnya, aturan perkebunan ini, kita berharap di koperasi ini, mereka secara mandiri mempersiapkan diri untuk bagaimana mereka menghadapi replanting selama masa panen kurang lebih 20 tahun itu,” sambungnya.

Baca Juga :  Pemkab Mempawah Bantu Rp 30 Juta

Semoga, lanjut Ontot, pada periode berikutnya para petani dapat mempersiapkan diri dengan baik terkait dengan replanting. Sebaiknya, dapat menabung guna persiapan masa tertentu sehingga tidak selalu berpikir dari bantuan pemerintah.

“Baiknya nanti dapat menabung melalui koperasi untuk persiapan replanting untuk masa tertentu, sehingga tidak lagi mereka berpikir dari mana bantuannya. Syukur ada bantuan dari pemerintah dan tadi kita sudah katakan pemerintah ini terbatas juga dan tentu untuk banyak orang, bukan hanya untuk satu kelompok tertentu saja,” jelasnya.

“Harapa kita transisi yang kurang lebih tiga hingga empat tahun ini tentu juga di sisi pendapatan berkurang dan kita berharap mereka harus cerdas bagaimana menggunakan lahan ini untuk dijadikan tanaman tumpang sari. Pak Kadis Perkebunan dan Peternakan sudah mengingatkan supaya mereka melakukan upaya–upaya untuk bisa dapat uang tambahan dari areal yang ada dan tentu tanaman tumpang sari sangat dibutuhkan,” terangnya. (sgg)

Baca Juga :  Razia Gabungan Tangkap Tiga Warga Tiongkok di Sanggau

SANGGAU-Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot sangat optimis kepada para petani sawit di KUD Harapan Makmur, Kecamatan Meliau terkait dengan program peremajaan kelapa sawit rakyat (PSR). Dengan luasan lahan mencapai 208 hektare, diharapkan hasilnya juga akan maksimal kedepannya.

“PSR ini, dananya dari pemerintah kepada petani yang bantuannya Rp30 juta rupiah perhektare. Nah, di tahun anggaran 2020 yang hari ini kita laksanakan ada 208 hektar, jadi cukup besar. Jadi ini salah satu perhatian pemerintah untuk para petani,” katanya, Selasa kemarin.

“Sebenarnya, aturan perkebunan ini, kita berharap di koperasi ini, mereka secara mandiri mempersiapkan diri untuk bagaimana mereka menghadapi replanting selama masa panen kurang lebih 20 tahun itu,” sambungnya.

Baca Juga :  Razia Gabungan Tangkap Tiga Warga Tiongkok di Sanggau

Semoga, lanjut Ontot, pada periode berikutnya para petani dapat mempersiapkan diri dengan baik terkait dengan replanting. Sebaiknya, dapat menabung guna persiapan masa tertentu sehingga tidak selalu berpikir dari bantuan pemerintah.

“Baiknya nanti dapat menabung melalui koperasi untuk persiapan replanting untuk masa tertentu, sehingga tidak lagi mereka berpikir dari mana bantuannya. Syukur ada bantuan dari pemerintah dan tadi kita sudah katakan pemerintah ini terbatas juga dan tentu untuk banyak orang, bukan hanya untuk satu kelompok tertentu saja,” jelasnya.

“Harapa kita transisi yang kurang lebih tiga hingga empat tahun ini tentu juga di sisi pendapatan berkurang dan kita berharap mereka harus cerdas bagaimana menggunakan lahan ini untuk dijadikan tanaman tumpang sari. Pak Kadis Perkebunan dan Peternakan sudah mengingatkan supaya mereka melakukan upaya–upaya untuk bisa dapat uang tambahan dari areal yang ada dan tentu tanaman tumpang sari sangat dibutuhkan,” terangnya. (sgg)

Baca Juga :  Pemkab Dinilai Lamban Menangani

Most Read

Artikel Terbaru

/